Thursday, February 16, 2017

Bagaimana Bahasa Terbentuk?

Kabarnya, ada lebih dari 7000 bahasa di dunia. Bahasa yang paling banyak digunakan di dunia ini adalah bahasa Mandarin dengan pengguna lebih dari 1 miliar orang, yang kemudian disusul dengan bahasa Spanyol dan Inggris, dan bahasa-bahasa lainnya.

Seperti yang kita tahu, penyebutan suatu benda dalam bahasa kita, Bahasa Indonesia, dengan bahasa lainnya bisa beragam. Bahkan tidak terdengar sama dengan bahasa tertentu. Misalnya saja buah jeruk, kita menyebutnya sebagai buah jeruk. Tapi, orang Inggris akan menyebutnya sebagai orange, padahal bendanya sama. Itu masih antara bahasa kita dan bahasa internasional, belum bahasa lainnya, bahkan bahasa daerah yang dimiliki negeri kita sendiri. Yang jadi pertanyaan adalah kenapa bisa demikian? Kenapa kita menyebut sebuah benda sesuai dengan namanya dalam bahasa kita masing-masing? Dan bagaimana pula asal muasalnya bisa seperti itu?

Credit photo: sejarah.id

Menurut Noam Chomsky, bahasa muncul sekitar 60 ribu hingga 100 ribu tahun yang lalu di Afrika. Dulunya kita hanya bisa berkomunikasi dengan suara huhu haha hua hua saja yang didukung dengan isyarat dari anggota badan kita. Akan tetapi, ternyata otak manusia memang diciptakan untuk bisa lebih berkembang dan memikirkan hal yang lebih kompleks di alam semesta ini. Kemudian, manusia mulai menamai benda, yang bisa jadi berasal dari suara yang dihasilkan benda tersebut maupun yang asal sebut namun kemudian disetujui oleh kelompok manusia lainnya. Misalnya kucing yang bersuara miaw-miaw disebut sebagai miaw oleh manusia pada zaman itu.

Kemudian, otak manusia pada zaman itu terus berevolusi dan mulai bisa menamai benda dengan dua kata atau lebih. Misalnya benda itu adalah pohon, sementara pohon itu jenisnya banyak. Sehingga manusia yang makin pintar pada zaman itu menamai dan membedakan jenis pohon dengan menambahkan satu kata baru dibelakangnya menjadi pohon kelapa atau pohon jambu.

Seperti yang ditayangkan oleh Kokbisa channel, bahasa diduga terbentuk di sebuah kerajaan di tanah Mesir. Pada saat itu, Psammeticus dari Phyrgian mengutus dua bayi untuk dimasukkan ke dalam dua kandang yang berbeda. Kejam sekali memang eksperimen itu. Lalu, dua tahun kemudian, kedua bayi tersebut bisa menyebutkan kata bekos yang berarti roti. Karena kedua bayi tersebut bisa menyebutkan satu kata tanpa diajari, para peneliti meyakini bahwa bahasa Phyrgian tersebut menjadi cikal bakal semua bahasa di dunia.

Lalu, kenapa bahasa begitu beragam? Alasannya adalah wilayah yang diduduki sekelompok manusia pada masa dulu terisolasi dengan wilayah kelompok manusia yang lainnya. Hal itu membuat pembentukan kosakata dalam suatu bahasa menjadi berbeda-beda, bahkan hingga pengucapan, tata bahasa dan komponen bahasa lainnya. Oleh karena itu, bahasa yang beragam pun terbentuk, menyesuaikan kondisi alam, makanan, dan lain-lainnya di wilayah tersebut. Inilah mengapa Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah. Karena nenek moyang kita hidup terpisah, belum lagi negeri kepulauan kita yang diisolasi dengan lautan membuat bahasapun menjadi sangat beragam.

Sekarang, sedikit banyaknya kita mengetahui bagaimana bahasa bisa terbentuk dan mengapa bahasa di dunia sangat bervariasi. Semoga ini dapat menambah pengetahuan kita tentang bahasa, yang jelas ini sangat penting. Apalagi era globalisasi sekarang menuntut kita untuk bisa mengerti bahasa lain untuk keperluan tertentu. Beritahukan kepada temanmu tentang hal ini dan ajak mereka untuk belajar bahasa Inggris atau Mandarin yang sedang diperlukan dimana-mana, dan  juga terima kasih.


Tuesday, February 14, 2017

Bagaimana Mahasiswa S3 Belajar?

Orang zaman sekarang mulai menuntut ilmu tinggi-tinggi. Dulu mungkin tidak banyak orang di kampung kita yang bermigrasi ke kota besar hanya untuk belajar di perguruan tinggi setelah tamat SMA. Namun karena tuntutan gaya hidup dan persaingan lapangan kerja, sekarang sudah sering kita lihat anak-anak tamat SMA yang merantau ke kota untuk kuliah, apakah tingkat D3, D4, atau S1.

Kuliah di D3, D4 dan S1 mungkin bisa digambarkan seperti waktu kita SMA, walaupun nantinya ada  perbedaan-perbedaan yang makin signifikan di setiap semesternya. Pada semester awal mahasiswa D3 sampai S1 akan masuk kelas, belajar, mengerjakan tugas dari dosen, dan ujian. Namun, semakin naik semester, nantinya akan ada praktek magang di bidang ilmu yang sedang kita pelajari, dan juga penulisan karya tulis ilmiah atau skripsi bagi mahasiswa S1.

Credit photo: istockphoto.com

Di atas jenjang S1, ada S2 yang belajarnya juga nggak jauh beda dengan waktu kita jadi mahasiswa S1. Hanya saja, tantangan dan ilmunya makin berat dan mendalam sehingga tugas akhir berupa tesisnya juga ditulis dengan penelitian yang mendalam daripada skripsi mahasiswa S1. Kitapun akan diberi gelar Master dari bidang ilmu yang kita pelajari.

Lalu, bagaimana gambaran mahasiswa-mahasiswa yang belajar di S3?

Ya, yang kita tahu S3 adalah jenjang tertinggi dalam pendidikan saat kita belajar ilmu tertentu di universitas. Bukan S3 dengan makna SD, SMP, SMA. Tokoh yang kita kenal sebagai Doktor di bidang ilmu tertentu yang tentu saja sudah kuliah S3 adalah BJ Habibie dan Sri Mulyani Indrawati.
Menurut tayangan di kanal Kokbisa, mahasiswa S3 tidak lagi belajar ke kampus dan membuat tugas layaknya mahasiswa S1 dan S2. Mereka lebih fokus dengan menemukan masalah di lapangan atau di bidang kerja yang berhubungan dengan bidang ilmunya langsung. Setelah mereka menemukan masalah, mereka akan menelitinya lebih mendalam dari tesis mahasiswa S2 dan menemukan solusinya. Misalnya, seperti saintis yang menemukan zat-zat yang dapat membuat manusia awet muda tanpa efek samping apapun. Ya, mungkin.


Setelah menemukan solusi dari masalah tersebut, mahasiswa S3 calon Doktor akan menuliskannya dalam bentuk disertasi. Disertasi itu bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dan akan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ayo kita belajar terus setinggi-tingginya agar bisa berkontribusi dan membangun bangsa kita. Dan jangan pelit untuk berbagi ilmu agar semua orang tahu dan menjadi lebih cerdas. Selamat belajar, semoga cepat wisuda dan sukses, dan terima kasih.

Berapa Jam Seharusnya Kita Tidur Dalam Sehari?

Banyak dari kita yang belum tahu berapa lama waktu istirahat yang ideal. Kita biasanya hanya istirahat dengan tidur pada malam hari dari jam 10 atau jam 12 malam sampai subuh yang tergantung dengan wilayahnya masing-masing. Tapi, sebenarnya berapa jam yang dibutuhkan manusia untuk tidur dalam satu hari?

Credit photo: shutterstock.com

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi durasi tidur idealnya bagi manusia. Faktor pertamanya adalah umur. Durasi tidur anak kecil sebenarnya lebih lama dari orang dewasa.  Akan tetapi, zaman sekarang anak kecil pun sudah hobi begadang nonton bola padahal besok paginya dia harus bangun pagi dan bersiap untuk sekolah. Ya, akibatnya ada anak yang suka tidur di kelas karena mengantuk, bukan karena pelajarannya yang membosankan.

Selanjutnya, gaya hidup juga mempengaruhi jam tidur manusia. Bagi yang sudah menjalani gaya hidup sehat, pasti waktu tidurnya bisa teratur dari jam berapa sampai jam berapa. Namun, bagi orang yang bekerja pada malam hari seperti shift satpam di kantor-kantor, mereka akan memerlukan jam tidur tambahan di siang hari, dan juga memerlukan penyesuaian badannya agar bisa terbiasa dengan kegiatan yang menuntutnya untuk tidak tidur pada malam hari layaknya kebanyakan orang.

Selain gaya hidup, pola makan, penyakit yang diderita dan faktor genetik juga mempengaruhi jam tidur kita. Seperti orang yang sakit, akan dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat daripada biasanya, hingga ia pulih. Jadi intinya, jam tidur manusia sebenarnya tergantung pada faktor-faktor tertentu. Namun, normalnya orang dewasa membutuhkan waktu istirahat 7 hingga 8 jam sehari agar badan kembali segar dan siap untuk melanjutkan aktivitas hariannya.

Namun, sebenarnya apa sih alasan kita tidur? Menurut tayangan di Kokbisa channel, hingga saat ini para peneliti masih mencari jawabannya. Seorang saintis bernama William Dement yang sudah meneliti tidur selama lebih dari 50 tahun menjawabnya dengan jawaban sederhana yang kita semua pun tahu karena beliau belum menemukan jawaban secara sainsnya: kita tidur karena kita ngantuk.


Jadi, bagi kamu yang masih suka begadang, disarankan untuk mengurangi begadangnya karena begadang memangkas waktu istirahat yang dibutuhkan tubuh kita. Kalau kita tidak istirahat dengan cukup, ini akan berpengaruh dengan kegiatan sehari-hari kita seperti mengerjakan pekerjaan kita dengan lesu, tidak bersemangat dan capek bahkan baru lima menit memulai pekerjaan. Semoga ini menjadi informasi yang berguna dan tak lupa, terima kasih.

Kenapa Kita Capek Padahal Sudah Tidur?

Diantara kita pasti sering merasa capek padahal kita sudah tidur. Misalnya saja saat kita sedang pulang kampung dari kota perantauan kita naik mobil, bus telolet atau naik pesawat. Sebagian dari kita pasti suka menikmati perjalanan pulang dan sebagian lagi lebih suka istirahat alias tidur di kendaraan yang kita tumpangi. Akan tetapi, saat kita terbangun, kita masih merasa capek, bahkan seperti kita nggak tidur sama sekali selama di perjalanan. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Credit picture: 123rf.com

Sebelum kita bahas masalah diatas, ada baiknya kita membahas soal ritme dan tahapan tidur terlebih dahulu. Menurut tayangan Kokbisa channel, tidur kita memiliki ritme seperti halnya bernapas dan detak jantung kita. Ritme tidur kita atau bahasa kerennya, ultradian sleep cycle, bisa diteliti dengan alat canggih yang dapat membaca gelombang otak manusia. Alat seperti itu tentunya ada di laboraturium saintis, dan mungkin di rumah sakit yang memiliki alat kesehatan yang canggih.
Kemudian, saat kita tertidur dengan alat canggih itu, gelombang otak kita akan terbaca dan akan terlihat ritme yang berulang-ulang. Dalam tiap ritme itu, ada juga tahapan-tahapan tidur yang bisa dibagi menjadi beberapa tahap.

Credit picture: s-cool.co.uk

Tahap pertama, adalah tahap awal tidur atau tahap tidur ayam yang cuma merem melek sebentar. Contoh dari tahapan tidur pertama ini adalah teman kita yang sedang tertidur di kelas atau pejabat yang lagi tertidur saat meeting. Pada tahap ini, aktivitas otot kita melambat,dan begitu juga gerakan bola mata kita.

Kemudian, tahap kedua adalah tahap dimana detak jantung kita melambat daripada saat kita sedang bangun. Selain itu, suhu tubuh kita akan menurun, bola mata akan berhenti bergerak dan kita mulai sulit dibangunkan karena di tahap ini kita akan tertidur lelap.

Lalu, setelah dari tahap kedua, kita akan tertidur pada tahap ketiga, yaitu tidur kita yang benar-benar lelap. Gelombang otak kita menjadi sangat lambat dan badan kita dalam keadaan rileks.

Yang terakhir, tahap REM atau rapid eye movement, dimana tekanan darah kita meningkat, bola mata bergerak sangat cepat dan napas kita menjadi pendek. Gelombang otak kita pun sama aktifnya seperti saat kita terbangun. Tahap ini terasa sangat bertolak belakang dengan tahap ketiga dimana gelombang otak kita lambat dan bola mata pun nyaris tidak bergerak. Hal ini dikarenakan kita sedang aktif bermimpi.

Nah, kembali ke pertanyaan tadi, kenapa kita capek padahal sudah tidur?

Jawabannya adalah di tahap mana kita sedang tertidur. Kalau kita sedang tertidur, lalu naik ke tahap pertama, kemudian naik ke tahap kedua, lalu karena terganggu sesuatu kita terbangun, maka kita akan tetap merasa capek. Jika kita tertidur dan melewati semua tahap yang ada, kemudian terbangun, kita tidak merasa capek. Malah tidur kita akan terasa berkualitas. Makanya itu kita pernah tidur sebentar di siang hari, namun pas bangun kita ngerasa segar banget. Sebaliknya, kita pun pernah tidur malam yang begitu lama dari jam 9 malam sampai jam 9 pagi tapi badan kita tetap terasa capek. Itu karena kita terbangunnya pada saat ditengah-tengah ritme tidur kita, entah di tahap satu, dua atau tahap tiganya.

Dari penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan kalau kita ingin tidur kita berkualitas dan bangun dengan keadaan segar, maka sangat penting untuk memperhatikan ritme tidur kita. Tapi masalahnya kita tidak tahu bagaimana ritme tidur kita saat kita sedang tertidur, karena kita sedang tidak sadarkan diri. Mungkin memang sebaiknya kita mengatur waktu istirahat kita secara teratur agar tubuh kita beradaptasi dan terbiasa, yang nantinya mungkin akan menciptakan tidur yang berkualitas buat kita sendiri. Terima kasih telah membaca dan selamat tidur bagi yang sudah ngantuk. Have a nice dream.


Benarkah Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita?

Mungkin banyak dari kita yang pernah menonton film Lucy atau ikut seminar motivasi atau membaca artikel internet yang mengatakan bahwa manusia hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otak yang sebenarnya. Kemudian, kalau kita bisa menggunakan 100 persennya dengan optimal dan maksimal, kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa seperti mengetahui isi pikiran orang lain, mengendalikan tubuh orang lain, menjadi sangat pintar melebihi seorang profesor, dan lain-lain. Akan tetapi, benarkah itu?

Credit photo: Google Sites

Dalam sains, hal itu salah besar. Seperti yang ditayangkan di kanal Kokbisa, hasil scan kepala dan MRI menunjukkan bahwa manusia memang menggunakan otaknya setiap saat sepenuh kapasitasnya. Otak adalah pusat kendali dari tubuh kita. Setiap bagian dari otak kita memiliki fungsinya masing-masing. Ada bagian otak yang mengatur indera penglihatan kita, indera peraba kita, indera pengecap, mengatur gerakan tubuh kita, mengatur proses berpikir kita, dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan disini. Intinya, segala yang sedang kita lakukan sebenarnya berasal dari otak kita, bahkan gerakan refleks yang tidak kita sadari seperti detak jantung dan ritme bernapas. Jika ada salah satu bagian yang terganggu, maka fungsi dari anggota tubuh kita pun terganggu juga.

Contohnya, ketika seseorang mengalami gangguan otak pada bagian sensor motoriknya. Maka, orang itu akan mengalami kesulitan bergerak, kejang-kejang, atau malah alat gerak seperti tangan dan kakinya mati karena gangguan yang diterimanya. Gejala seperti ini biasa disebut dengan stroke.
Sekarang kita tahu bahwa sebenarnya kita tidak hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otak kita. Dan kita pun sekarang mengerti bahwa kita harus lebih banyak mencari tahu lagi tentang segala sesuatu agar kita tidak terkecoh dengan sebuah fiksi sains. Fiksi sains memang luar biasa, namun kita tidak bisa menelan mentah-mentah informasi yang kita terima tanpa mencari tahu lebih dahulu. Atau diantara kita ada yang ingin membuat fiksi sains menjadi fakta? Selamat mencoba, semoga berhasil dan terima kasih telah membaca.



Apakah Hipnotis Itu Bohongan? Lalu Bagaimana Cara Kerjanya?

Banyak dari kita yang sering menonton acara yang dipandu oleh seorang pesulap atau mentalist. Kita juga sering menonton pertunjukan hipnotis di acara semacam itu. Tentu, bagi kita yang belum pernah mengalami hipnotis atau dihipnotis, kita akan bertanya-tanya apakah itu nyata dihipnotis dan bagaimana cara kerjanya.

Gambar: Vectorstock.com

Menurut tayangan di kanal Kokbisa, ternyata hipnotis yang kita tonton bukan benar-benar sepenuhnya hipnotis. Pertunjukan orang yang dihipnotis pada acara seperti itu hanyalah hipnotisme panggung saja yang bertujuan untuk menghibur penonton. Ya, setelah kita menonton acaranya, orang yang dihipnotis melakukan apa yang diperintahkan mentalisnya atau membeberkan rahasia konyolnya, kita merasa senang, bukan?

Walaupun hanya hipnotis untuk pertunjukan, bukan berarti semua hipnotis bohong-bohongan. Bahkan sebenarnya hipnotis di televisi menggunakan prinsip-prinsip hipnotisme. Namun, sebenarnya hipnotis itu adalah kondisi psikologis dimana kita sedang berada dititik fokus paling tinggi. Pada saat itu, konsentrasi kita terhadap sesuatu sangat tinggi sehingga kesadaran kita terhadap apa yang ada di sekitar kita berkurang.

Gambar: shutterstock.com

Kalau diambil contoh seperti biksu yang sedang bertapa, mungkin tidak akan banyak yang mengerti. Bagaimana dengan contoh ketika kamu sedang konsentrasi dengan buku pelajaran yang kamu baca sehingga kamu pun tidak menyadari kalau ada seekor nyamuk yang hinggap di kaki kita. Pada saat seperti itu, berarti kamu sedang dihipnotis dengan buku pelajaranmu sendiri, atau kamu sedang menghipnotis dirimu sendiri dengan membaca buku pelajaran. Kira-kira seperti itu.

Dulu, hipnotis sering kali dikaitkan dengan ilmu perdukunan. Akan tetapi, seorang dokter bernama Franz Anton Mesmer mempraktikkan hipnotis dengan cara ilmiah untuk menyembuhkan pasiennya. Ilmu pengetahuan tentang hipnotis pun terus berkembang, hingga akhirnya sekarang di dunia medis pun penyembuhan pasien ada yang menggunakan terapi hipnotis. Karena hipnotis ternyata dapat merangsang bagian otak kita yang dapat membuat kita mengubah cara berpikir kita dari yang biasa menjadi lebih baik.

Hipnotis sebenarnya tidak membuat kita benar-benar tidak sadar hingga bisa diperintahkan ini itu oleh yang menghipnotis kita. Hipnotis hanya akan memberikan efek tidur palsu. Walaupun banyak mitos dan pendapat negatif tentangnya, hipnotis ini sebenarnya baik buat kita sendiri jika memang digunakan untuk hal-hal baik seperti membuat kita yang keras kepala menjadi menerima saran orang lain, menenangkan pikiran, mengatasi susah tidur, mengurangi kebiasan buruk dan lain-lain.


Walaupun demikian, efek hipnotis hanya bisa dirasakan kalau kitanya memang punya niat untuk berubah. Tetapi, kita harus waspada juga dengan tukang-tukang tipu dan perampok yang menemui kita dengan cara menghipnotis. Jadi, semoga kita bisa membedakan mana hipnotis yang bermanfaat buat kita dan mana hipnotis yang merugikan kita. Sekian dan terima kasih.

Kenapa Kulit Bisa Terasa Gatal?

Setelah digigit nyamuk, biasanya kulit kita terasa gatal. Tapi tidak hanya nyamuk saja yang menyebabkan gatal di kulit, ulat bulu, jenis-jenis alergi kulit juga menyebabkan rasa gatal. Tentu saja gatal di kulit ini menyebalkan apa lagi kalau gatal itu terasa di saat kita sedang presentasi di depan orang lain. Rasanya ingin menggaruk, tapi malu. Lalu, kenapa kita bisa merasakan penderitaan ini?

Gatal pada kulit sebenarnya berupa rangsangan tubuh terhadap ancaman dari luar tubuh seperti bakteri yang melayang-layang di udara yang tidak terlihat oleh mata kita, yang kemudian hinggap di kulit kita. Kulit kita yang berfungsi sebagai tameng pertahanan pertama terhadap alam sekitar ternyata sangat peka terhadap banyak rangsangan.

Gambar: Line

Contoh kecilnya saja, saat kulit kita menyentuh es batu, maka kulit kita akan terasa dingin. Kalau rasa dinginnya tidak sanggup ditahan lagi oleh syaraf rangsangan yang ada pada kulit, otomatis kita kulit kita akan menjauhi sumber dingin tersebut. Hal itu terjadi karena informasi yang dikirim oleh syaraf perangsang pada kulit kita diterjemahkan sebagai dingin oleh otak kita, dan otak kita pun memerintahkan alat gerak kita untuk menjauhi sumber dingin tersebut.

Begitu pula yang terjadi jika kulit terasa gatal. Sel syaraf pruriceptive atau sel perangsang rasa gatal akan mengirimkan rangsangan tersebut ke otak kita. Kemudian otak kita pun menerjemahkannya sebagai rasa gatal di kulit. Karena yang terasa adalah rasa gatal, otakpun dengan otomatis merespon dengan memerintahkan tangan kita untuk menggaruk.

Menggaruk secukupnya memang dapat meredakan rasa gatal. Namun jika menggaruk berlebihan dapat membuat kulit kita terluka. Menurut tayangan di Kokbisa channel, menggaruk bisa memberikan efek lega sementara. Dan menurut para peneliti, menggaruk  dapat memberikan efek sakit yang seolah  bisa menutupi rasa gatal.


Para peneliti saat ini juga masih mencari cara untuk mengobati rasa gatal. Salah satunya adalah memproduksi obat yang dapat menghambat pertumbuhan histamin. Histamin adalah zat yang muncul saat kita terasa gatal. Namun, anti histamin masih belum bisa menyembuhkan segala jenis gatal, apalagi buat orang yang memang gatal dan suka godain anak gadis pak kepala desa. Oleh karena itu, lebih baik kita mencegah sumber gatalnya terlebih dahulu sebelum kena gatal ulat bulu atau gatal digigit nyamuk. Buat kamu yang sedang membaca ini, jaga selalu kesehatanmu dan terima kasih.

Gambar: Line

Saturday, February 11, 2017

Kenapa Kita Bisa Mendengkur?

Bagi kita yang pernah pergi kemping dengan kawan-kawan kita, mungkin kita pernah merasa terganggu karena kawan kita mendengkur saat tidur. Atau kita tak pernah terganggu sama sekali karena justru kita sendirilah yang mendengkur. Lalu, bagaimana sebenarnya dengkuran itu bisa terjadi?

Gambar: soundsleephealth.com

Pada saat tidur, tubuh kita akan menjadi rileks. Tidak hanya tubuh anggota badan saja, organ di dalam tubuh kita pun ikut menjadi rileks. Sementara, saat kita tertidur, kita masih bernapas. Nah, udara yang tidak bisa keluar masuk dengan lancar seperti saat kita terjaga inilah yang menyebabkan suara dengkuran itu terdengar. Organ bagian atas pernapasan kita yang bernama soft palate dan uvula menjadi rileks saat kita tertidur, bahkan hampir menutup jalannya udara dari hidung ke paru-paru. 

Jadi, maksudnya, ruang di tenggorokan kita yang selalu dialiri udara saat kita bernapas menjadi semakin sempit. Lalu, karena kita tetap bernapas saat tidur, udara yang keluar masuk melalui hidung kita menggetarkan soft palate dan uvula tadi. Akibatnya, terdengarlah bunyi mendengkur.


Mendengkur sebenarnya tidak berbahaya sampai membuat kita keselek atau membuat kita berhenti bernapas. Tapi, karena bunyinya yang mengganggu, apalagi bagi kita yang pendengarannya masih peka saat kita tidur, mendengkur bisa ditanggulangi dengan mengatur posisi tidur kita. Sehingga kita dapat membuat saluran pernapasan kita menjadi tidak terlalu sempit. Buat kamu yang sudah membaca ini, terima kasih dan buat kamu yang sudah mengantuk, selamat tidur dan usahakan untuk tidak mendengkur.

Kenapa Kuliner Indonesia Enak?

Mungkin bagi kita, masakan yang biasa dibuat di rumah maupun di rumah makan itu biasa saja. Hal ini mungkin karena lidah kita sudah terbiasa mencicipi makanan Indonesia. Tapi tahukah kamu kalau kuliner Indonesia itu bukannya enak, melainkan enak banget. Bahkan rendang dan nasi goreng Indonesia tercatat sebagai kuliner terenak di dunia nomor satu dan dua versi CNN Travel. Tahukah kamu kenapa kuliner Indonesia enak banget?

Gambar: behance.net

Kalau kita memperhatikan saat nenek kita masak rendang, kita akan melihat betapa banyak bahan yang dijadikan bumbu begitu juga rempahnya. Mulai dari bawang, cabai, santan, buah pala, dan lain-lain dimasukkan ke dalam wajan sama nenek kita. Lalu, setelah selesai dimasak, kita mencicipinya dan rasanya enak sekali sampai ingin tambah dua kali. Inilah sebab pertama masakan Indonesia enak banget, yaitu banyak menggunakan bumbu atau istilahnya berani bumbu, dan banyak mengandung rempah-rempah.

Sejak dulu saat nenek moyang kita masih hidup, negeri kita terkenal sebagai Spices Island atau Kepulauan Rempah-rempah. Rempah-rempah yang lezat  menggoyang lidah ini terkenal ke seluruh dunia hingga membuat pedagang dari Tiongkok, sampai bule-bule Belanda berebut mencari rempah-rempah ke negeri kita.

Sebab kedua yang membuat masakan Indonesia enak banget ini adalah tata cara memasaknya yang unik untuk setiap masakan. Bahkan sebelum jurusan tataboga terdaftar di kampus kita, nenek kita sudah tahu bagaimana cara memasak rendang yang lezat, yang ternyata memakan waktu paling cepat 4 jam.

Selain itu, Indonesia juga secara geografis terletak sangat strategis. Hal ini menyebabkan banyak pedagang asing yang datang ke negeri kita, bahkan beranak pinak disini. Akibatnya, budaya lokal kita sengaja tak disengaja membaur dengan budaya orang pendatang, mulai dari pakaian sampai masakan. Oleh karena itu, kita bisa mencicipi berbagai macam masakan yang tidak hanya asli Indonesia, juga masakan yang aslinya berasal dari negeri orang seperti martabak, mie dan kue bolu.


Memang sudah seharusnya kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Selain kuliner yang juara, budaya lokal kita pun sebenarnya sangat dikagumi bangsa lain. Sebagai generasi penerus bangsa, ada baiknya kita mengenal lagi budaya kita, jangan terus-terusan mengagumi budaya bangsa lain tapi nggak tahu dengan budaya sendiri. Bahasan ini mungkin membuat kita menjadi lapar, jadi selamat makan bagi yang sedang makan, dan terima kasih.

Kenapa Posisi Setir Mobil Kita Sebelah Kanan?

Pada saat kita naik bus telolet, kita akan memperhatikan kalau supir duduknya di sebelah kanan. Ya, begitu juga pada mobil kita dan tetangga kita. Setir kemudinya ada di sebelah kanan. Kenapa demikian dan di negara lain sebaliknya?

Gambar: googleimages.com

Sebenarnya, tidak terlalu banyak negara yang menggunakan kemudi kanan. Justru 65% negara di dunia menggunakan kemudi di sebelah kiri. Sebab perbedaan posisi kemudi mobil ini adalah perbedaan posisi jalur di tiap-tiap negara. Jika suatu negara menggunakan jalur jalannya di sebelah kiri, maka posisi kemudi mobilnya tentu di sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya. Jika suatu negara menggunakan jalur kanan sebagai tempat jalannya mobil, maka posisi kemudi mobilnya harus di sebelah kiri. Hal ini terjadi karena untuk mempermudah pengemudi mobil melihat ke depan. Jika jalur yang digunakan adalah jalur kiri dan posisi kemudinya juga di sebelah kiri, otomatis pengemudi akan kesulitan melihat ke depan karena ada bagian yang terhalang penglihatan sang pengemudi.

Pada zaman manusia masih menggunakan kereta kuda dulu, pengemudi kereta kuda di Perancis berada di posisi sebelah kiri, ya karena jalur yang mereka pakai untuk berjalan adalah jalur kanan. Hal ini memudahkan sang pengemudi kereta kuda untuk melihat ke depan dan menghindari kereta kuda lain yang sedang lewat dari arah berlawanan.

Setelah zaman revolusi, Perancis dan beberapa negara lainnya seperti Belanda dan Inggris mengadopsi jalur kereta kuda sebelah kiri. Tentu saja, kemudi kereta kuda hingga mobil pada zaman itupun berubah posisi menjadi di sebelah kanan. Di Indonesia sendiri, posisi kemudi ada di sebelah kanan karena budaya yang dibawa oleh penjajah, Belanda. Selain itu, mobil-mobil buatan Jepang yang laku di Indonesia pun menjadikan negara kita menggunakan setir sebelah kanan hingga sekarang.


Mungkin kita pernah melihat mobil berat yang mencantumkan tulisan “awas setir kiri” di bagian pintu. Itu dibuat untuk memberitahukan siapa saja yang sedang lewat atau berpapasan agar sedikit menjaga jarak dan berhati-hati jika sedang berada di dekatnya. Tidak hanya kepada mobil setir kiri, kitapun harus tetap berhati-hati dengan mobil biasa yang setir kanan apakah yang menyetir ugal-ugalan atau tidak. Tetap jaga keselamatan kita dalam berkendara dan terima kasih.

Thursday, February 09, 2017

Apa Itu Teori, Hipotesis dan Hukum Dalam Sains?

Waktu kita sedang belajar IPA atau sekarang lebih dikenal dengan Sains, kita mengenal beberapa teori. Mungkin dalam ilmu Biologi, kita mengenal teori evolusi. Begitu juga dalam ilmu Fisika, kita mengenal teori gravitasi. Tidak hanya teori saja, kita juga mengenal hukum-hukum dalam pelajaran Fisika dan Kimia. Sebenarnya apa itu semuanya?

Gambar: 123rf.com

Menurut tayangan Kokbisa channel, teori dalam ilmu Sains itu diawali dengan pengamatan-pengamatan yang diyakini benar atau disebut dengan fakta. Setelah itu, para saintis akan membuat atau mengajukan penjelasan tentang pengamatan yang kita lakukan berdasarkan fakta-fakta yang telah terkumpul namun masih perlu diuji kebenarannya, atau disebut dengan hipotesis.

Buat yang bingung, contohnya mungkin lebih sederhana seperti ini. Setiap hari, matahari selalu terbit dan tenggelam. Ini adalah sebuah fakta yang diyakini benar oleh manusia. Namun, bagi manusia yang penasaran dan selalu berpikir, mereka akan meneliti bagaimana hal ini, matahari terbit dan tenggelam terjadi. Lalu, kemudian timbul gagasan dari peneliti zaman dahulu yang meyakini bahwa matahari mengelilingi Bumi. Gagasan ini disebut hipotesis, karena masih harus terus diuji kebenarannya.

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan dan dipelajari manusia dari alam ini, akhirnya manusia bisa membuat roket dan menemukan fakta ternyata bumi kita berbentuk bulat dan berotasi pada porosnya sendiri, sedangkan matahari tetap berada ditempatnya nun jauh disana. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis para peneliti yang ada di Bumi keliru karena Bumi yang berotasi pada porosnya menimbulkan efek seolah matahari yang mengelilingi Bumi.

Kemudian, jika hipotesis-hipotesis yang sudah diuji kebenarannya dan dikumpulkan untuk menjelaskan suatu fenomena yang ada di alam ini, serta disetujui oleh banyak saintis, maka yang selanjutnya terbentuk adalah teori. Teori adalah penjelasan sistematis tentang suatu fenomena berdasarkan hipotesis yang telah diuji. Oleh karena itu, teori evolusi dan teori gravitasi yang disinggung pada paragraf pertama tadi tidaklah hanya sekedar “teori”.

Teori dalam sains terbentuk melalui pengumpulan data dan fakta dan pengujian hipotesis yang muncul karena data dan fakta  yang terkumpul tadi. Teori sains mengalami perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ya, pasti para saintis lelah sekali dengan terus mencoba membuktikan suatu hipotesis, kemudian gagal, dicoba lagi, kemudian gagal lagi, hingga akhirnya hipotesis berhasil dibuktikan dan terbentuk teori demi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.

Contohnya, pada abad ke-19, para saintis dikejutkan dengan penemuan fosil hewan laut yang ditemukan di dataran tinggi. Rasanya hal itu mustahil. Awalnya para saintis berhipotesis kalau dulu pernah terjadi banjir besar yang mengakibatkan hewan laut terbawa ke dataran tinggi. Setelah pengujian demi pengujian hipotesis, ternyata hal itu terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik bumi yang terus bergerak yang sekarang dikenal dengan teori lempeng tektonik (Plate Tectotic Theory). Kemudian, teori ini pun dapat menjelaskan bagaimana terbentuknya gunung vulkanik, gempa bumi, bahkan bagaimana terbentuknya 5 benua yang ada di Bumi.

Kita telah sedikit banyaknya mengerti tentang teori dan perjalanannya menjadi teori dalam sains. Jadi, bisa dibedakan ya kalau teori yang kita obrolin sehari-hari tidaklah sama dengan teori dalam ilmu sains. Lalu, pertanyaan yang tersisa, apa itu hukum?

Gambar: shutterstock.com

Hukum dan teori sangat berkaitan satu sama lain, seperti yang dijelaskan Sainsbro. Misalnya, hukum Newton tentang gravitasi. Kelapa yang terjatuh dari pohonnya disebabkan karena adanya gaya gravitasi yang saling tarik menarik antara buah kelapa dengan bumi. Kemudian, Isaac Newton merumuskan hukum gravitasi secara matematis, seperti rumus menghitung gravitasi yang kamu temukan dalam buku Fisika. Akan tetapi, baru teori dari Einstein saja yang menjelaskan bagaimana terjadinya gravitasi, mungkin kita mengenalnya dengan teori gravitasi yang ada hubungannya dengan relativitas.

Yah, sampai disini saja dahulu tentang teori dan hukum dalam ilmu sains. Segala teori dan hukum yang ada di dunia ini bisa saja terus berkembang seiring waktu. Siapa tahu diantara kita bisa menemukan teori dan hukum lainnya yang dapat menjelaskan suatu fenomena yang terjadi di alam ini. Teruslah belajar dan terima kasih.




Kenapa Kita Bekerja 8 Jam Sehari?

Normalnya kita bekerja di tempat kita bekerja selama 8 jam sehari, dari jam 7 pagi atau jam 8 pagi hingga jam 4 atau jam 5 sore. Mengapa demikian? Kenapa 8 jam menjadi patokan kita bekerja? Dari mana asal usul ide seperti ini?

Gambar: freepik.com

Dahulu pada masa revolusi industri, para pemilik pabrik ingin mereka memproduksi barang dalam jumlah yang sangat banyak agar mereka mendapatkan keuntungan dan makin kaya raya. Hal ini menyebabkan para pekerja pabriknya dituntut untuk bekerja 10 hingga 16 jam per hari. Tentu saja para pekerjanya merasa sangat lelah sekali. Bukan hanya melelahkan, bahkan banyak pekerja yang tidak bisa menjaga kesehatannya dengan baik demi pekerjaan.

Karena jam kerja yang begitu melelahkan dan nyaris memakan waktu setengah hari kehidupan para pekerjanya dalam sehari, pada tanggal 1 Mei 1886 terjadilah protes yang digagas oleh organisasi buruh. Protes ini terjadi di Amerika Serikat dan para buruh menuntut agar waktu untuk bekerja diganti. Dari 24 jam dalam sehari, mereka menuntut 8 jam saja untuk bekerja, kemudian 8 jam untuk istirahat dan sisanya 8 jam untuk bersenang-senang atau sekedar berkumpul dengan keluarga bagi yang berkeluarga.

Walaupun telah terjadi demonstrasi besar-besaran pada masa itu, ternyata hanya perusahaan mobil Ford saja yang menggunakan waktu kerja 8 jam tersebut. Menurut tayangan di kanal Kok bisa, pekerja di perusahaan tersebut ternyata merasa lebih fleksibel dan produktif setelah 8 jam kerja itu diberlakukan. Tentu saja, hal ini mengakibatkan perusahaan Ford memiliki keuntungan yang besar. Melihat fenomena tersebut, perusahaan lainnya pun mulai meniru 8 jam kerja yang diberlakukan di perusahaan Ford tersebut.

Namun ternyata, masih juga ada perusahaan yang masih memberlakukan jam kerja yang lebih dari 8 jam perhari, seperti beberapa perusahaan di Jepang. Akibatnya, para pekerja yang bekerja lebih dari 8 jam perhari mengalami stres, tidak produktif dalam bekerja, dan tidak sempat mempunyai keturunan karena sibuk bekerja.


Sekarang kita menjadi tahu kenapa kita bekerja selama 8 jam sehari, dan ternyata ada kaitannya dengan hari buruh yang kita peringati setiap tanggal 1 Mei. Oleh karena itu, kita harus menggunakan waktu kita dalam sehari dengan baik dan membaginya dengan baik untuk bekerja, istirahat dan bersenang-senang (apakah itu untuk berkumpul dengan keluarga atau belajar atau berkumpul dengan orang sekomunitas). Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Kenapa Kita Bisa Ketindihan Saat Tidur? (Sleep Paralysis)

Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami ketindihan. Ketindihan biasanya terjadi saat kita sedang tidur, tapi tiba-tiba kita terbangun. Fenomena ini biasanya ditandai dengan badan kita yang tidak bisa digerakkan. Kemudian, bagi kita yang punya “indera tambahan”, kita akan melihat sesuatu atau lebih tepatnya makhluk halus. Bukan makluk halus yang kecil-kecil, melainkan makhluk astral. Kalau nenek kita bilang, ketindihan terjadi karena ada makhluk astral yang sedang mengganggu kita saat tidur. Dan kita harus cepat-cepat dibangunkan dengan mengguncang-guncangkan badan jika kita mengalami ketindihan. Namun sebenarnya, kenapa ketindihan ini bisa terjadi?

Gambar: braindecoder.com

Sebenarnya secara sains, fenomena ini sering terjadi. Ketindihan atau nama kerennya sleep paralysis, dan 20 hingga 45 persen dari manusia pernah mengalaminya. Menurut tayangan di kanal Kokbisa, sleep paralysis terjadi karena kita terbangun dalam fase tidur kita. Fase tidur kita bertingkat-tingkat dalam satu masa tidur, yaitu, fase tidur pertama, kedua, ketiga, dan REM (Rapid Eye Movement).

Sleep paralysis terjadi ketika kita terbangun pada fase REM, dimana di fase tersebut kita sedang bermimpi. Dalam fase ini juga, otak kita yang sedang bermimpi mengistirahatkan otot-otot anggota badan kita dengan cara paralysing atau pelumpuhan sementara. Oleh karena itu, ada saat kita dimana kita tidak bisa menggerakkan anggota gerak kita saat sedang bermimpi. Yah, kalau otak kita tidak melakukan paralysing, mungkin kita akan tidur sambil berlari saat kita mimpi dikejar anjing galak.

Kembali ke sleep paralysis, dalam fase REM tersebut dan sedang bermimpi, tiba-tiba kita terbangun dari tidur. Entah karena ada bunyi debum di atas loteng yang mengejutkan kita ataupun ada suara klakson telolet yang dipencet oleh supir iseng. Pada saat kita terbangun, mata kita melek, kita sadar, namun kita tidak bisa menggerakkan anggota badan kita. Lalu ditambah lagi, ada sosok aneh yang kita lihat di samping kita. Sungguh menyeramkan. Padahal yang kita lihat tersebut adalah sosok yang ada di bawah alam sadar atau dalam mimpi kita, namun terbawa oleh otak kita ke dunia nyata yang dipantulkan oleh mata kita.

Ternyata sleep paralysis nggak hanya terkenal di Indonesia saja, tetapi juga terkenal di mancanegara. Di Skandinavia, sleep paralysis dipercaya sebagai ulah iseng makhluk astral bernama Mare. Selain itu, suku Eskimo mempercayai bahwa sleep paralysis adalah fenomena dimana arwah manusia tidak bisa kembali ke tubuhnya. Dan masih banyak lagi mitos tentang sleep paralysis di negara lain.


Jadi buat kamu yang sering mengalami ketindihan, jangan takut, jangan gundah. Setidaknya kita sudah tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Ikuti saja saran dari nenek kita dan meminta teman kita untuk membangunkan kita saat kita sedang terkena sleep paralysis. Saran lainnya adalah dengan tidur menghadap ke sebelah kanan. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca.

Kenapa Kita Cegukan?

Kita sering mengalami yang namanya cegukan. Dan kita biasa menanggulanginya dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan minum air, menahan napas selama sepuluh detik, minum air sambil menahan napas sepuluh detik yang mengakibatkan kita bisa terbatuk-batuk ataupun minum yang manis-manis seperti air gula atau madu. Namun, pernahkah terlintas dalam pikiranmu kenapa cegukan bisa terjadi?

Gambar: pinterest.com

Kata orang zaman dahulu, cegukan terjadi karena roh kita mau keluar dari tubuh kita. Kita yang masih kecil pada waktu itupun menganggapnya kebenaran yang mengerikan. Sehingga saat kita cegukan, kitapun otomatis menutup mulut kita agar roh kita tidak jadi berpindah dari tubuh kita. Nenek kita pun bilang kalau ada anak bayi yang cegukan itu tandanya si bayi mau bertambah besar atau bertambah tinggi. Namun, ketika kita sudah besar, kita tidak lagi bisa mempercayai hal-hal seperti itu karena kita semakin pintar dan semakin tahu.

Cegukan, atau istilah kedokterannya, singultus, terjadi karena adanya kontraksi yang kuat pada diafragma dengan otot pernapasan dan otot leher kita. Saat kontraksi ini terjadi, lidah bagian atas kita naik ke langit-langit mulut, lalu otot glotis juga ikut berkontraksi hingga terjadilah cegukan beserta bunyi hik-hik yang pada umumnya terjadi pada kita.

Dan mungkin saja bunyi hik-hik tersebut menjadi cikal bakal kosakata bahasa Inggris untuk cegukan, yaitu hiccups.

Mungkin dengan tulisan ini kita menjadi tahu bagaimana cegukan terjadi dan bagaimana cara penanggulangannya. Semoga ini berguna untuk kita semua, dan terima kasih.


Kenapa Bumi Bentuknya Bulat?

“Anak-anak, bumi itu bulat,” kata guru IPA kita dulu. Sebagian besar dari kita mungkin hanya akan ber-oh saja sambil menelan mentah-mentah kata guru dan isi buku cetak pelajaran kita. Namun pernahkah kamu benar-benar bertanya kenapa bumi itu harus bulat? Kenapa nggak heksagon saja biar keren?

Sebenarnya, bumi itu harus bulat berawal dari segala benda yang ada di alam semesta mempunyai massa dan benda yang mempunyai massa pasti memiliki gravitasi. Kita sendiri mempunyai massa dan gravitasi.

Gambar: clker.com

Dalam hukum gravitasi, massa akan menarik massa lainnya, bahkan menjadi menyatu, akibat dari tarikan gravitasi masing-masing benda. Pada awal penciptaan bumi, bermilyaran tahun yang lalu, debu luar angkasa saling tarik menarik satu sama lain, menyatu, menyatu dan menyatu terus hingga membentuk bulat dan solid. Proses saling tarik menarik tadi juga yang terjadi pada benda-benda langit lainnya seperti matahari, bulan, asteroid, komet dan lain-lain.

Yang menyebabkan bumi itu bulat adalah tarikan gravitasinya sendiri, dan gravitasinya sangat besar. Secara alamiah, bentuk bulat adalah bentuk yang efisien agar gaya gravitasi bisa menarik segala benda yang ada. Jika bentuknya bersegi seperi heksagon, kotak, maupun nggak jelas bentuknya seperti asteroid, maka ada bagian yang tidak sepenuhnya ditarik gaya gravitasi karena jauh atau tidak sama jaraknya dari pusat gravitasinya. Oleh karena itu, alami-alami saja jika bumi itu bentuknya bulat atau lebih tepatnya oblate spheroid.

Bumi pun sebenarnya tidak benar-benar bulat jika ditelusuri lebih dalam. Seperti kita, manusia, bumi memiliki sudut tertentu yang  memiliki gunung, bukit, lembah, danau bahkan palung terdalam yang dilapisi samudra, tetapi tetap saja, secara garis besarnya bumi itu bulat. Dan mengapa kita, manusia, tidak berbentuk bulat karena memiliki massa dan gravitasi? Kita tidak seperti itu karena massa dan gravitasi kita kecil. Sedangkan bumi, gaya gravitasinya sangat besar. Apakah kamu tahu mengapa bulan berkeliling mengitari bumi pada orbitnya? Karena bulan merespon gaya gravitasi dari bumi kita, dan itu artinya bumi memiliki gravitasi yang sangat, sangat, sangat besar.
Jadi, kalau kamu merasa ada seseorang yang selalu berada di sampingmu kemanapun kamu pergi, mungkin saja, dia terkena efek gravitasi dari kamu. Kalau kamu merespon gravitasinya, ya mungkin kalian memang jodoh yang tepat. Terima kasih telah capek-capek membaca. Semoga makin cerdas.


Kenapa Manusia Bermimpi Saat Tidur?

Pada waktu sedang tidur malam, umumnya kita sering bermimpi. Mimpinya juga bisa bermacam-macam; ada yang mimpinya bahagia, ada yang mimpinya sedih, ada yang ketakutan dikejar buaya, ada yang nggak karuan alurnya, dan ada juga yang mimpinya romantis. Lalu, ketika pagi harinya, kita tidak bisa mengingat keseluruhan mimpi tadi malam. Jadi, kalau memang tidak bisa lagi mengingatnya pada saat bangun tidur, mengapa kita bermimpi? Dan kenapa mimpi itu nggak bisa diingat semuanya?

Gambar: shutterstock.com

Berdasarkan tayangan di channel Kokbisa, ada sebuah pendapat yang dikemukakan oleh Sigmund Freud bahwa mimpi terbentuk dari harapan-harapan terpendam kita sendiri yang muncul dalam mimpi kita. Lalu, kemudian pada tahun 1950-an, para peneliti mengemukakan bahwa mimpi merupakan efek samping dari proses otak kita. Otak kita terus beraktivitas walaupun kita sedang tertidur. Hal ini didukung oleh alat canggih yang dapat meneliti gelombang otak manusia.

Saat tidur, ternyata otak kita tidak benar-benar beristirahat seperti kita yang istirahat dari aktivitas kita. Otak kita ternyata merajut memori  dari kejadian-kejadian yang pernah kita alami. Memori-memori tersebut masuk ke alam bawah sadar kita dan menjadi mimpi yang kita alami selagi tidur. Memorinya pun terkadang tidak saling berkaitan dan itu yang membuat mimpi kita kadang-kadang terasa aneh.

Pada saat kita bangun tidur, kita pun tidak bisa mengingat seluruh mimpi yang kita alami. Hal ini terjadi karena pada saat kita bermimpi, memori kita terpisah antara memori jangka pendek dan jangka panjang. Saat bermimpi, memori jangka pendek kita lebih aktif daripada memori jangka panjang. Itulah sebabnya saat kita bangun, kita masih mengingat mimpi kita, namun lima atau sepuluh menit kemudian, kita akan lupa semuanya.

Ada pendapat lain juga yang mengatakan bahwa mimpi kita yang alurnya tidak berkaitan dalam satu masa tidur membuat kita tidak bisa mengingat mimpi tersebut. Dan oleh karena itu, kita juga tidak benar-benar bisa melanjutkan mimpi yang sama setelah kita terbangun sebentar. Makanya, sabar saja kalau kamu sedang mimpiin gebetan kamu, namun kamu tiba-tiba terbangun karena ada gempa bumi, lalu kemudian kamu nggak bisa melanjutkan mimpiin gebetan kamu.


Walaupun sering kelupaan, bermimpi ternyata baik untuk kita. Diantaranya adalah dapat meningkatkan daya ingat, meredam emosi kita dan juga dapat menghilangkan stres. Jadi, buat kamu yang sedang bermimpi, selamat menikmati mimpimu dan kalau bisa wujudkan saja menjadi kenyataan agar hidupmu menjadi lebih indah. Sekian, dan terima kasih.

Kenapa Bendera Indonesia Merah Putih?

Waktu kita di sekolah, jam pertama di hari Senin biasanya dipakai untuk upacara bendera. Otomatis kitapun menggunakan atribut paling lengkap dibanding hari-hari lainnya. Nggak jarangpun diantara kita yang kepanasan, kepala gatal, mengantuk bahkan pura-pura pingsan saat upacara bendera. Tapi pernahkah kita menatap bendera kita yang sedang naik ke puncak paling tinggi tiang bendera sambil bertanya kenapa warnanya merah putih?
Gambar: share-ajah.com

Berdasarkan tayangan di channel Kokbisa, asal mulanya bisa dikatakan berasal dari zaman kerajaan-kerajaan dulu. Pada abad ke-13, kerajaan besar seperti Kerajaan Majapahit menggunakan bendera yang berwarna merah dan putih sebagai panji yang dibawa-bawa untuk acara kerajaan ataupun berperang. Kemudian, entah mengapa bendera berwarna merah dan putih itu juga digunakan kerajaan-kerajaan lainnya.

Pada abad ke-19, warna merah putih pun semakin populer karena Pangeran Diponegoro dan pasukannya menggunakan bendera merah dan putih sebagai panji saat melawan pasukan penjajah. Begitu juga pada saat memasuki abad ke-20, para pemuda dan nasionalis yang membela tanah air menggunakan bendera merah putih.

Mungkin kita teringat kembali pelajaran Sejarah yang menceritakan tentang peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato yang membuat bendera itu menjadi merah putih saja. Peristiwa itupun berlanjut menjadi peristiwa berdarah demi melawan penjajahan, dan alhamdulillah pengorbanan para pejuang kita tidak sia-sia. Karena itu, kita harus saling menjaga dan membangun bangsa dan negara kita karena pahlawan kita sudah mengorbankan segalanya untuk merebut kemerdekaan Indonesia untuk anak cucunya.


Sedikit informasi lagi, mungkin kita hanya tahu bahwa makna merah putih pada bendera kita adalah berani dan suci. Tetapi menurut perpektif lainnya, warna merah itu berasal dari merah gula jawa, dan warna putih berasal dari warna nasi. Ternyata, bendera kita warnanya nggak jauh-jauh dari makanan, dan pantas saja makanan Indonesia enak-enak. Benderanya sudah cukup mewakili bagaimana kelezatan masakan nusantara. Buat kamu yang sedang makan, ya selamat makan dan buat kamu yang sudah membaca artikel ini, terima kasih banyak.

Wednesday, February 08, 2017

Kenapa Lampu Lalu Lintas Warnanya Merah Kuning Hijau?

Pada saat sedang mengendarai sepeda motor kita melihat lampu lalu lintas di persimpangan. Ketika lampu yang menyala warnanya merah, kitapun otomatis berhenti. Eh, eh, jangan diikuti orang yang melanggar lalu lintas ya, karena itu berbahaya. Tapi pernahkah kita kepikiran kenapa lampu lalu lintas warnanya musti merah kuning dan hijau? Kenapa nggak warna lain saja yang lebih keren?

Seperti yang ditayangkan oleh kanal Kokbisa, lampu lalu lintas mempunyai sejarah tersendiri. Awalnya lampu lalu lintas digunakan untuk mengatur lalu lintas kereta api di Inggris sekitar tahun 1830. Lampu yang digunakan pun awalnya berwarna merah, hijau dan putih. Merah sebagai tanda berhenti, hijau sebagai tanda hati-hati dan putih sebagai tanda boleh berjalan. Sebab pemilihan warnanya pun juga ada, merah dipilih karena sudah sering digunakan sebagai tanda bahaya, hijau dipilih karena warnanya yang menenangkan, sedangkan putih dipilih karena berbeda saja dari merah dan hijau.

Masalah muncul ketika masinis kereta api kesulitan melihat warna putih dari kejauhan pada siang hari. Warna putih tidak begitu terlihat sehingga mengakibatkan kecelakaan kereta api. Kemudian, lampu lalu lintas kereta api pun diubah dengan merah, hijau dan kuning. Maknanya pun menjadi sedikit berubah. Merah tetap menandakan untuk berhenti, sedangkan hijau berarti jalan dan kuning untuk berhati-hati. Sejak itu, kecelakaan kereta api pun menjadi berkurang.

Gambar: research study club.com

Kemudian, lalu lintas kota bagi pengguna kereta kuda dan pejalan kaki pun mulai mengadopsi lampu sebagai penanda untuk keselamatan pengguna jalan. Awalnya, lampu lalu lintas hanya menggunakan dua warna, merah dan hijau untuk menandakan berhenti dan jalan. Kemudian, kota Detroit di Amerika Serikat menjadi kota pertama yang menggunakan lampu lalu lintas dengan kombinasi warna hijau, kuning dan merah, seperti yang sudah digunakan hingga saat ini.


Begitulah sejarahnya dan sebabnya kenapa lampu lalu lintas kita punya tiga warna dan nggak berubah-ubah sampai sekarang. Kalau pakai warna lain atau warna-warni nanti dikira sedang ada karnaval di jalanan. Semoga dengan tulisan ini kita makin mengerti mengapa kita harus patuh kepada lampu lalu lintas. Dan semoga kita patuhnya memang dari hati, bukan karena ada polisi yang lagi berjaga. Terima kasih telah membaca.

Bagaimana Terjadinya Kesemutan (Paresthesia)?

Kita pasti pernah mengalami kesemutan. Biasanya kesemutan terjadi kalau kita terlalu lama duduk sambil menindih betis kita, atau saat tangan kita tertindih suatu benda yang cukup berat dalam waktu yang lama. Namun, sebenarnya kenapa sih kita bisa kesemutan?

Berdasarkan tayangan kanal Kokbisa, kesemutan atau istilah kedokterannya, paresthesia, terjadi karena sistem syaraf kita yang tertahan untuk mengirim informasi baik dari maupun ke otak. Misalnya, ada sebuah benda dengan beban yang cukup berat menindih lengan kita. Jaringan sistem syaraf yang ada di seluruh tubuh kita biasanya akan dengan mudah mengirim dan menerima informasi. Akan tetapi, beban yang menindih lengan kita itu menghambat pengiriman informasi dari dan menuju otak. Ketika beban diangkat, sistem syaraf di sekitar lengan kita yang tadinya macet langsung mengirimkan dan menerima informasi secara bertubi-tubi ke otak. Karena kecepatan pengiriman informasi itu, lengan kita merasakan sensasi kesemutan. Kesemutan itu akan mereda ketika informasi yang tertunda sebelumnya terkirim seluruhnya ke otak. Setelah itu, sistem syaraf kita di sekitar lengan akan kembali berproses rileks seperti biasanya.

Gambar: seringkesemutan.com

Tidak hanya sistem syaraf kita yang terhambat bekerja saat ada beban yang ditindih kepada anggota tubuh kita. Aliran darahpun juga terhambat. Sehingga saat beban diangkat, lengan kembali rileks tetapi aliran darah menjadi mengalir sambil mengirimkan persediaan oksigen yang dibutuhkan lengan kita yang tertindih tadi. Begitulah paresthesia terjadi.


Tetapi, tunggu dulu. Paresthesia biasanya tidak terjadi dalam durasi yang lama. Jika paresthesia terjadi dalam waktu yang panjang, itu bisa jadi menandakan kita sedang terkena penyakit tertentu seperti diabetes, stroke, gagal jantung hingga tumor. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kesehatan kita dengan pola makan yang baik dan olahraga yang teratur. Dan jadi intinya, kesemutan ini pun nggak ada hubungannya dengan barisan semut yang sedang menuju meja makan rumah kita. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih.

Kenapa Bumi Terlihat Datar?

Saat kita memandang laut, kita melihat garis horizontal. Mungkin beberapa dari kita waktu kecil mengira titik garis horizontal itu adalah ujung dunia, sehingga kita menganggap bumi itu datar. Padahal faktanya, bumi itu bulat atau lebih tepatnya disebut oblate sphereoid. Kalau memang bumi itu bulat, kenapa kita melihatnya seperti datar-datar saja?

Menurut Kokbisa channel, bumi terlihat datar karena kita, sebagai subjek yang melihat objek, sangatlah kecil. Sementara itu bumi ini sangat besar dan luas. Sebagai contoh, ketika ada kapal yang datang dari cakrawala, kita melihatnya muncul sedikit demi sedikit dari tiang cerobong hingga  lengkap dengan badan kapalnya. Hal ini terjadi demikian karena bumi yang bentuknya melengkung. Namun, di mata kita bumi ini terlihat datar.

Gambar: Daily Express.com

Hal ini sebenarnya karena keterbatasan kita sendiri. Menurut ahli psikologi, kita hanya dapat melihat dan memahami lingkungan sekitar yang kita lihat sendiri. Kemudian, dengan intuisi, kita menerjemahkannya dengan sederana, lalu membuat persepsi -persepsi tentang dunia ini. Ya, contohnya seperti kita melihat lautan, kemudian kita menganggap bumi itu datar bukan bulat. Padahal kalau alam semesta ini ditelusuri, jawabannya tidak akan sesederhana terjemahan intuisi kita.


Sejak dahulu, manusia yang memiliki rasa ingin tahu terus meneliti tentang bumi. Awalnya bumi itu diduga berbentuk kotak, berbentuk datar, berbentuk seperti mangkuk yang dikelilingi lautan hingga kemudian pengetahuan berkembang. Dan akhirnya, ditemukanlah fakta bahwa bumi itu berbentuk bulat. Terima kasih pada peneliti dari cabang ilmu astronomi, kami menjadi semakin tahu. Dan terima kasih juga kepada kamu yang sudah membaca tulisan ini.