Showing posts with label kepribadian. Show all posts
Showing posts with label kepribadian. Show all posts

Tuesday, June 06, 2017

Sikap Modern Tidak Baik Yang Harus Dikurangi

Sikap adalah cara bersopan santun terhadap orang lain. Sejak dulu, manusia sudah diajarkan bagaimana cara bersikap dan melakukan sesuatu dengan benar dan menjunjung nilai kesopanan. Misalnya, di beberapa daerah, kita tidak boleh makan sambil berbicara atau makan sambil berjalan. Hal-hal seperti ini diajarkan turun-temurun oleh pendahulu kita.

Di era modern seperti sekarang, kita tentunya dihadapi dengan berbagai macam sikap dan polah tingkah manusia yang ada di sekitar kita. Mungkin ada yang masih terbawa dengan etiket orang jaman atau seperti sekarang, sudah lebih banyak hal-hal baru yang kita lakukan dan sudah membaur dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa hal baru ini bisa menjadi terlihat tidak sopan dimata orang lain jika kita melakukannya tidak pada tempat dan waktunya.

Berikut adalah 10 macam sikap modern tidak baik yang harus kita hindari yang dilansir dari Real Men Real Style:

ilustrasi: wikiHow

1. Membuat handphone kita lebih penting daripada orang yang ada di dekat kita.
Mungkin ada diantara kita yang memang memiliki pekerjaan yang sulit membuat kita terpisah dari ponsel? Ya, akan tetapi, jika kita sedang bersama seseorang, akan lebih baik dan sopan jika kita memprioritaskan orang yang sedang ada bersama kita itu daripada chat, SMS, maupun telepon yang masuk ke ponsel kita. Ini berarti kita menghargai orang tersebut karena orang itu ada untuk kita. Kalaupun misalnya ada telepon yang mendadak dari istri, suami, saudara, anak yang sedang sakit atau ada anggota keluarga yang kemalangan, beritahukan dulu bahwa kita mendapat telepon dari anggota keluarga kita, baru mengangkatnya. Hindari cara-cara seperti memotong pembicaraan tiba-tiba dan mengangkat telepon karena hal seperti itu tidak sopan dan membuat orang yang ada bersama kita menjadi merasa tidak dihargai.

2. Mengatakan sesuatu secara online yang nggak akan kita katakan secara langsung.
Ini sering sekali kita lakukan baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya, kita punya uneg-uneg terhadap orang lain dan kita mengungkapkannya di Facebook atau Twitter kita. Namun kita tidak mengatakannya secara personal kepada orang tersebut. Hal seperti ini akan sangat tidak sopan jadinya karena siapa yang melihat postingan itu akan membacanya dan tulisan yang sudah terbaca tidak akan bisa ditarik kembali walaupun sudah dihapus. Tak jarang ini menimbulkan perpecahan diantara teman dan teman. Akan lebih baik jika punya uneg-uneg, sampaikan langsung kepada orangnya.

3. Tidak melatih diri dengan bersikap baik.
Banyak yang berpikir kalau nggak apa-apa nggak berlatih bersikap baik di rumah karena jika nanti di luar, sikap seperti itu akan menyesuaikan dengan sendirinya. Namun, hal seperti itu tidak akan terjadi karena kita akan selalu membawa kebiasaan kita dan kebiasaan itu akan mempengaruhi sikap kita di luar, disadari atau tidak disadari. Misalnya orang yang biasa ngupil akan melakukannya di tempat umum tanpa ia sadari karena sudah menjadi kebiasaannya. Dan ini... euw....

4. Tidak tepat waktu.
Waktu adalah hal yang sangat berharga bagi siapapun dan siapapun tidak mau waktunya terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu atau tidak mengenakkan buatnya. Jadi, jika kita punya janji dengan orang lain, usahakan untuk tepat waktu. Sepuluh atau lima belas menit lebih awal juga akan lebih baik. Jika kita bisa menjaga waktu kita, orang lain akan menilai plus kita dan kita pun dianggap menghargai waktu orang lain.

5. Tidak tanggap situasi.
Pernahkah kita melihat seorang nenek yang sedang bersusah payah menyeberangi jalan? Atau pernahkah kita melihat orang tua yang berdiri karena tidak mendapatkan kursi di dalam bus? Nah, akan lebih baik kita menjadi lebih tanggap situasi dalam hal seperti ini. Bantu nenek itu menyeberang atau berikan bangkumu untuk orang tua itu. Atau, situasi yang lain dimana kita sedang menemani teman kita yang sedang berbelanja dan kantong yang dipegangnya banyak sekali. Akan lebih baik jika kita membantu meringankan bebannya, tapi tidak harus semuanya.

6. Tidak menghargai orang.
Mungkin kita adalah lulusan cum laude di universitas terkemuka di negara kita. Saat kita bekerja di suatu perusahaan, kita akan menemui orang-orang dengan level yang berbeda dengan kita, ada yang diatas atau ada yang dibawah kita. Akan tetapi, bukan berarti kita bisa terlalu membanggakan diri dan sombong karena kita adalah lulusan terbaik dan menganggap yang lain rendah. Jika itu kita lakukan, kita tidak akan dianggap oleh rekan sekantor kita. Oleh karena itu, dengan berbagai macam orang yang ada disana, kita harus menghargai orang lain. Walaupun kita ketemu dengan OB dengan pendidikan terakhir SMP.

7. Suka menyela pembicaraan.
Mungkin diantara kita ada yang suka menyela pembicaraan orang lain. Ketika dua orang sedang berbicara, kita masuk ditengah-tengahnya bukan untuk ikut larut dalam obrolan tetapi membuat kesan yang tidak mengenakkan. Hal seperti ini akan lebih baik mulai dikurangi dari sekarang karena jika terus dipelihara, sikap ini akan membuat reputasi kita menjadi tidak baik dimata orang lain.

ilustrasi: businessinsider.com

8. Terlalu sering menggunakan kata-kata kasar.
Tidak semua orang bisa terbiasa mendengar kata-kata kasar apalagi menggunakannya. Lagipula, menggunakan kata-kata kasar memang tidak akan membuat kita terlihat keren, justru malah membuat kita terlihat kurang berpendidikan. Orang akan dengan cepat menganggap kita tidak bisa menahan kata-kata dalam menyampaikan sesuatu. Oleh karena itu, yang masih sering menggunakan kata-kata kasar, harap dikurangi.

9. Tidak sabar.
Mungkin masih banyak diantara kita yang masih suka menuntut orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita minta dengan cepat, bahkan lebih cepat dari waktu yang normalnya dibutuhkan untuk menyelesaikan permintaan atau pesanan itu, dengan dalih kita sudah membayar orang itu. Ketahuilah kalau semua orang, termasuk kita sendiri, tidak hanya menempatkan waktu untuk pekerjaan saja. Orang juga butuh waktu dengan keluarganya atau dengan hal lainnya. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita lebih bersabar menunggu. Tidak hanya dalam konteks seperti ini, tetapi juga dalam konteks lainnya.

10. Tidak memperkenalkan.
Jika kita pergi bertemu seseorang dengan sahabat kita yang sudah kita kenal bertahun-tahun, akan lebih baik jika kita mengenalkan teman kita kepada seseorang itu. Kuncinya cukup berikan nama saja seperti, “Hana, ini Linda.” dan “Linda, ini Hana.” Ini tentu akan membuat obrolan menjadi lebih hangat.


Hm, bagaimana? Masih adakah diantara kita yang masih melakukan kesepuluh hal-hal diatas? Yuk, mari kita mengubah cara bersikap kita terhadap orang lain menjadi lebih baik lagi.

Thursday, May 11, 2017

9 Jenis Intelijensi

Waktu kita masih kecil, orangtua kita pernah memperkenalkan kita dengan temannya. Mungkin dengan bangga ada yang bilang bahwa kita adalah anak yang pintar. Tapi, tunggu dulu. Maksudnya pintar dalam hal apa, nih?

Seperti yang dijelaskan dalam tayangan Psych2Go, pada umumnya saat kita bilang seorang anak itu pintar, orang lain akan mengira kalau anak itu memiliki kemampuan akademik yang bagus di sekolah dan selalu mendapat nilai yang bagus. Atau, selalu juara satu di kelas. Walaupun begitu, nilai bagus dan rangking satu bukanlah patokan mutlak yang dapat mendeskripsikan seseorang itu cerdas. Kalau begitu patokannya, anak yang nggak juara kelas itu anak bodoh, gitu? Nggak adil, kan?

Setiap orang punya sisi kepintarannya sendiri. Tes intelijensi atau yang kita kenal dengan IQ test dapat mengukur setingkat mana kecerdasan seseorang. Tetapi, tes ini bukan tes benar salah seperti tes ujian sekolah, melainkan tes yang mengukur intelijensi seseorang berdasarkan jenis-jenis intelijensi. Dalam satu IQ test terdapat soal-soal yang mengukur inteligensi spasial, verbal dan matematis. Theory of Multiple Intelligences menjelaskan bahwa orang bisa cerdas dalam 9 bidang.

ilustrasi: shutterstock

1. Kecerdasan Alamiah (Naturalist Intelligence)
Mungkin kita bisa mengambil contoh tokoh Katniss Everdeen di cerita Hunger Games. Orang yang memiliki intelijensi alami adalah orang yang mempunyai kecerdasan dan kepekaan terhadap alam, atau hal-hal yang memang secara alami sudah ia miliki. Orang seperti ini bisa membedakan jenis-jenis hewan dan tumbuhan, bahkan yang bisa dimakan ataupun yang bisa dijadikan obat dan yang tidak. Tidak hanya itu, mereka juga tahu tanda-tanda langit seperti bentuk awan, rasi bintang dan juga tanda-tanda bahaya dari alam sebelum bencana terjadi. Orang yang mempunyai intelijensi alami dapat bertahan hidup di hutan rimba. Kalau di zaman modern seperti ini mungkin bisa dikatakan orang yang memiliki intelijensi alamiah bisa membedakan jenis-jenis make up dan jenis-jenis gadget.

2. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)
Orang yang memiliki intelijensi musik adalah orang yang akrab dengan suara, bunyi dan nada. Ya, orang seperti ini bisa membedakan bunyi nada, ritme, pitch dan kita langsung bisa menyimpulkan contohnya adalah seorang musisi. Biasanya beberapa orang yang memiliki intelijensi musik juga memiliki intelijensi matematis.

3. Kecerdasan Matematika Logis (Logical Matematical Intelligence)
Orang yang memiliki skor di bidang ini adalah orang yang bisa dan mengerti perhitungan-perhitungan dengan simbol seperti dalam matematika. Orang seperti ini bisa menggunakan rumus-rumus untuk mencari keterkaitan atau hubungan antara faktor satu dan faktor lainnya. Mereka juga memiliki penalaran yang logis terhadap sesuatu, mengeluarkan hipotesis, perhitungan dan mengumpulkan data. Orang yang memiliki intelijensi matematika logis ini biasanya adalah seorang peneliti atau saintis.

4. Kecerdasan Eksistensi (Existential Intelligence)
Orang yang memiliki skor tinggi di bidang ini adalah orang yang pandai berfilosofi. Mereka bisa menjawab hal-hal yang jawabannya belum pasti. Mereka memiliki intuisi yang kuat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan. Orang yang memiliki intelijensi eksistensi ini juga sering bingung dengan pemikirannya sendiri, bahkan pemikirannya itu terlalu jauh dengan orang biasanya. Contoh orang yang memiliki intelijensi semacam ini adalah para filusuf.

5. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal biasanya mampu berkomunikasi dengan baik dengan semua orang. Mereka juga bisa menyadari, mengerti, dan mengubah mood seseorang dan juga mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap setiap orang. Orang seperti ini akrab dengan kegiatan yang bersifat sosial seperti mengajar, membimbing dan bakti sosial.

6. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence)
Mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik sangat suka bergerak. Oleh karena itu, orang seperti ini memiliki kelebihan dalam kecepatan lari, ketangkasan gerak dan lincah. Mereka belajar dari latihan dan eksperimen olahraga. Ya, contohnya adalah para pemain sepakbola dan para atlet olahraga lainnya.

7. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence)
Mereka yang memiliki skor tinggi dalam bidang linguistik adalah orang yang dapat membedakan makna dan definisi dalam berbahasa lebih cepat dibanding orang pada umumnya.Orang yang memiliki kecerdasan linguistik biasanya menjadi seorang pembicara di depan umum, jurnalis, dan guru. Orang seperti ini memiliki kosakata jauh lebih banyak daripada orang pada umumnya. Anak yang memiliki kecerdasan linguistik bisa dilihat dari hobi yang menarik perhatiannya seperti membaca, menulis, dan bercerita.

8. Kecerdasan Intra-personal (Intra-personal Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan intra-personal adalah orang yang mampu mengerti pemikiran, gagasan dan perasaannya sendiri. Mereka juga membentuk semangat dan motivasi sendiri untuk mencapai tujuannya tanpa harus diiming-imingi hadiah. Tidak hanya itu, mereka juga mampu menghargai hasil kerja sendiri. Contoh orang yang memiliki kecerdasan intra-personal yang lebih dari orang lain adalah para psikolog.

9. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan spasial mampu mengidentifikasi ruang dan perspektif secara fisik. Orang seperti ini mampu membaca peta dengan baik dan mampu melihat atau memperkirakan atau menggambarkan sebuah objek dalam perspektif yang berbeda tanpa harus melihat langsung dari perspektif tersebut. Orang yang memiliki kecerdasan spasial tidak mudah tersesat, bahkan jika mereka diletakkan di labirin, mereka akan keluar lebih dahulu daripada orang biasa. Selain itu, mereka akrab dengan hal-hal grafis. Contoh orang yang memiliki kecerdasan spasial yang lebih dari orang biasa bekerja di pelayaran, bekerja sebagai pilot, seniman lukis, arsitek dan sebagainya.


Jadi, bidang intelijensi mana yang ada pada diri kita?

Friday, March 10, 2017

Kenapa Kita Suka Film Nonton Film Horor?

Mungkin diantara teman-teman kita ada yang hobi banget nonton film horor. Tiap akhir pekan ada saja film atau drama ber-genre horor yang di download padahal tahu kalau tindakan demikian adalah ilegal. Lalu, ketika ditonton, bukannya mereka berani-berani amat. Pada saat hantunya mau muncul mereka malah ketakutan setengah hidup. Jadi, walaupun takut, kenapa ya, mereka suka nonton film horor?

Menurut tayangan Kokbisa, orang yang merasa takut tetapi suka nonton film horor itu mungkin memiliki kepribadian tipe-T yang menyukai tantangan. Istilah kerennya adalah thrill-seeker. Menurut profesor di sebuah universitas di Philadelpia juga, Frank  Farley, orang yang berkepribadian tipe-T lebih suka merasakan sensasi yang ditimbulkan rasa takut sehingga bukannya menjauhi tantangan, malah justru mencarinya.

Sumber foto: FreeVector.com

Secara ilmiahpun bisa dijelaskan kalau manusia akan merasa takut jika ada ancaman yang mendekatinya, seperti dikejar hewan buas yang besar. Jadi, di zaman sekarang manusia pun bisa merasakan sensasi rasa takut tersebut dengan cara yang lebih aman. Misalnya, seperti teman kita yang dengan sengaja membeli tiket nonton film horor di bioskop dan menontonnya.

Saat menonton film horor, otak kita akan mengeluarkan hormon adrenalin yang nantinya akan merespon keadaan dengan bertarung atau melarikan diri. Akibat hormon adrenalin yang bekerja disaat kita sedang ketakutan, jantung kita akan memompa darah dengan lebih cepat, indera kita akan menjadi lebih tajam, otot juga menjadi lebih bertenaga walaupun belum makan. Ini dikarenakan tubuh kita membakar glukosa sebagai bahan bakar kinerja otak, otot, dan sel darah.

Uniknya, ada peneliti yang mengamati berapa kalori yang dikeluarkan tubuh jika menonton film horor tertentu. Akan tetapi ini bukan alasan untuk malas berolahraga, yah. Karena kalau cuma duduk sambil nonton film nggak bakalan banyak berpengaruh terhadap tumpukan lemak di perut kita. Apalagi kalau kita nontonnya sambil ngemil potato chips.

Secara psikologis, menonton film horor bisa membuat kita merasakan kepuasan batin. Karena kita tahu film horor yang kita tonton itu tidak nyata, walaupun ada catatannya “diilhami dari kisah nyata” tapi pada saat si tokoh antagonis jahat dalam cerita berhasil dikalahkan, kitapun juga merasa lega. Perasaan lega ini diakibatkan oleh otak kita yang mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi rasa stres dan sakit. Tidak hanya hormon endorfin, otak kita juga memproduksi hormon dopamin yang membuat kita merasa puas setelah mencapai sesuatu yang kita inginkan dari film yang kita tonton itu.

Selain itu, film horor ternyata nggak sekedar hanya film hantu saja. Film yang ada monster menyeramkan dan bunuh-bunuhan juga merupakan film horor. Ada juga yang menyebutnya dengan film thriller. Dengan mengikuti film yang menantang ini, kita juga akan merasa tertantang dan melupakan sejenak dunia nyata kita. Ya, artinya dengan menonton film horor bisa kita bisa melarikan diri dari tugas yang menumpuk dan omelan bos di kantor.


Jadi boleh-boleh saja kalau kita hobi nonton film horor untuk melarikan diri dari kenyataan. Namun sayang, hal itu hanya sementara karena dunia nyata toh nggak jelek-jelek amat dari dunia fiksi yang kita tonton dalam film horor. Jadi kamu suka film horor berjudul apa?

Saturday, February 25, 2017

Apakah Hubungannya Golongan Darah Dengan Sifat Kita?

Suatu hari, empat sekawan yang memiliki golongan darah berbeda berencana berlibur ke pantai. Di hari yang sudah ditentukan, si kawan bergolongan darah A sudah menyiapkan segala perlengkapan untuk bepergian. Sementara itu, si kawan bergolongan darah O mau ikut pergi tapi tanpa persiapan yang matang. Lain lagi halnya dengan si kawan bergolongan darah B yang berkata tidak ingat kalau ada janji bepergian hari itu. Si kawan bergolongan darah AB malah dengan cueknya membatalkan di hari H. Apakah kita percaya dengan jabaran sifat kawan kita yang bergolongan darah sama dengan si empat sekawan?

Sumber foto: gogoanime.tv

Contoh diatas merupakan contoh penggolongan sifat berdasarkan golongan darah yang sedang ngetrend saat ini. Tapi, sama halnya seperti horoskop ramalan bintang, penggolongan sifat berdasarkan golongan darah hanyalah sebuah ilmu yang sekiranya sederajat dengan ramalan bintang. Jika kita yang bergolongan darah A dan merasa hidup kita teratur, kita akan merasakan bahwa yang dikatakan dalam buku Simple Thinking Of Blood Type karya Park Dong Sun adalah sebuah kebenaran. Sekali lagi, itu hanyalah efek barnum, atau sesuatu yang kita anggap benar karena langsung ditujukan khusus kepada kita. Tapi bagaimana jika kalau memang ada nyata teman kita yang bergolongan darah sama sesuai dengan penggolongan sifatnya?

Menurut tayangan di Kokbisa, hal tersebut bisa dijelaskan dengan confirmation bias. Maksudnya, kita sebagai manusia suka mencari tahu tentang info-info yang ada kemudian mengkaitkannya dengan keyakinan atau ekspektasi kita. Pada akhirnya, kita menjadi percaya kalau orang bergolongan darah A sifatnya sangat teratur dan patuh pada peraturan. Padahal kita nggak tahu kalau ternyata maling yang nyolong ayam tetangga kemarin malam bergolongan darah A.

Hingga saat inipun, hubungan antara golongan darah dengan sifat seseorang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Memang sudah ada peneliti yang mencoba, akan tetapi hasilnya dianggap kurang valid dan mengandung unsur politis seperti yang sudah dilakukan seorang psikolog asal Jepang, Takeji Furukawa pada tahun 1920-an. Pada saat itu, pemerintah Jepang sedang melakukan perluasan wilayah jajahan ke negara-negara di Asia Timur. Akan tetapi, tentara Jepang menghadapi masalah dengan warga Taiwan yang melawan. Jadi, Profesor Furukawa ingin tahu bagaimana penggolongan sifat orang Taiwan berdasarkan golongan darahnya.

Beberapa tahun kemudian, sebuah buku berjudul Ketsuekigata Ningen-gaku atau Blood Type Humanics karya seorang jurnalis bernama Masahiko Nomi terbit. Buku ini dianggap kurang valid, namun Masahiko menyajikan data statistik yang meyakinkan sehingga buku itu laris dan penggolongan sifat berdasarkan golongan darah semakin populer di Asia Timur. Bahkan banyak biro jodoh disana yang berpatokan dengan ketsuekigata.


Seperti halnya ramalan bintang, mengetahui sifat seseorang, apalagi gebetan incaran, melalui penggolongan sifat berdasarkan golongan darah memang menarik. Tapi akan lebih baik tanya langsung dan ngobrol langsung saja daripada repot-repot lihat horoskop segala versi. Karena versi sifat si gebetan yang validnya pasti dari dianya sendiri. Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat dan cepat dapat gebetan bagi yang masih jomblo.