Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Tuesday, July 11, 2017

Apa Yang Terjadi Kalau Es di Bumi Mencair?

Pasti kita sudah pernah mendengar kalau bumi kita sebagian besarnya terdiri dari air. Apakah itu air asin yang ada di laut, di sungai-sungai dan danau yang ada di daratan, dan di awan yang ada di udara. Tak lupa pula air juga ada di dispenser dan kulkas rumah kita. Air yang ada di bumi kita tidak selalu dalam bentuk cair. Bahkan sebenarnya 3% air di bumi adalah air beku yang berbentuk, tentu saja, es.

Apa yang terjadi jika es-es di bumi ini semuanya berubah wujud menjadi bentuk cairnya?

Berdasarkan tayangan di Kok Bisa, ada beberapa skenario yang dikemukakan oleh peneliti tentang ini. Skenario perihal mencairnya es bukanlah skenario happy ending kayak drama India.

Sumber foto: phsy.org

Skenario pertama yang dikemukakan jika es di bumi mencair adalah naiknya permukaan air laut. Kalau es yang mencair hanyalah es yang mengapung-apung di kutub utara, kenaikan permukaan air laut tidak akan terlalu terlihat secara signifikan. Seperti halnya batu es yang mengapung di segelas kopi dingin, es itu akan mencair akan tetapi tidak akan membuat kopi dinginnya penuh lagi. Hal ini dikarenakan volume air dalam bentuk es dan cair adalah sama. Bahkan ada penelitian yang membuktikan volume air dalam bentuk cair lebih ringan nol koma sekian miligram!

Namun, akan jadi cerita yang berbeda jika es di daratan Alaska dan Greenland ikutan mencair. Permukaan air laut akan naik kira-kira hingga 7 meter. Itu baru semua es yang ada di kutub utara. Bagaimana kejadiannya jika es yang di kutub selatan juga mencair? Jelas, keadaannya akan lebih celaka lagi daripada tsunami Aceh tahun 2004. Benua Antartika adalah tempat yang nyaris tak berpenghuni saking dinginnya karena disana lebih banyak es daripada daratannya. 90% es di bumi tersimpan disana. Jika es di kutub utara meleleh, maka permukaan air akan naik sektiar 61 meter, dan itu dua kali lipat lebih gelombang tsunami terparah pada tahun 2004 di Aceh.

Skenario lainnya yang diungkapkan adalah berubahnya iklim di bumi. Jika es yang notabene adalah air tawar mencair, maka salinitas atau kadar garam di lautan akan menurun. Catatan bahwa salinitas air laut sangat berpengaruh pada arus air laut, sehingga dapat berpengaruh kepada iklim di bumi yang sekarang saja sudah tidak jelas lagi dan juga migrasi ikan-ikan yang ada di lautan. Bisa-bisa kita akan mengalami krisis ikan karena ikan laut sangat tergantung dengan keasinan air untuk bertahan hidup.

Sumber foto: climate-change-guide.com

Skenario terakhir adalah yang paling parah, yaitu pemanasan global yang makin parah. Peran es yang ada di kutub utara dan selatan sebenarnya bukanlah hanya cadangan air di bumi, tetapi juga sebagai cermin bumi. Maksudnya, bumi kita kan setiap saat terpapar oleh sinar matahari. Jadi, sinar matahari yang masuk ke bumi ada yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan es-es yang ada di kutub dan ada yang diserap bumi. Sinar matahari yang sudah ada sekarang saja membuat bumi dan penghuninya kepanasan, apalagi kalau cermin-cermin es di bumi juga lenyap. Nggak akan kebayang betapa panasnya nanti bumi kita. Itu baru es yang di kedua kutub bumi, belum lagi permafrost atau es yang ada di dalam bumi. Jika permafrost ikut mencair, maka zat-zat karbon yang ada di dalam bumi pun ikut terurai dan akan menambah panasnya bumi kita.

Walaupun skenario diatas masih prediksi ilmiah semata, namun ada baiknya kita mulai mengambil tindakan untuk mencegah hal-hal seperti ini akan terjadi. Contohnya dengan menghemat penggunaan energi dan tindakan lain yang dapat mencegah pemanasan global semakin panas. By the way, dulu bumi sempat tidak punya es sama sekali, lho. Masa itu disebut dengan Epos Eocene yang terjadi pada 56-33 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, bisa saja masa itu terjadi lagi di masa yang akan datang. Akan tetapi, seperti skenario yang dijabarkan diatas tadi, tidak ada yang berakhir dengan happy ending, justru dapat membahayakan jiwa para penghuni bumi ini.


Jadi, langkah apa saja yang sudah kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global?

Monday, July 10, 2017

Benarkah Minyak Bumi Di Dunia Akan Habis?

Minyak bumi merupakan kebutuhan kita. Hampir semua aspek kehidupan kita sebenarnya berkaitan dengan penggunaan minyak bumi. Mungkin kita belum menyadarinya, kecuali kalau ada orang yang dengan sabar menjelaskan satu persatu kalau kendaraan dan listrik yang kita gunakan sehari-hari menggunakan minyak bumi dalam pengoperasiannya. Begitu juga, pabrik yang memproduksi mie instan sampai alat-alat kosmetik.

Minyak bumi sangat penting dalam kehidupan kita, dan juga bisa mendatangkan rejeki yang melimpah bagi baba raja minyak di arab sana. Yak, saking penting dan menguntungkannya, minyak bumi juga bisa menimbulkan konflik karena berebut kekuasaan daerah yang berpotensi memiliki minyak bumi terbesar di dunia. Sementara ada yang rebutan minyak, terpikirkah kalau minyak bumi di dunia ini bisa habis? Atau minyak bumi ini memang stoknya unlimited?

Sumber foto: lokaltuban.blogspot.com

Menurut tayangan di Kok Bisa, sebuah analisis mengatakan bahwa kita sudah melewati puncak produksi minyak dunia di tahun 2008. Kemudian, diperkirakan produksi minyak akan terus menurun setelah tahun 2008 sampai 40 hingga 50 tahun ke depan. Artinya, menurut analisis ini produksi minyak bumi akan pelan-pelan habis. Prediksi ini sudah dilihat dengan pengamatan kemampuan produksi pabrik minyak bumi di negara-negara arab seperti Arab Saudi, UEA, Iran, dan lainnya.

Analisis lainnya mengatakan bahwa minyak di bumi kita tidak akan habis dalam puluhan hingga ratusan tahun ke depan. Karena, semakin berkembangnya teknologi, teknik pengeboran minyak bumi akan semakin canggih hingga dapat menjangkau minyak bumi yang lokasinya jauh lebih dalam. Kemudian, ada pendapat lainnya juga yang mengatakan bahwa ketika minyak bumi semakin terbatas, manusia akan mencari alternatif dan menemukan teknologi yang hemat minyak sehingga stok minyak bumi akan terus tetap ada.

Selain itu, terlepas dari masalah stok minyak bumi yang semakin menipis, sejatinya kita memang harus mencari atau menemukan teknologi alternatif yang lebih ramah dari minyak. Karena seperti yang kita tahu, penggunaan minyak bumi pada mesin-mesin pabrik dan, lebih dekatnya, knalpot kendaraan kita menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan, baik di daratan, perairan maupun udara. Selain itu, kita juga perlu mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain yang memproduksi minyak.

Sumber foto: habibullah259.blogspot.com

Akan tetapi, hal ini memanglah tidak mudah. Butuh bertahun-tahun untuk membuat wacana ini menjadi kenyataan karena segala aspek kehidupan kita bergantung dengan minyak bumi sebagai sumber energi. Akan sangat sulit untuk menggantikannya dengan energi lain. Oleh karena itu, marilah kita berkontribusi dengan melakukan aksi yang sanggup kita lakukan kalau belum bisa menemukan pembangkit listrik dengan pohon kedondong seperti Dek Naufal. Yaaah, misalnya menghemat energi.


Terima kasih telah membaca. Dan jangan sungkan untuk berbagi.

Thursday, May 11, 2017

9 Jenis Intelijensi

Waktu kita masih kecil, orangtua kita pernah memperkenalkan kita dengan temannya. Mungkin dengan bangga ada yang bilang bahwa kita adalah anak yang pintar. Tapi, tunggu dulu. Maksudnya pintar dalam hal apa, nih?

Seperti yang dijelaskan dalam tayangan Psych2Go, pada umumnya saat kita bilang seorang anak itu pintar, orang lain akan mengira kalau anak itu memiliki kemampuan akademik yang bagus di sekolah dan selalu mendapat nilai yang bagus. Atau, selalu juara satu di kelas. Walaupun begitu, nilai bagus dan rangking satu bukanlah patokan mutlak yang dapat mendeskripsikan seseorang itu cerdas. Kalau begitu patokannya, anak yang nggak juara kelas itu anak bodoh, gitu? Nggak adil, kan?

Setiap orang punya sisi kepintarannya sendiri. Tes intelijensi atau yang kita kenal dengan IQ test dapat mengukur setingkat mana kecerdasan seseorang. Tetapi, tes ini bukan tes benar salah seperti tes ujian sekolah, melainkan tes yang mengukur intelijensi seseorang berdasarkan jenis-jenis intelijensi. Dalam satu IQ test terdapat soal-soal yang mengukur inteligensi spasial, verbal dan matematis. Theory of Multiple Intelligences menjelaskan bahwa orang bisa cerdas dalam 9 bidang.

ilustrasi: shutterstock

1. Kecerdasan Alamiah (Naturalist Intelligence)
Mungkin kita bisa mengambil contoh tokoh Katniss Everdeen di cerita Hunger Games. Orang yang memiliki intelijensi alami adalah orang yang mempunyai kecerdasan dan kepekaan terhadap alam, atau hal-hal yang memang secara alami sudah ia miliki. Orang seperti ini bisa membedakan jenis-jenis hewan dan tumbuhan, bahkan yang bisa dimakan ataupun yang bisa dijadikan obat dan yang tidak. Tidak hanya itu, mereka juga tahu tanda-tanda langit seperti bentuk awan, rasi bintang dan juga tanda-tanda bahaya dari alam sebelum bencana terjadi. Orang yang mempunyai intelijensi alami dapat bertahan hidup di hutan rimba. Kalau di zaman modern seperti ini mungkin bisa dikatakan orang yang memiliki intelijensi alamiah bisa membedakan jenis-jenis make up dan jenis-jenis gadget.

2. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)
Orang yang memiliki intelijensi musik adalah orang yang akrab dengan suara, bunyi dan nada. Ya, orang seperti ini bisa membedakan bunyi nada, ritme, pitch dan kita langsung bisa menyimpulkan contohnya adalah seorang musisi. Biasanya beberapa orang yang memiliki intelijensi musik juga memiliki intelijensi matematis.

3. Kecerdasan Matematika Logis (Logical Matematical Intelligence)
Orang yang memiliki skor di bidang ini adalah orang yang bisa dan mengerti perhitungan-perhitungan dengan simbol seperti dalam matematika. Orang seperti ini bisa menggunakan rumus-rumus untuk mencari keterkaitan atau hubungan antara faktor satu dan faktor lainnya. Mereka juga memiliki penalaran yang logis terhadap sesuatu, mengeluarkan hipotesis, perhitungan dan mengumpulkan data. Orang yang memiliki intelijensi matematika logis ini biasanya adalah seorang peneliti atau saintis.

4. Kecerdasan Eksistensi (Existential Intelligence)
Orang yang memiliki skor tinggi di bidang ini adalah orang yang pandai berfilosofi. Mereka bisa menjawab hal-hal yang jawabannya belum pasti. Mereka memiliki intuisi yang kuat dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan. Orang yang memiliki intelijensi eksistensi ini juga sering bingung dengan pemikirannya sendiri, bahkan pemikirannya itu terlalu jauh dengan orang biasanya. Contoh orang yang memiliki intelijensi semacam ini adalah para filusuf.

5. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal biasanya mampu berkomunikasi dengan baik dengan semua orang. Mereka juga bisa menyadari, mengerti, dan mengubah mood seseorang dan juga mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap setiap orang. Orang seperti ini akrab dengan kegiatan yang bersifat sosial seperti mengajar, membimbing dan bakti sosial.

6. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic Intelligence)
Mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik sangat suka bergerak. Oleh karena itu, orang seperti ini memiliki kelebihan dalam kecepatan lari, ketangkasan gerak dan lincah. Mereka belajar dari latihan dan eksperimen olahraga. Ya, contohnya adalah para pemain sepakbola dan para atlet olahraga lainnya.

7. Kecerdasan Linguistik (Linguistic Intelligence)
Mereka yang memiliki skor tinggi dalam bidang linguistik adalah orang yang dapat membedakan makna dan definisi dalam berbahasa lebih cepat dibanding orang pada umumnya.Orang yang memiliki kecerdasan linguistik biasanya menjadi seorang pembicara di depan umum, jurnalis, dan guru. Orang seperti ini memiliki kosakata jauh lebih banyak daripada orang pada umumnya. Anak yang memiliki kecerdasan linguistik bisa dilihat dari hobi yang menarik perhatiannya seperti membaca, menulis, dan bercerita.

8. Kecerdasan Intra-personal (Intra-personal Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan intra-personal adalah orang yang mampu mengerti pemikiran, gagasan dan perasaannya sendiri. Mereka juga membentuk semangat dan motivasi sendiri untuk mencapai tujuannya tanpa harus diiming-imingi hadiah. Tidak hanya itu, mereka juga mampu menghargai hasil kerja sendiri. Contoh orang yang memiliki kecerdasan intra-personal yang lebih dari orang lain adalah para psikolog.

9. Kecerdasan Spasial (Spatial Intelligence)
Orang yang memiliki kecerdasan spasial mampu mengidentifikasi ruang dan perspektif secara fisik. Orang seperti ini mampu membaca peta dengan baik dan mampu melihat atau memperkirakan atau menggambarkan sebuah objek dalam perspektif yang berbeda tanpa harus melihat langsung dari perspektif tersebut. Orang yang memiliki kecerdasan spasial tidak mudah tersesat, bahkan jika mereka diletakkan di labirin, mereka akan keluar lebih dahulu daripada orang biasa. Selain itu, mereka akrab dengan hal-hal grafis. Contoh orang yang memiliki kecerdasan spasial yang lebih dari orang biasa bekerja di pelayaran, bekerja sebagai pilot, seniman lukis, arsitek dan sebagainya.


Jadi, bidang intelijensi mana yang ada pada diri kita?

Friday, April 28, 2017

Apa Yang Akan Terjadi Kalau Kita Berhenti Mengkonsumsi Gula?

Siapa, sih yang nggak suka kue yang manis-manis? Kue yang rasanya manis tentunya berasal dari kandungan gula yang ada pada adonan kue tersebut. Memang rasa manisnya gula dapat membuat kita berenergi dan mungkin bisa menambah mood ceria kita. Akan tetapi, gula bisa menyebabkan kegemukan bila dikonsumsi berlebihan. Bagi yang merasa sudah kelebihan berat badan, tentunya orang itu akan mencoba sekuat tenaga untuk menghindari makanan atau minuman yang manis-manis agar kadar gulanya dalam tubuhnya terjaga.

Lalu, apa yang terjadi kalau kita berhenti mengkonsumsi gula? Tamara Freuman dalam tayangan di Tech Insider menjelaskan bahwa akan ada perubahan dalam tubuh kita dalam hitungan jam. Yang pertama adalah perubahan kadar hormon dalam tubuh. Berhenti mengonsumsi gula bisa menurunkan kadar hormon insulin dalam tubuh kita. Hormon insulin yang berfungsi mengatur gula dalam tubuh dan mengubah gula itu menjadi glukosa. Glukosa yang dihasilkan insulin dapat menambah berat badan kita dan membentuk lemak.

ilustrasi: dreamstime.com

Memang sangat susah untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak menjadi kalori ketika kita memiliki insulin yang terus bekerja. Akan tetapi, jika kita berhenti mengonsumsi gula, tubuh kita akan lebih mudah menggunakan lemak yang sudah tersimpan di dalam tubuh kita dan membakarnya menjadi energi.

Selanjutnya, dalam beberapa hari kita akan menyadari kalau kadar lemak dalam tubuh mulai berkurang, terutama lemak trigliserin yang ada di pembuluh darah. Berkurangnya lemak trigliserin bisa menghindarkan kita dari penyakit jantung dan menurunkan kolesterol jahat atau LDL.

Perubahan lainnya yang terjadi adalah pengecap rasa kita bisa berubah. Misalnya ketika kita mencicip kue donat yang biasanya kadar manisnya normal menjadi sangat manis. Dan itu akan membuatmu tidak enak karena manisnya berlebihan. Indera pengecap kita beradaptasi karena sudah beberapa lama tidak mengkonsumsi gula. Akan tetapi, perubahan itu membuat kita menjadi lebih mudah menghindari pemakaian gula dalam makanan kita.


Bagaimana? Siap untuk mencoba berhenti makan gula?

Friday, March 10, 2017

Bisakah Telur Rebus “Dimentahkan” Kembali?

Hm, ketika mendengar pertanyaan seperti ini, banyak dari kita yang akan menjawab tidak mungkin. Namun ternyata, bisa. Apa yang dihasilkan dari energi panas terhadap telur bisa dikembalikan ke bentuk semula dengan energi mekanik. Seorang peneliti di Flinders University, Australia menemukan alat yang dapat “mementahkan” telur rebus.

Maksud dari “mementahkan” telur rebus disini adalah melepas struktur protein yang tersusun dalam sebutir telur. Pada dasarnya telur mengandung air dan protein, dan protein memiliki sifat saling mengikat. Dalam keadaan mentah, ikatan protein pada telur tidaklah begitu erat, makanya kita melihat telur mentah itu encer tetapi agak-agak kenyal. Ketika direbus, protein telur menjadi terbuka dari ikatan awalnya dan melipat. Proses ini disebut dengan denaturing. Semakin panas dan lama telur dipanaskan, protein dalam telur itu akan semakin saling terikat dan membentuk ikatan dengan protein-protein lainnya dalam jumlah yang banyak yang kemudian membentuk menjadi begitu solid atau padat, seperti yang terjadi pada sebutir telur rebus.

Sumber foto: thenakedscientists.com

Walaupun kelihatannya padat, tetapi telur rebus tidaklah begitu padat seperti kentang. Jika dipegang, telur rebus itu kenyal dalam wujudnya yang padatnya. Menurut pandangan ilmu kimia tentang prinsip kemampuan zat mikroskopis atau principle of microscopic reversibility, semua zat mikroskopik, seperti zat protein dalam telur, bisa kembali ke bentuk asalnya jika ditelusuri. Jika memanaskan zat protein dapat mengikat protein itu sendiri seperti yang terjadi pada telur rebus, dan juga apabila didinginkan hanya akan membekukan ikatan protein itu, maka bagaimana caranya agar bisa “mementahkan” kembali telur rebus tadi?

Untuk mengembalikan struktur protein yang ada di dalam sebuah telur rebus ke bentuk mentahnya, bisa dilakukan dengan cara memutarnya dengan sangat, sangat, sangat cepat. Caranya adalah sebagai berikut, seperti yang dijelaskan pada tayangan TED-ed.

Pertama, telur yang sudah direbus dikupas dulu kulitnya, lalu direndam dalam air yang dicampur zat urea. Setelah itu, putih telur yang menjadi cair itu dimasukkan ke dalam sebuah alat bernama Vortex Fluids Device dan diputar dengan kecepatan 5000 putaran per menit. Sehingga, protein di dalam telur tersebut berputar, terlepas ikatan proteinnya, dan kembali ke bentuk semulanya. Metode ini tidak bisa dilakukan jika kulit telur tersebut tidak dikupas. Jadi, telur yang sudah kembali mentah ini tidak bisa lagi dimakan, ya.


Sains memang luar biasa, bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ya, mungkin kita bisa mementahkan telur rebus. Namun sayangnya, kita belum bisa mementahkan kembali telur ceplok yang digoreng. Ada yang ingin jadi ilmuwan dan menemukan caranya?

Apa Itu Cinta (Menurut Sains)?

Siapa sih yang nggak tau cinta? Anak kecil aja sekarang udah main cinta-cintaan pakai panggilan ayah bunda bikin para jomblo diatas 23 tahun jadi keki. Tapi, sebenarnya cinta itu apaan sih?

Cinta bisa didefinisikan dari berbagai sudut pandang dan tujuan. Mulai dari kebutuhan untuk bertahan hidup, tafsiran para filusuf, dan lain-lain. Begitu juga dalam sains, cinta juga mempunyai sudut pandang tersendiri.

Seperti yang dijelaskan Kokbisa, dalam neuroscience, cinta terjadi karena ada reaksi kimia yang “membanjiri” otak kita. Saat sedang menyukai orang lain, bagian hipotalamus otak kita memproduksi hormon oxytocin yang kadarnya lebih dari biasanya. Akibatnya perasaan stres kita menjadi berkurang. Selain oxytocin, hipotalamus juga memproduksi hormon vasopressin yang mengatur tekanan darah kita. Kedua hormon ini bersirkulasi dalam otak hingga membentuk senyawa dopamine yang membuat pikiran kita tidak bisa lepas dari orang yang kita suka.


Sumber foto: FreeDesignFile.com

Tentu saja, kalau pikiran kita sudah tak bisa lepas dari si dia, duniapun jadi milik berdua. Yang lainnya, ngontrak.

Lalu, kenapa waktu kita diputusin kita menjadi sedih, murung, hingga nggak mau keluar kamar selama seminggu?

Oke, reaksi yang terakhir memang berlebihan. Tetapi, kita menjadi sedih saat diputusin karena ada pergolakan di otak kita. Sementara itu, otak kita terus memproduksi senyawa dopamine yang membuat kita tetap mengingat si dia walaupun hubungan sudah berakhir. Hal ini yang membuat seseorang susah untuk move on.

Selain itu, bagian otak kita yang disebut orbital frontal cortex mengatur emosi kita yang sedang bergejolak. Bagian otak ini mendorong kita untuk melupakan si dia karena sudah tidak ada hubungan lagi. Tetapi disamping itu, dopamine yang diproduksi terus memotivasi kita untuk mengingat si dia. Jadi, kedua bagian otak ini saling bertentangan yang ujungnya menjadi kesedihan buat kita yang diputusin atau memutuskan hubungan dengan si dia.

Uniknya, cinta buta juga nyata dalam sains. Saat kita menyukai seseorang, otak kita pun bereaksi. Kemudian, di dalam otak kita ada bagian yang mengatur cara kita menilai baik atau buruknya sesuatu, misalnya enak atau tidaknya makanan yang kita makan. Saat otak kita bereaksi, bagian otak yang mengatur cara menilai ini terkadang ternonaktifkan sehingga hal ini yang membuat kita menjadi tidak bisa atau tidak pernah menilai baik buruknya orang yang kita sukai. Cinta buta itu kan?


Kenapa Kita Suka Film Nonton Film Horor?

Mungkin diantara teman-teman kita ada yang hobi banget nonton film horor. Tiap akhir pekan ada saja film atau drama ber-genre horor yang di download padahal tahu kalau tindakan demikian adalah ilegal. Lalu, ketika ditonton, bukannya mereka berani-berani amat. Pada saat hantunya mau muncul mereka malah ketakutan setengah hidup. Jadi, walaupun takut, kenapa ya, mereka suka nonton film horor?

Menurut tayangan Kokbisa, orang yang merasa takut tetapi suka nonton film horor itu mungkin memiliki kepribadian tipe-T yang menyukai tantangan. Istilah kerennya adalah thrill-seeker. Menurut profesor di sebuah universitas di Philadelpia juga, Frank  Farley, orang yang berkepribadian tipe-T lebih suka merasakan sensasi yang ditimbulkan rasa takut sehingga bukannya menjauhi tantangan, malah justru mencarinya.

Sumber foto: FreeVector.com

Secara ilmiahpun bisa dijelaskan kalau manusia akan merasa takut jika ada ancaman yang mendekatinya, seperti dikejar hewan buas yang besar. Jadi, di zaman sekarang manusia pun bisa merasakan sensasi rasa takut tersebut dengan cara yang lebih aman. Misalnya, seperti teman kita yang dengan sengaja membeli tiket nonton film horor di bioskop dan menontonnya.

Saat menonton film horor, otak kita akan mengeluarkan hormon adrenalin yang nantinya akan merespon keadaan dengan bertarung atau melarikan diri. Akibat hormon adrenalin yang bekerja disaat kita sedang ketakutan, jantung kita akan memompa darah dengan lebih cepat, indera kita akan menjadi lebih tajam, otot juga menjadi lebih bertenaga walaupun belum makan. Ini dikarenakan tubuh kita membakar glukosa sebagai bahan bakar kinerja otak, otot, dan sel darah.

Uniknya, ada peneliti yang mengamati berapa kalori yang dikeluarkan tubuh jika menonton film horor tertentu. Akan tetapi ini bukan alasan untuk malas berolahraga, yah. Karena kalau cuma duduk sambil nonton film nggak bakalan banyak berpengaruh terhadap tumpukan lemak di perut kita. Apalagi kalau kita nontonnya sambil ngemil potato chips.

Secara psikologis, menonton film horor bisa membuat kita merasakan kepuasan batin. Karena kita tahu film horor yang kita tonton itu tidak nyata, walaupun ada catatannya “diilhami dari kisah nyata” tapi pada saat si tokoh antagonis jahat dalam cerita berhasil dikalahkan, kitapun juga merasa lega. Perasaan lega ini diakibatkan oleh otak kita yang mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi rasa stres dan sakit. Tidak hanya hormon endorfin, otak kita juga memproduksi hormon dopamin yang membuat kita merasa puas setelah mencapai sesuatu yang kita inginkan dari film yang kita tonton itu.

Selain itu, film horor ternyata nggak sekedar hanya film hantu saja. Film yang ada monster menyeramkan dan bunuh-bunuhan juga merupakan film horor. Ada juga yang menyebutnya dengan film thriller. Dengan mengikuti film yang menantang ini, kita juga akan merasa tertantang dan melupakan sejenak dunia nyata kita. Ya, artinya dengan menonton film horor bisa kita bisa melarikan diri dari tugas yang menumpuk dan omelan bos di kantor.


Jadi boleh-boleh saja kalau kita hobi nonton film horor untuk melarikan diri dari kenyataan. Namun sayang, hal itu hanya sementara karena dunia nyata toh nggak jelek-jelek amat dari dunia fiksi yang kita tonton dalam film horor. Jadi kamu suka film horor berjudul apa?

Bagaimana Tahi Lalat Di Tubuh Kita Terbentuk?

Diantara kita pasti ada yang punya tahi lalat. Seperti yang dijelaskan Kokbisa, umumnya orang memiliki 10 sampai 40 tahi lalat di tubuhnya. Kalau di wajah, biasanya orang mengatakannya sebagai pemanis. Sementara jika ada di bagian tubuh lain kita hanya menyebutnya tahi lalat saja. Tapi, penasaran nggak sih bagaimana tahi lalat itu bisa terbentuk? Apa benar dari lalat yang hinggap terus pup di lengan kita?

Sumber foto: dreamstime.com

Ternyata tahi lalat tidak ada hubungannya dengan serangga bernama lalat. Di dalam bidang medis, tahi lalat disebut nevus. Tahi lalat di tubuh kita terbentuk karena sel melanocyte berkumpul pada satu bagian kulit kita. Tempat berkumpulnya sel ini membuat bagian kulit kita menjadi gelap dan menghitam seiring berjalannya waktu, apalagi jika kita sering terpapar sinar matahari. Makanya itu, bule-bule yang suka berjemur punya banyak tahi lalat kecil-kecil walaupun warnanya tidak sampai hitam gelap dan menonjol di kulit.

Banyak sedikitnya tahi lalat kita itu tergantung dengan bawaan gen dari keturunan kita. Akan tetapi harus hati-hati juga, banyaknya tahi lalat di kulit bisa menandakan bahwa tubuh kita rentan terhadap kanker kulit melanoma. Kanker kulit ini bisa tumbuh di sekitar tahi lalat, ditandai dengan semakin membesarnya tahi lalat yang timbul di tubuh kita. Oleh karena itu, jika dirasa ada tahi lalat yang terus terusan membesar, ada baiknya segera cek ke dokter.


Jadi, sekarang kita tahu bagaimana tahi lalat itu terbentuk dan semoga kita tidak perlu malu dengan tahi lalat yang muncul di tubuh kita. Bisa jadi, tahi lalat itu adalah tanda buat kita supaya nggak ketukar dengan kembaran kita. Sekian dan terima kasih telah membaca.

Tuesday, March 07, 2017

Kenapa Golongan Darah Manusia Berbeda?

Manusia mana yang tidak pernah punya darah? Ya, semua manusia yang hidup memiliki darah di dalam tubuhnya. Dan seperti yang kita tahu, darah kita berwarna merah. Tetapi, kenapa darah manusia ada golongan-golongannya segala? Kan warnanya sama?

Menurut tayangan di Kokbisa, golongan darah manusia dulunya kita kira sama. Kemudian, ditemukanlah teknologi transfusi darah oleh manusia zaman dahulu saat seseorang kekurangan darah dan memerlukan darah tambahan di dalam tubuhnya. Akan tetapi, ternyata banyak pasien yang meninggal karena transfusi darah tersebut. Hal ini dikarenakan darah yang ditransfer ke tubuh pasien tidak cocok dengan darah yang ada di dalam tubuh pasien.

Sumber foto: canstockphoto.com

Kemudian, seorang peneliti bernama Karl Leindsteiner menemukan bahwa darah manusia memiliki golongan yaitu golongan darah A, B dan O. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan medis, penggolongan darah ternyata tidak hanya 3 saja. Ada golongan darah AB, kemudian sekarang ada juga golongan darah A, B, O dan AB yang terbagi lagi atas rhesus factor-nya. Dalam medis, tanda rhesus ditandai dengan tanda plus (+) dan yang tidak ada rhesus maka ditandai dengan strip (-).

Secara garis besarnya, darah manusia bisa berbeda karena di dalam sel darah manusia ada antigen. Antigen adalah tanda pengenal bagi sistem kekebalan tubuh untuk mengetahui ada atau tidaknya zat asing di dalam tubuh kita. Jadi, golongan darah A dimiliki orang yang di tubuhnya ada antigen A, golongan darah B dimiliki orang yang memiliki antigen B, golongan darah AB dimiliki orang yang memiliki antigen A dan B, sedangkan orang yang bergolongan darah O tidak memiliki antigen.

Jadi, sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki golongan darah A hanya akan mengenali golongan darah A saja melalui properti antigen A-nya. Jika di darah orang bergolongan darah A tersebut berisi golongan darah lain, maka antibodi yang dimiliki orang tersebut akan mengenali golongan darah lain sebagai objek yang membahayakan tubuh. Sehingga antibodi dari sistem kekebalan tubuh orang tersebut menyerang sel darah B yang masuk. Reaksi antibodi dan sel darah ini akan mengakibatkan penggumpalan darah dan dapat mengakibatkan kematian.

Begitu juga halnya yang terjadi pada sesama golongan darah B tetapi berbeda rhesus. Orang yang memiliki golongan darah B- tidak akan menerima golongan darah B+ karena rhesus yang berbeda. Rhesus itu akan dikenal sebagai objek berbahaya oleh antibodi kita.


Jadi, sudah mengerti kan mengapa darah kita berbeda dan tidak boleh sembarangan transfusi walaupun golongan darahnya sama? Tapi, jika kita ingin donor darah juga tidak apa-apa, malah donor darah itu ternyata bagus untuk kesehatan kita. Karena sel darah dalam tubuh kita yang berkurang akibat didonor akan digantikan dengan sel darah yang baru, yang lebih sehat. Sudahkah kamu mendonor darah?

Monday, March 06, 2017

Gimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari?

Tahun lalu, 2016, seluruh dunia dihebohkan dengan sebuah fenomena alam bernama gerhana matahari total. Di Indonesia sendiri, gerhana matahari total tahun lalu dapat terlihat di beberapa kota. Akan tetapi tidak semuanya bisa melihat gerhana matahari yang membuat langit menjadi gelap di pagi hari itu. Beberapa kota lainnya hanya bisa melihat 80%, bahkan hanya setengah. Eh, tunggu, tunggu. Sebenarnya apa sih gerhana matahari itu?

Sumber foto: theguardian.com

Gerhana matahari adalah fenomena alam ketika matahari tertutup bulan yang terjadi dalam beberapa waktu. Gerhana matahari juga terbagi dua jenis, yaitu gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian. Proses terjadinya gerhana matahari ini disebabkan karena letak bulan yang berada diantara bumi kita dan matahari. Bulan ini menutupi sinar matahari yang seharusnya sampai ke bumi sehingga menghasilkan bayangan. Nah, bayangan inilah yang membuat langit menjadi lebih gelap di siang hari dan matahari terlihat menghilang jika dilihat dari bumi.

Sumber foto: bartelso.weebly.com

Bayangan yang dihasilkan dari gerhana matahari pun ada dua macam yang membuat jenis gerhana matahari tadi menjadi dua. Pertama, bayangan penumbra. Bayangan ini tidak sepenuhnya menutup cahaya matahari yang menuju bumi. Jika kita lihat dari bumi, matahari masih terlihat seperti sabit karena hanya beberapa persen bagian matahari yang tertutup bulan. Bayangan ini menghasilkan gerhana matahari sebagian jika dilihat dari bumi.

 Sumber foto: www.timeanddate.com

Kemudian, ada bayangan bulan yang sepenuhnya menutupi cahaya matahari yang seharusnya menyinari bumi. Bayangan ini disebut umbra, dan dari sudut pandang orang-orang di bumi akan terlihat fenomena gerhana matahari total yang indah.

Durasi gerhana matahari bisa beragam tergantung berapa persen tertutupnya matahari oleh satelit alami kita, bulan. Lama terjadinya gerhana bergantung dengan rotasi bumi pada porosnya dan pergerakan bulan yang mengelilingi matahari. Jika bulan tidak lagi menutupi jalannya cahaya matahari yang masuk ke bumi, maka fenomena tersebutpun berakhir. Proses pergerakan bulan mulai dari menutupi hingga selesai diperkiraan bisa menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Sedangkan durasi posisi gerhana pada puncaknya bisa mencapai 3 hingga 4 menit. Gerhana matahari total 9 Maret 2016 lalu terjadi dalam 249 detik atau kurang lebih sekitar 4 menit.

Buat yang ingin melihat gerhana matahari secara langsung, disarankan untuk menggunakan kacamata khusus berfilter anti radiasi yang bisa membatasi sinar ultraviolet dan inframerah yang ditangkap mata kita. Ya, melihat gerhana matahari secara langsung memang agak-agak bahaya, karena itu kita harus berhati-hati. Kalau tidak, sinar radiasi tersebut dapat merusak mata kita. Jadi kapan ya ada fenomena gerhana matahari lagi di Indonesia?


Menurut tayangan Kokbisa, gerhana matahari total seperti tahun lalu itu hanya terjadi 33 tahun sekali. Sebelum gerhana matahari total 2016, di Indonesia pernah terjadi fenomena ini pada tahun 1983 silam. Jadi buat kita yang ingin melihat gerhana matahari total seperti 9 Maret 2016 harus menunggu sampai tahun 2046! Lama sekali. Akan tetapi, gerhana matahari sebagian pernah terjadi juga kok, bahkan lebih sering, hanya saja tidak seheboh gerhana matahari total tahun lalu. Jadi siapa yang sudah pernah menyaksikan langsung fenomena alam yang indah ini?

Wednesday, February 22, 2017

Kerusakan Apa Yang Diakibatkan Manusia Di Bumi?

Seperti yang kita tahu, Bumi kita semakin menua. Saking tuanya, Bumi pun sekarang sudah sering “sakit”, seperti batuk asap dan lava gunung api, pergeseran lempeng bumi, dan sebagainya. Hal ini akibat dari aktivitas Bumi kita sendiri. Namun, selain dari itu, kita pun sebagai manusia juga turut serta membuat Bumi kita menjadi semakin “sakit”. Kerusakan apa yang terjadi oleh kita sebenarnya?
Seperti yang ditayangkan oleh Kokbisa, menurut setting-an alam semesta ini, Bumi dan segala isinya akan selalu berusaha mencapai keseimbangan. Diantara milyaran makhuk yang ada di Bumi ini, otak manusia lebih cepat berkembang. Sehingga manusia berhasil membangun peradaban dan teknologi yang bisa kita lihat canggih banget pada hari ini. Karena manusia berhasil sukses membuat peradaban dengan pesat dan mengalahkan makhluk lainnya, manusia merasa bahwa kitalah yang paling hebat di dunia ini. Konsep demikian, merasa bahwa kita paling hebat, atau istilahnya antroposentrik, konsep inilah yang mengawali kerusakan Bumi.

Sekarang ini ada 7 milyar lebih manusia yang hidup di muka Bumi ini, dan semuanya butuh makan. Demi makan, kita tanpa sadar merusak Bumi ini dengan perlahan. Misalnya, kita pun mulai bercocok tanam untuk menghasilkan sumber pangan sayuran sebanyak-banyaknya yang terkadang mengabaikan soal keseimbangan lingkungan. Tak hanya itu, jika lahan pertanian tidak cukup, manusia pun memangkas hutan dan menjadikannya ladang sayuran. Mungkin kita tidak akan sadar kalau di dunia ini ada sekitar 80km persegi yang ditebang. Bayangkan berapa banyak pohon yang ada di dalam hutan seluas itu! Sementara itu, satu orang manusia perlu oksigen untuk bernapas dalam sehari yang kira-kira dihasilkan sebanyak 22 pohon. Seperti yang kita tahu, pohon dan tumbuhan lainnya adalah sumber oksigen kita. Kita, malah menebang pohon ladang oksigen untuk manusia dan hewan di seluruh dunia.

Sumber gambar: gettyimages.com

Lalu, setelah hutan dialihkan menjadi lahan pertanian, lahan tersebut ditanami sayuran dan diberi pupuk supaya subur dan cepat panen. Tidak hanya sekali dua kali, tetapi secara terus menerus. Tanam, pupuk, panen, tanam, pupuk, panen, dan begitu terus. Pupuk yang kita berikan kepada tanaman, yang kita tebar ke tanah, adalah zat kimia yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Namun, disisi lain, zat kimia tersebut juga membuat tanah menjadi asam dengan zat potassium dan sodium, yang akhirnya malah membuat lahan tersebut tak bisa ditanami lagi atau tidak subur lagi.
Tidak hanya soal tanah dan tumbuhan saja, kita memanfaatkan daging dari hewan pun sama merusaknya. Sudah banyak hewan yang punah akibat manusia buru atau karena habitatnya yang telah rusak. Hutan digunduli, tak ada lagi tempat mereka untuk bersembunyi dan menghindar dari buruan manusia. Selain itu, kita juga menciptakan teknologi yang memungkinkan kita mengolah hewan menjadi daging olahan. Akan tetapi, gas yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut berbahaya bagi kita. Gas metana yang dihasilkan memberikan efek rumah kaca yang lebih dahsyat dari gas karbondioksida. Di laut dan tambak ikan, kita juga memberikan pakan ikan yang mengandung zat kimia yang bisa mencemari habitat laut tanpa kita sadari.

Sumber gambar: hikingartist.wordpress.com

Soal limbah industri jangan ditanya lagi. Berapa banyak pabrik yang manusia ciptakan demi makan? Tidak terhitung lagi. Dan limbah industri pun mencemari sumber air kita. Disaat yang sama, kita juga menyedot air dari tanah. Padahal persediaan air kita sebenarnya tidak banyak. Benar, bumi kita sebagian besar berisi air, namun samudra itu airnya asin. Yang kita gunakan dan kita konsumsi adalah air tawar. Oleh karena itu, air tawar itu sangat sedikit jumlahnya sebenarnya. Ia hanya terlihat banyak ketika banjir terjadi.
Sumber gambar: canstockphoto.com

Tidak hanya di air saja, pencemaran udara pun tanpa sadar kita lakukan. Kita berkontribusi mencemari udara dengan menggunakan alat pendingin ruangan dan spray aerosol pengharum ruangan. Gas chlorofluorocarbon atau CFC yang ada pada alat pendingin ruangan dan spray aerosol itu bisa membuat lapisan ozon semakin menipis. Seperti yang kita tahu, lapisan ozon melindungi Bumi dari sinar kosmik ultraviolet yang bisa membakar kulit kita. Selain itu, kitapun turut berkontribusi mencemari udara dengan memakai bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor maupun pabrik-pabrik industri kita. Asap yang dihasilkan membumbung ke udara dan merusak lapisan ozon dengan kandungan zat emisi karbonnya. Selain itu, kita sendiripun mengalami dampaknya langsung karena polusi udara mengganggu pernapasan kita, dan juga membuat Bumi semakin panas.

Sumber foto: canstockphoto.com

Karena Bumi semakin panas, iklim di Bumi pun sudah tidak terkontrol lagi. Akibat pemanasan global ini bisa membuat terumbu karang mati di lautan dan es kutub yang mencair. Es kutub yang mencair bisa menenggelamkan area daratan karena mengakibatkan penambahan volume air laut secara signifikan dalam seratus tahun. Selain itu, jika es kutub mencair, ini artinya beberapa habitat hewan kutub akan lenyap dan hewan tersebut bisa punah.

Perubahan iklim di dunia ini memang nyata, tapi ada saja yang mengklaimnya sebagai hoax semata demi kepentingan politik dan ekonomi. Yang jelas, kita sudah mengerti sejauh mana kita sendiri bisa merusak Bumi ini, tinggal kitanya lah yang hanya pasrah ataukah mengambil tindakan untuk mengurangi dampak dari perbuatan kita sendiri. Semoga ini bisa membuat kita menjadi lebih ramah dengan lingkungan kita, karena kalau kita ramah, alam akan ramah juga kepada kita. Sekian dan terima kasih.

Benarkah Minum Obat Bisa Berbahaya?

Yang terlintas di kepala kita saat mendengar kata obat adalah rasanya yang pahit. Pada waktu kita sakit demam, kita dianjurkan oleh dokter untuk meminum obat. Tapi tahukah kita kalau obat bisa membahayakan tubuh kita?

Menurut tayangan di Kokbisa, pada dasarnya semua obat-obatan, baik ramuan herbal maupun tablet buatan pabrik farmasi, adalah zat kimia. Artinya, ketika kita minum obat, kita memasukkan zat kimia ke dalam tubuh kita. Nah, zat kimia dalam obat yang diracik atau dibuat ini mempunyai fungsi medis menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, disisi lain obat-obatan juga memiliki efek samping setelah dikonsumsi.

Sumber gambar: 123rf.com

Misalnya, ketika kita sakit perut, kita minum obat sakit perut yang bisa menyembuhkan sakit perut kita. Kemudian, obat yang diminum itu akan berefek kepada tubuh kita selain sembuhnya perut kita. Misalnya kita jadi mencret atau bolak-balik kentut. Kemudian kita pun bisa menjadi merasa ngantuk.
Oleh karena itu, di setiap obat wajib mencantumkan komposisi zat aktif, cara penggunaan, peringatan, efek samping, dan dosis minum. Makanya jika kita melihat obat yang dibeli atas resep dokter, kita melihat ada dosis minum dua kali sehari, sekali sehari, tiga kali sehari dan lain-lain. Kalau kita melihat obat yang dijual di pasaran juga ada pengaturan dosis minum untuk dewasa dan anak-anak serta peringata dan efek samping obatnya. Pokoknya, datanya lengkap. Mengapa demikian? Karena penggunaan dan kecocokan obat kepada masing-masing orang bisa berbeda. Apakah itu karena perbedaan umur atau adanya alergi terhadap obat tertentu.

Akan tetapi, sayangnya sering kita lihat orang-orang yang justru menyalahgunakan obat-obatan. Bahkan obat murah yang dijual di pasaran sekalipun. Mereka membeli obat untuk bersenang-senang dan menganggap obat itu tidak berbahaya jika diminum walaupun sedang dalam keadaan tidak sakit. Sebenarnya justru yang seperti ini bisa merusak tubuh kita.

Pemakaian obat-obatan sembarangan, walaupun hanya obat batuk, obat penenang dan lain-lain yang sering dijual di mini market, bisa berakibat buruk bagi tubuh kita. Kita bisa kecanduan obat, merusak kinerja jantung kita dan bisa jadi kalau sudah overdosis bisa menyebabkan kematian.

Jika obat-obatan kita minum dengan dosis dan penggunaan yang benar, meskipun obat itu bersifat narkoba, obat-obatan itu akan memberi efek yang baik untuk tubuh kita. Misalnya saja, di India masih menggunakan daun ganja untuk menyembuhkan penyakit asma dan kekurangan nafsu makan. Morfin juga berguna sebagai obat penahan rasa sakit baik sejak perang dunia dulu hingga pengobatan kanker di zaman sekarang.


Jadi intinya, obat bisa bermanfaat, bisa juga berbahaya. Oleh karena itu, minum obat haruslah sesuai dengan dosisnya agar tidak membahayakan tubuh. Malah lebih baik lagi, jika kita terus menjaga kesehatan kita sebelum datangnya penyakit. Karena memang lebih baik mencegah sebelum mengobati. Sekian dan jaga kesehatan kita. Terima kasih.

Kenapa Cewek Gampang Emosian Menjelang Datang Bulan?

Kalau kita melihat ada teman cewek yang lagi badmood seharian, kita biasanya langsung mencap dia lagi PMS ketimbang “mungkin ada masalah lain”. Istilah PMS sendiri sebenarnya berasal dari dunia medis dan psikologis bangsa barat yang kepanjangannya Pre Menstrual Syndrome. Singkatnya, PMS adalah bermacam-macam gejala yang terjadi kepada cewek antara seminggu sampai dua minggu menjelang datang bulan. Lalu, apa hubungannya sindrom ini dengan emosi cewek?

Sumber gambar: pinterest.com

Menurut banyak pendapat, ternyata hampir semua cewek di dunia ini mengalami PMS. PMS sering dituduh sebagai biang kerok naik turunnya emosi dan mood seorang cewek. Sindrom ini sebenarnya menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada masing-masing cewek. Ada yang tiba-tiba jerawatan, sakit perut, nggak bisa tidur, susah berkonsentrasi saat berpikir, dan emosi yang berubah-ubah dalam waktu singkat. Gejala-gejala itu akan sembuh saat menstruasi dimulai atau setelah datang bulannya selesai.

Menurut penelitian terbaru, menjelang menstruasi sebagian besar cewek mengalami siklus hormon yang menyebabkan tingkat stresnya lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan tubuh mereka terasa kurang fit. Jangankan cewek, orang yang kurang fit pasti akan gampang emosian kalau diganggu atau ada sesuatu yang tidak mengenakkan dihatinya.

Berdasarkan tayangan di Kokbisa, gejala yang ditimbulkan sindrom ini bisa mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari bagi beberapa cewek. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai Pre Menstrual Dysphoric Disorder. Namun, kabar baiknya gejala yang sampai mengganggu aktivitas itu hanya terjadi pada 3 hingga 8% cewek yang ada di dunia ini dan bisa diobati. Sementara 90% lainnya, gejala itu tidak akan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.


Jadi, kalau teman cewek kita lagi badmood, lebih baik ditanya dulu sedang ada masalah apa dan tawarkan solusinya, daripada langsung nge-judge “Kamu lagi PMS, ya?”. Itu justru akan membuatnya makin marah karena kebanyakan cewek malu kalau ketahuan dia lagi sindrom menjelang datang bulannya. Sekian dan terima kasih.

Sunday, February 19, 2017

Apa Benar MSG Berbahaya?

Saat kita makan mi pangsit, kuah yang kita cicipi rasanya enak dan gurih. Yang menyebabkan rasanya enak dan gurih itu sudah pasti adalah bahan penyedap rasanya. Bahan penyedap rasa yang kita cicip bersama kuah itu adalah MSG atau Monosodium Glutamat. Akan tetapi, kita mendengar kabar kalau MSG itu berbahaya buat kesehatan kita. Apa benar?

Yang bisa disimpulkan dari tayangan di channel Kokbisa, MSG adalah garam yang berasal dari glutamat. Glutamat itu adalah asam amino zat penyusun protein. Glutamat ini dihasilkan dari proses fermentasi.Seperti yang kita tahu, fermentasi itu sejatinya adalah proses untuk menghasilkan suatu zat dengan memanfaatkan kemampuan mikroba atau bakteri. Ya, berarti glutamat ini dihasilkan dari bantuan bakteri. Nah, karena bakteri dianggap berbahaya bagi kesehatan dan sumber penyakit, sementara itu glutamat adalah hasil proses fermentasi, jadilah anggapan buruk tentang penggunaan MSG jadi meluas.

credit photo: lordbroken.wordpress.com

Walaupun kita menganggapnya demikian, tapi tahukah kita kalau secara alami sebenarnya glutamat ada di dalam makanan yang biasa kita makan. Misalnya, keju yang merupakan hasil fermentasi susu dengan bakteri, daging, ikan dan tomat. Bahkan, tubuh kita sendiri sebenarnya menghasilkan glutamat kurang lebih 10 gram di otak, otot, hati, ginjal dan darah.

Perdebatan bahaya penggunaan MSG sudah ada sejak lama, yaitu sejak lagi ngetrend-ngetrend-nya demam restoran Cina di 1960an. Setelah makan di restoran Cina, banyak pelanggan yang mengeluh merasa pusing, mual, dan keringat dingin. Ya, memang makanan Cina pada saat itu banyak menggunakan micin. Akan tetapi, beberapa penelitian justru mengatakan bahwa mereka tidak bisa membuktikan kalau gejala-gejala itu merupakan dampak MSG. Malah penelitian lain mengatakan kalau gejala tersebut timbul karena bahan makanan yang lainnya atau hanya sugesti negatif pelanggannya saja ketika makan makanan yang mengandung MSG.

Meskipun demikian, ada juga penelitian lain yang memaparkan dampak MSG yang ternyata dapat merangsang syaraf kita secara berlebihan sehingga merusak sistem syaraf. Namun, penelitian ini banyak ditentang karena dalam penelitian tersebut MSG yang digunakan sebagai sampel terlalu banyak kapasitasnya dari yang sehari-hari normalnya digunakan. Maksudnya, kadar MSG sehari-hari kita adalah 0,01 sampai 0,015 gram per kilogram berat badan kita. Sementara itu, yang digunakan dalam penelitian jumlahnya 0,5 sampai 4 gram per kilogram berat badan orang yang menjadi sampel penelitian. Jelas saja, jika kebanyakan micin yang dikonsumsi, orang akan menjadi pusing.


Agar kita bisa meneliti hal ini lebih lanjut, bisa juga kita membaca situs dan jurnal terpercaya yang dibuat oleh doktor-doktor ahli gizi. Intinya, MSG aman-aman saja bila dikonsumsi sesuai dengan takaran yang wajar. Kalau kelebihan, tidak hanya MSG saja, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan tentu saja bisa mengganggu kesehatan kita. Bahkan nasi saja kalau dikonsumsi berlebihan bisa membuat kita gendut, dan kalau sudah gendut akan susah untuk mengembalikan tubuh kita agar berat badan kita tetap terjaga dan seimbang. Semoga tulisan ini bisa menambah informasi kita dan terima kasih.

Kenapa Kita Suka Drama? (Baik Nonton Maupun Ngedrama)

Pasti banyak dari kita yang suka banget nonton drama. Mulai dari sinetron kejar tayang, telenovela asing, drama Korea dan India, serial TV Amerika, sampai drama di internet. Sebenarnya apa sih drama itu dan kenapa orang suka dengan drama (bahkan suka ngedrama)?

Drama menurut Urban Dictionary adalah suatu kejadian yang biasa-biasa saja, namun dibesar-besarkan seolah itu adalah masalah yang besar. Ya, seperti yang kita lihat di kebanyakan drama, suatu masalah yang ditimbulkan satu tokoh menjadi besar hingga keluarga besarnya terlibat bahkan warga satu kampungnya pun terlibat. Jadi, kalau hanya masalah yang diperbesar, kenapa kita bisa suka drama?

Seperti yang ditayangkan di channel Kokbisa, kita suka drama karena drama dapat membuat kita merasa puas. Hidup yang sebagian besar kita jalani sebagai manusia yang biasa-biasa aja, ya biasa banget dan gitu-gitu saja. Oleh karena itu, kita memerlukan sesuatu yang berbeda agar hari kita terasa lebih memuaskan saat kita jalani dan salah satunya dengan menonton drama, dan juga mendrama. Agar bisa merasakan kesenangan, ketakutan, ketegangan, dan keseruan lainnya, kita menyetel TV kita dengan drama India. Sayangnya, efeknya hanya ilusi saja, cepat hilang dan hanya sekedar membuat kita senang saja setelah menontonnya.

credit photo: shutterstock.com

Dengan menonton drama, kita bisa menyalurkan emosi kita apakah emosi perasaan senang yang positif atau rasa sedih yang negatif. Emosi-emosi ini memicu otak kita mengeluarkan endorfin dan dopamin. Efek dari zat kimia dalam otak kita itu dapat mengurangi rasa sakit, menghilangkan stres, dan meningkatkan rasa senang. Oleh karena itu, banyak dari kita yang makin suka nonton drama bahkan mendrama.


Drama akan selalu ada di sekitar kita, entah orang lain pelakunya atau malah kita sendiri tanpa kita sadari. Ya, kalau ada isu panas di internet, terkadang tangan kita gatal mengomentarinya dan memberikan opini kita sendiri terhadap isu tersebut. Tapi, hati-hati juga kalau ikut nimbrung membicarakan sebuah isu, mana tahu cuma kabar bohongan alias hoax. Jadi, kedepannya kita bisa memilah dan memilih di drama mana kita ingin nimbrung. Sekian dan terima kasih.

Kenapa Suara Kita Terdengar Beda Di Perekam Suara?

Bagi kita yang suka bernyanyi mungkin kita pernah merekam suara kita dengan alat perekam suara. Kemudian, untuk mendengarkan hasilnya, kita mendengarkan kembali hasil rekaman suara kita. Saat kita mendengar hasil yang kita dapat dari alat perekam kita, suara kita terdengar berbeda dari yang kita dengar sendiri saat kita berbicara. Mungkin terdengar lebih cempreng, melengking atau fals dan kita menjadi tidak menyukai suara kita sendiri. Bahkan menganggap alat perekam suara kita sudah rusak. Tapi bagaimana dengan yang didengar orang lain? Apakah sama seperti yang didengar alat perekam suara?

credit photo: shutterstock.com

Kalau kita mencoba alat perekam suara berkualitas terbaikpun, jika kita masih mendengar suara kita sama dengan perekam suara yang kita bilang rusak, maka memang seperti itulah suara kita yang terdengar di telinga orang lain. Ketika kita sedang berbicara dengan orang lain, suara kita merambat sebagai gelombang suara yang ditangkap oleh telinga orang. Akan tetapi, perjalanannya tidak sesimpel itu.

Agar suara kita dikenali oleh si kawan, suara kita merambat dan diterima daun telinga kawan kita, dan diterjemahkan oleh gendang telinga sebagai getaran. Kemudian, getaran yang diterjemah koklea dikirim menuju otak oleh sistem syaraf pendengaran dan akhirnya kawan kita dapat mengenali suara kita. Akan tetapi, pada waktu kita berbicara pada si kawan, hal yang berbeda terjadi. Ternyata, tidak hanya gelombang suara kita yang ada di udara saja yang ditangkap oleh otak kita, tetapi getaran dari pita suara kitapun merambat melalui tulang-tulang tengkorak kita, sehingga menjadikan frekuensi getaran menjadi lebih rendah terdengar di telinga kita. Akibatnya, otak kita menerjemahkan suara yang kita hasilkan sendiri menjadi lebih merdu dari yang kita dengar lewat alat perekam suara.
Jadi intinya, ketika kita berbicara kepada kawan kita, si kawan hanya mendengar dari satu sumber suara saja, kita. Sedangkan kita mendengar sumber suara dari suara kita sendiri yang ada di udara dan getaran dalam diri kita sendiri yang dihasilkan saat kita berbicara.


Bisa jadi kita yang selama ini ngaku-ngaku suaranya paling merdu itu hanya kita saja yang kegeeran berasa bak diva terkenal. Padahal pas direkam dengan voice recorder, suaranya terdengar cempreng di telinga orang. Akan tetapi, secempreng apapun suara kita, itulah suara yang dikenali kawan kita sebagai suara kita. Jadi jangan berkecil hati, karena mereka sudah familiar dengan suara kita telah menerima suara kita apa adanya. Jadi bagi kamu yang masih ingin menjadi penyanyi dan ikutan les olah vokal, ya ikutan saja, mana tahu suaramu makin merdu. Atau malah makin cempreng. Sekian dan terima kasih.

Apa Benar Mendengar Musik Klasik Bikin Pintar?

Siapa sih yang tidak suka musik? Pasti semua orang suka musik tetapi mungkin beda alirannya. Ada yang suka musik rock, jazz, klasik, qasidah sampai dangdut. Kita pasti pernah dengar kalau musik klasik bisa membuat kita pintar. Tapi, apakah itu benar?

Menurut tayangan di kanal Kokbisa, hasil penelitian tiga mahasiswa sebuah universitas di California menunjukkan bahwa musik klasik Mozart yang diuji memberikan efek penambahan spatial temporal intelligence atau kemampuan spasial untuk mengenali ruang, bentuk dan arah kepada para sampel penelitian. Akan tetapi, hanya bagian kemampuan spasial dari IQ itu saja yang naik 8 hingga 9%. Mereka tidak menjelaskan hal lainnya.

credit photo: istockphoto.com

Karena kabar hasil penelitian ini tersebar luas di sebuah jurnal terkenal di dunia, banyak orang yang salah paham menganggap bahwa musik klasik dapat meningkatkan keseluruhan IQ manusia. Seperti yang tercantum dalam buku seorang doktor spesialis THT bernama Alfred Tomatis menyebutkan bahwa mendengar musik klasik dapat memicu penyembuhan tubuh dan perkembangan otak. Lalu, seorang pendidik sekaligus musisi bernama Don Campbell menulis sebuah buku yang berkaitan dengan efek musik klasik Mozart pada zaman itu menjadi booming. Bahkan, gara-gara kabar tentang musik klasik ini membuat pemerintahan negara bagian di Amerika Serikat menyediakan dana untuk membagikan kaset musik Mozart untuk setiap bayi warga negaranya yang lahir agar menjadi anak yang pintar. Tidak hanya itu, sebuah artikel di Amerika Serikat juga mengatakan bahwa efek musik klasik Mozart bisa membantu kinerja berpikir bagi anak-anak. Ditambah lagi, sebuah artikel di Tiongkok yang mengatakan jika bayi dalam kandungan diperdengarkan musik klasik, maka bayi itu akan menjadi lebih pintar dari bayi yang tidak diperdengarkan musik klasik.

Seperti gosip berantai dari tetangga ke tetangga, terkadang kabar yang kita dengar itu belum tentu betul-betul benar. Mungkin saja ada bagian yang ditambahkan dan ada yang dikurangi. Inilah yang terjadi pada mitos musik klasik yang bisa bikin kita menjadi lebih pintar.

Setelah diteliti lebih mendalam, yang membuat kita lebih pintar saat mendengarkan musik klasik sebenarnya bukanlah musik klasiknya, melainkan keadaan manusianya saja yang merasa senang saat mendengarkan musik klasik, atau istilah kerennya enjoyment arousal. Enjoyment arousal adalah keadaan psikologis dimana kita bisa merasa menikmati saat melakukan atau mendengar sesuatu yang efeknya dapat membuat kita berpikir lebih jernih dan mengerjakan tugas dengan lebih baik.


Musik memang mampu membuat kita rileks dan menikmati alunannya, aliran apapun itu, sesuai dengan minat kita masing-masing. Tidak hanya itu, musik juga dapat menghilangkan stres. Kalau stres kita hilang dan pikiran kita rileks, tentu saja kita bisa berpikir lebih jernih. Sayangnya, efek ini hanya bertahan sementara, karena jika kita teringat dengan tugas yang masih menumpuk, kita akan stres lagi. Oleh karena itu, lebih baik kita mendengarkan musik sambil pelan-pelan mengerjakan tugas kita agar tidak semakin menumpuk. Sekian dan terima kasih.

Kenapa Kita Menggebrak Meja Saat Marah?

Sewaktu kita sedang marah, apalagi marah yang sudah dipuncak, kita sering sekali menggebrak meja, melempar barang, membanting sesuatu hingga memecahkan piring. Kenapa hal itu bisa terjadi walaupun dalam keadaan emosi yang normal kita tahu kalau hal itu merugikan?

Menggebrak meja dan melempar barang sebenarnya adalah penyaluran emosi dalam diri kita yang diwujudkan dalam bentuk gerakan dari tangan kita. Ya, ketika kita marah maupun frustasi atau kecewa dengan keadaan, kita memerlukan sesuatu untuk dilampiaskan. Kalau kita hanya menyimpan amarah, kita akan merasa stres. Kita yang sedang marah tentu saja otomatis tidak ingin menjadi stres karena keadaan, sehingga kita melampiaskannya dengan membanting sesuatu atau menendang sesuatu.

credit photo: freepik.com

Selain itu, karena kita merasa tertekan dengan keadaan sulit yang ada, kita merasa tidak memiliki kontrol atas keadaan itu. Dengan melakukan tindakan seperti melempar remote TV atau menendang tong sampah, secara psikologis kita akan merasa kita bisa mengendalikan keadaan walau faktanya tidak benar-benar bisa. Hanya saja, dengan melampiaskannya, kita menjadi merasa bisa mengontrolnya.

Memang, menendang tong sampah dan menggebrak meja bisa membuat kita puas secara emosional daripada hanya menggerutu dalam hati saja. Akan tetapi, sifat seperti ini sebaiknya dikurangi dan dihindari karena sangat berbahaya. Membanting barang disaat kita sedang emosi, menandakan kita adalah orang yang kurang bisa mengendalikan diri sendiri. Selain itu, barang yang kita bantingpun bisa rusak dan harus bolak-balik diganti. Tidak hanya itu saja, melempar atau menendang barangpun berbahaya jika yang kita lempar atau tendang adalah benda tajam dan berat yang bisa melukai orang lain. Bisa-bisa nantinya kita malu karena kabarnya masuk berita nasional atau media sosial.


Jadi kesimpulannya, kalau kita sedang dalam kondisi emosional, cobalah untuk menghadapinya dengan lebih tenang. Memang sulit pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu dan latihan mengendalikan emosi setiap saat, kita akan paham cara menghadapinya. Sekian dan terima kasih.

Gimana Cara Mengetahui Umur Artefak?

Setidaknya sekali atau dua kali, kita pernah berkunjung ke sebuah museum. Di museum, kita biasanya melihat benda-benda purbakala seperti artefak zaman Fir’aun masih hidup atau prasasti peninggalan zaman batu. Lalu, jika kita melihat deskripsi dibawah pajangan benda purba tersebut kita bisa melihat umur benda tersebut ditemukan atau pada tahun berapa. Pernahkah kita penasaran bagaimana museumnya bisa tahu kalau umur benda itu sedemikian tua?

Benda purba seperti artefak, fosil, dan lain sebagainya itu ditemukan dan diteliti oleh para arkeolog. Mereka bisa menghitung benda-benda amat sangat tua tersebut dengan beberapa cara. Kalau bendanya seperti prasasti kerajaan, mereka bisa menghitungnya dengan teknik relative dating atau penanggalan relatif. Dengan teknik ini, para peneliti bisa menentukan periode sejarah dengan lapisan tanah. Kemudian, dengan bantuan ilmu geologi, mereka dapat memperkirakan umur benda berdasarkan lapisan tanah tempat ditemukannya prasasti tersebut. Akan tetapi, tidak semua benda purba dapat ditentukan umurnya dengan teknik ini.

credit photo: buzzle.com

Lalu, bagaimana alternatif solusinya?

Ada teknik penanggalan satu lagi yang disebut dengan absolut dating atau penanggalan absolut. Teknik penanggalan ini dilakukan dengan bantuan ilmu kimia. Teknik ini juga bisa membuat peneliti dapat menentukan umur benda dengan lebih spesifik daripada teknik relative dating. Ada banyak jenis teknik absolut dating, akan tetapi yang paling populer digunakan adalah teknik radiocarbon.
Teknik radiocarbon ini menggunakan atom karbon yang dimiliki oleh semua makluk hidup di alam semesta. Atom karbon yang melayang di udara bereaksi dengan atom lain yang kemudian membentuk karbondioksida yang kemudian diserap tanaman saat fotosintesis. Dan seperti yang kita tahu, rantai makanan di dunia ini berawal dari tumbuhan. Oleh karena itu, jelaslah semua makhluk hidup mengandung atom karbon. Bahkan, setelah kita matipun atom karbon ini masih tetap ada di tulang belulang alias fosil kita. Lalu, apa hubungannya atom karbon ini dengan perhitungan umur benda purbakala?

Seperti yang dijelaskan pada tayangan channel Kokbisa, atom karbon ada dua jenis yaitu karbon-12 dan karbon-14. Karbon-12 itu adalah atom yang memang sering ditemukan di alam semesta, sedangkan karbon-14 adalah atom yang terbentuk akibat sinar radioaktif kosmik dari luar angkasa yang menembus dan bereaksi dengan atom nitrogen di atmosfer bumi. Karbon-14 ini bersifat radioaktif atau tidak stabil. Agar bisa menjadi stabil, atom yang bersifat radioaktif seperti karbon-14 ini harus meluruh kembali menjadi atom asalnya, yaitu menjadi atom nitrogen.

credit photo: learner.org

Proses peluruhan atom karbon-14 ini tidak serta merta terjadi tiba-tiba, melainkan memiliki paruh waktu tertentu. Waktu paruh atau half life adalah waktu yang dibutuhkan atom untuk meluruh setengahnya. Atom karbon-14 memiliki waktu paruh 5730 tahun. Jadi, dalam 5730 tahun jumlah total karbon-14 yang ada pada suatu fosil akan meluruh atau berkurang setengahnya. Kemudian, akan berkurang setengahnya lagi di 5730 tahun berikutnya. Jika ada fosil hewan purba yang ditemukan, para peneliti akan menggunakan alat canggih bernama mass spectrometer lalu menghitung dengan perbandingan yang membingungkan dan rumit. Setelah dihitung, barulah peneliti dapat menentukan berapa umur fosil tersebut.

Akan tetapi, teknik penanggalan radiocarbon ini hanya bisa menghitung benda yang umurnya kurang dari 50 ribu tahun. Bagaimana dengan fosil dinosaurus yang munculnya bahkan jauh sebelum manusia eksis di muka bumi? Para peneliti tentu akan menggunakan atom lain yang memiliki half life yang lebih lama seperti atom Potassium dan Argon yang half life-nya mencapai 1,26 milyar tahun.

Ya, menghitung benda purba memang memusingkan. Akan tetapi, kita menjadi sedikit lebih tahu dari teman-teman kita yang lain. Sekian dulu dan terima kasih.

Kenapa Kita Terasa Jatuh Saat Tidur?

Barangkali diantara kita pernah merasakannya, ketika sedang tidur dan hampir terlelap kita tiba-tiba terbangun dan merasa seperti jatuh. Padahal, kasur kita tidak jatuh atau kasur kita memang di lantai sebelum kita tertidur. Mengapa hal ini terjadi?

Sebenarnya hal tersebut normal-normal saja, dan bukanlah suatu penyakit. Fenomena terasa jatuh saat tidur ini dalam sains disebut dengan hypnic jerk. Menurut tayangan Kokbisa channel, satu teori mengatakan bahwa hypnic jerk terjadi karena otak kita sedang diperebutkan oleh dua sistem syaraf. Normalnya, bangunnya manusia dari tidur diatur oleh satu sistem syaraf saja yaitu reticuler activating system. Sementara, sistem syaraf yang mengatur rasa kantuk kita disebut dengan ventrolateral preoptic nucleus.

credit photo: nosleeplessnights.com

Biasanya, ketika kita merasa ngantuk dan tertidur, sistem syaraf pengatur rasa kantuk kita aktif. Sementara itu, sistem syaraf yang mengatur bangun kita nonaktif. Hypnic jerk terjadi ketika kedua syaraf ini aktif di waktu yang bersamaan atau reticuler activating system kita masih aktif saat kita mau tidur. Karena kedua sistem syaraf ini tarik menarik memperebutkan otak, kita menjadi terbangun dan merasa seperti jatuh dari tempat tidur dan membuat kita jantungan.

Teori lainnya menyebutkan bahwa fenomena ini terjadi karena bawaan kita yang dulunya manusia zaman purba. Dulunya beberapa kelompok manusia ada yang tidurnya diatas pohon. Jadi, ketika akan terasa mau jatuh, otak manusia itu memperingatkan kita dengan bawaan terasa mau jatuh dari pohon agar manusia zaman itu terbangun dan mengatur kembali posisi tidurnya. Kemudian, fenomena tersebut terbawa hingga ke zaman manusia modern seperti kita saat ini.


Perasaan terjatuh saat sedang tidur memang membuat kita jantungan. Semoga dengan ini pengetahuan kita menjadi bertambah. Terserah mau percaya teori yang mana, tapi yang jelas fenomena ini nggak jarang juga kita alami. Jadi sekian dulu dan terima kasih.