Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts

Friday, April 28, 2017

10 Bahasa Paling Banyak Digunakan Di Dunia (Berdasarkan Total Jumlah Penutur)

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang 10 bahasa yang sering digunakan berdasarkan jumlah native speaker-nya, kali ini kita akan membahas 10 bahasa yang paling banyak ditutur berdasarkan total jumlah penuturnya. Satu orang bisa jadi bilingual, atau menggunakan dua bahasa dalam berinteraksi sosial. Bahkan ada juga orang yang fasih menggunakan tujuh bahasa asing yang berbeda!

Beberapa bahasa juga tidak selalu satu tempat satu bahasa. Karena banyak juga bahasa yang berperan sebagai lingua franca atau bahasa pengantar yang menyambung dua orang yang bertutur bahasa ibu yang berbeda atau bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Inggris contohnya, sebagai bahasa internasional dan bahasa kita sendiri, Bahasa Indonesia yang menjembatani komunikasi kita dengan teman-teman dari etnis suku lain yang memiliki bahasa yang berbeda dengan kita.

ilustrasi: freepik.com

Jika dibandingkan dengan urutan yang sebelumnya, maka urutan yang ini akan sedikit berbeda. Mari kita simak 10 bahasa yang paling banyak digunakan di dunia berdasarkan total jumlah penuturnya menurut tayangan di LangFocus!

1. Bahasa Inggris
Yay! Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris sangat umum digunakan masyarakat di dunia, apalagi untuk kepentingan bisnis dan kunjungan pemerintahan antar negara. Bahasa Inggris juga dipelajari hampir di seluruh dunia sebagai bahasa kedua (L2) atau sebagai bahasa asing. Total jumlah penuturnya adalah 1,4 sampai 1,5 milyar jiwa! Bahasa Inggris adalah de-facto lingua franca (bahasa internasional).

2. Bahasa Mandarin
Bila para siswa yang sedang belajar bahasa Mandarin dimasukkan ke dalam keseluruhan jumlah penuturnya, maka totalnya adalah 1,5 hingga 1,15 milyar penutur. Jumlah yang bersaingan dengan penutur bahasa Inggris. Saat ini ada 190 juta penutur bahasa Mandarin yang menggunakannya sebagai bahasa kedua (L2). Sekali lagi, bahasa Mandarin adalah bahasa yang paling banyak digunakan daripada bahasa orang Cina lainnya.

3. Bahasa Spanyol
Total pengguna bahasa Spanyol adalah sekitar 500 hingga 570 juta jiwa, sudah termasuk lebih dari 90 juta orang yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa kedua (L2). Bahasa Spanyol juga sekarang sudah banyak dipelajari sebagai bahasa asing di negara-negara yang bukan berbahasa resmi Spanyol.

4. Bahasa Hindustani
Bahasa Hindustani adalah bahasa Hindi dan Urdu. Walaupun secara writing system-nya tampak berbeda, tetapi dalam pengucapan atau obrolan bahasa Hindi dan Urdu adalah satu bahasa. Total pengguna bahasa ini mencapai 540 juta jiwa termasuk yang menggunakannya sebagai bahasa kedua (L2). Bahasa Hindi-Urdu ini berfungsi sebagai lingua franca.

5. Bahasa Arab
Total penutur bahasa Arab mencapai 422 juta jiwa, sudah termasuk 130 juta orang yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kedua (L2) karena banyak orang yang bukan beretnis Arab yang tinggal di negara yang bahasa resminya Arab.

6. Bahasa Rusia
Bahasa Rusia digunakan dengan total jumlah 260 juta penutur. Jika dibandingkan dengan daftar 10 bahasa sebelumnya, bahasa Rusia yang ada di peringkat 8 naik ke peringkat 6. Hal ini dikarenakan bahasa Rusia merupakan lingua franca yang menjembatani komunikasi antara negara-negara bekas Uni Soviet.

7. Bahasa Portugis
Total penutur bahasa Portugis adalah sekitar 250 hingga 260 juta jiwa, termasuk 32 juta diantaranya yang menggunakan bahasa Portugis sebagai bahasa kedua (L2) di negara-negara bekas jajahan Portugis seperti di Angola dan Mozambique di benua Afrika.

8. Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)
Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia pada dasarnya masih satu rumpun yang hanya berbeda variasi dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu memiliki native speaker sekitar 77 juta jiwa, ditambah dengan 173 juta orang yang menggunakannya sebagai bahasa kedua (L2), membuat bahasa ini memiliki total penutur 250 juta jiwa. Bahasa Melayu, dalam hal ini Bahasa Indonesia, banyak dipelajari sebagai bahasa kedua (L2) di negeri kita. Lho? Kenapa bahasa kedua? Karena bahasa di Indonesia itu banyak sekali dan umumnya penduduk Indonesia menerima bahasa daerah sebagai bahasa ibu atau L1-nya. Bahasa Melayu merupakan bahasa resmi (Bahasa Indonesia di Indonesia dan Bahasa Malaysia di Malaysia) dan berfungsi sebagai lingua franca.

9. Bahasa Bengali
Total jumlah penutur bahasa Bengali adalah 226 juta jiwa.

10. Bahasa Perancis
Total jumlah penutur bahasa Perancis lebih dari 220 juta jiwa, termasuk 80 juta pengguna L1 dan 140 juta jiwa yang menggunakan bahasa Perancis sebagai L2. Selain itu, bahasa Perancis juga digunakan di 31 negara di benua Afrika.

Ternyata urutannya bisa berbeda, ya? Jadi, bahasa apa yang paling pentin untuk dipelajari? Jawabannya tergantung dengan keperluan kita di masa depan. Akan tetapi, ada baiknya ikut mempelajari bahasa-bahasa yang ada dalam list ini, setidaknya Bahasa Inggris karena bahasa ini adalah bahasa internasional. Walaupun kita tertarik dengan bahasa asing, alangkah baiknya jika kita tetap  melestarikan bahasa daerah kita juga, dan tetap menggunakan bahasa persatuan kita. Terima kasih.


10 Bahasa Paling Banyak Digunakan Di Dunia (Berdasarkan Jumlah Native Speaker)

Coba sebutkan, berapa bahasa yang ada di dunia ini? Pasti kita akan memutar otak untuk menjawabnya karena begitu banyaknya bahasa yang ada di muka bumi ini dari bahasa resmi masing-masing negara yang ada di dunia sampai bahasa daerah yang ada di dunia. Berdiskusi tentang bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, kita bisa mengukurnya dengan dua cara. Yaitu dengan menghitung berapa banyak native speaker atau penutur aslinya dan cara kedua adalah menghitung berapa banyak jumlah total penuturnya, termasuk sebagai bahasa keduanya.

ilustrasi: shutterstock.com

Pertama, kita akan membahas berdasarkan jumlah native speaker-nya. Menurut tanyangan di LangFocus, urutan 10 bahasa yang paling banyak berdasarkan penutur aslinya adalah:

1. Bahasa Mandarin
Bahasa Mandarin digunakan lebih dari 900 juta native speaker. Jumlah tersebut menjadikan bahasa Mandarin sebagai bahasa yang memiliki paling banyak penutur. Bahasa ini merupakan bahasa yang paling banyak ditutur dari beberapa jenis bahasa Cina. Ya, bahasanya orang Cina itu banyak jenisnya seperti bahasa Kanton yang dipakai di Hongkong dan bahasa lainnya. Bahasa Mandarin merupakan bahasa resmi di Cina dan Taiwan.

2. Bahasa Spanyol
Bahasa Spanyol memiliki sekitar 400 hingga 470 juta penutur asli. Sebelumnya, bahasa Inggris berada di peringkat kedua. Namun jumlah penutur asli bahasa Spanyol meningkat tajam daripada penutur bahasa Inggris dari tahun ke tahun, meskipun bahasa Inggris adalah bahasa internasional.

3. Bahasa Inggris
Bahasa Inggris memiliki sekitar 360 juta native speaker. Buat yang bingung kenapa jumlah penuturnya terlihat sedikit sementara bahasa Inggris adalah bahasa internasional, native speaker adalah penutur asli bahasa tertentu yang maksudnya adalah seseorang yang bisa berbahasa Inggris fasih kayak kita belum tentu menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari sebagai  bahasa utama atau sebagai bahasa ibu, atau istilah linguistiknya first language (L1). Karena kebanyakan kita menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (L2).

4. Bahasa Hindustani (Bahasa Hindi dan Urdu)
Ada sekitar 355 juta native speaker bahasa Hindustani, yang tersebar di India dan Pakistan. Tunggu, bahasa Hindi dan Urdu kan berbeda? Ya, berdasarkan tulisan, bahasa Hindi yang digunakan di India tampak berbeda dengan bahasa Urdu yang digunakan di Pakistan. Namun, secara spoken atau berbicara, bahasa Hindi dan bahasa Urdu adalah satu bahasa. Unik, ya? Satu bahasa, beda writing system-nya.

5. Bahasa Arab
Bahasa Arab mempunyai native speaker sekitar 293 juta orang. Bahasa Arab mempunyai banyak dialek yang terkadang susah dimengerti akan tetapi bahasa Arab juga memiliki bahasa Arab standar yang menyatukan seluruh dialek bahasa Arab yang digunakan.

6. Bahasa Portugis
Ada sekitar 215 sampai 225 juta orang native speaker bahasa ini. Mungkin ada yang kaget karena negara Portugal itu kecil dan tidak kelihatan banyak penduduknya sementara penutur bahasanya banyak. Jangan lupakan kalau bahasa Portugis adalah bahasa resmi di Brazil yang penduduknya lebih dari 200 juta orang.

7. Bahasa Bengali
Mungkin bagi kita bahasa ini jarang atau bahkan ada yang belum pernah dengar. Bahasa Bengali adalah bahasa yang digunakan di Bangladesh dan beberapa provinsi di sebelah timur India. Bahasa ini memiliki native speaker sekitar 206 juta orang.

8. Bahasa Rusia
Bahasa Rusia memiliki native speaker sebanyak 155 juta orang.

9. Bahasa Jepang
Jumlah native speaker bahasa Jepang adalah 126 juta orang.

10. Bahasa Punjabi
Jumlah native speaker bahasa ini sekitar 102 juta orang. Bahasa ini sering digunakan di Pakistan dan India bagian barat. Bahasa Punjabi juga merupakan bahasa tutur yang paling banyak digunakan di Pakistan walaupun bahasa resmi Pakistan adalah bahasa Urdu.


Nah, inilah daftar 10 bahasa yang paling banyak ditutur di dunia berdasarkan native speaker atau penutur asli yang menggunakan bahasa tersebut sebagai L1-nya. Keadaannya akan berubah jika kita mengurutkan bahasa-bahasa diatas berdasarkan total jumlah penggunanya di seluruh dunia, yang akan dibahas di postingan selanjutnya.

Friday, March 10, 2017

Kenapa Kita Suka Film Nonton Film Horor?

Mungkin diantara teman-teman kita ada yang hobi banget nonton film horor. Tiap akhir pekan ada saja film atau drama ber-genre horor yang di download padahal tahu kalau tindakan demikian adalah ilegal. Lalu, ketika ditonton, bukannya mereka berani-berani amat. Pada saat hantunya mau muncul mereka malah ketakutan setengah hidup. Jadi, walaupun takut, kenapa ya, mereka suka nonton film horor?

Menurut tayangan Kokbisa, orang yang merasa takut tetapi suka nonton film horor itu mungkin memiliki kepribadian tipe-T yang menyukai tantangan. Istilah kerennya adalah thrill-seeker. Menurut profesor di sebuah universitas di Philadelpia juga, Frank  Farley, orang yang berkepribadian tipe-T lebih suka merasakan sensasi yang ditimbulkan rasa takut sehingga bukannya menjauhi tantangan, malah justru mencarinya.

Sumber foto: FreeVector.com

Secara ilmiahpun bisa dijelaskan kalau manusia akan merasa takut jika ada ancaman yang mendekatinya, seperti dikejar hewan buas yang besar. Jadi, di zaman sekarang manusia pun bisa merasakan sensasi rasa takut tersebut dengan cara yang lebih aman. Misalnya, seperti teman kita yang dengan sengaja membeli tiket nonton film horor di bioskop dan menontonnya.

Saat menonton film horor, otak kita akan mengeluarkan hormon adrenalin yang nantinya akan merespon keadaan dengan bertarung atau melarikan diri. Akibat hormon adrenalin yang bekerja disaat kita sedang ketakutan, jantung kita akan memompa darah dengan lebih cepat, indera kita akan menjadi lebih tajam, otot juga menjadi lebih bertenaga walaupun belum makan. Ini dikarenakan tubuh kita membakar glukosa sebagai bahan bakar kinerja otak, otot, dan sel darah.

Uniknya, ada peneliti yang mengamati berapa kalori yang dikeluarkan tubuh jika menonton film horor tertentu. Akan tetapi ini bukan alasan untuk malas berolahraga, yah. Karena kalau cuma duduk sambil nonton film nggak bakalan banyak berpengaruh terhadap tumpukan lemak di perut kita. Apalagi kalau kita nontonnya sambil ngemil potato chips.

Secara psikologis, menonton film horor bisa membuat kita merasakan kepuasan batin. Karena kita tahu film horor yang kita tonton itu tidak nyata, walaupun ada catatannya “diilhami dari kisah nyata” tapi pada saat si tokoh antagonis jahat dalam cerita berhasil dikalahkan, kitapun juga merasa lega. Perasaan lega ini diakibatkan oleh otak kita yang mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi mengurangi rasa stres dan sakit. Tidak hanya hormon endorfin, otak kita juga memproduksi hormon dopamin yang membuat kita merasa puas setelah mencapai sesuatu yang kita inginkan dari film yang kita tonton itu.

Selain itu, film horor ternyata nggak sekedar hanya film hantu saja. Film yang ada monster menyeramkan dan bunuh-bunuhan juga merupakan film horor. Ada juga yang menyebutnya dengan film thriller. Dengan mengikuti film yang menantang ini, kita juga akan merasa tertantang dan melupakan sejenak dunia nyata kita. Ya, artinya dengan menonton film horor bisa kita bisa melarikan diri dari tugas yang menumpuk dan omelan bos di kantor.


Jadi boleh-boleh saja kalau kita hobi nonton film horor untuk melarikan diri dari kenyataan. Namun sayang, hal itu hanya sementara karena dunia nyata toh nggak jelek-jelek amat dari dunia fiksi yang kita tonton dalam film horor. Jadi kamu suka film horor berjudul apa?

Wednesday, March 08, 2017

Apa Saja Jenis Musik Secara Umum?

Siapa yang tidak suka musik? Umumnya, semua orang suka musik walaupun memiliki aliran atau genre favorit masing-masing. Ada yang suka lagu berjenis klasik, jazz, rock bahkan dangdut. Sebenarnya apa saja sih jenis-jenis musik yang populernya ada di dunia?

Hm, kalau dijabarkan semuanya, pasti akan banyak sekali dan tergantung dengan tingkat kegemaran para pendengarnya. Tetapi secara umum, genre musik dibagi tiga; musik seni, musik populer dan musik tradisional seperti yang dijabarkan sebuah laman Wikipedia.

Musik seni atau art music, biasanya identik dengan musik zaman kontemporer seperti simfoni yang diciptakan Beethoven, Vivaldi, Bach, dan lain-lain. Ya, musik seni ini adalah musik yang serius yang seringnya diperdengarkan di gedung-gedung seni musik dan dimainkan langsung oleh anggota orkestra. Musik seni ini sering diperlombakan untuk orang-orang yang memiliki minat pada bidang musik atau mempunyai kemampuan bermain alat musik klasik seperti biola, piano dan lain-lain. Contoh musik seni adalah musik klasik.

Sumber foto: FreeVector.com

Kemudian, yang paling terkenal adalah musik populer. Musik ini digemari masyarakat dan selalu berevolusi dan berimprovisasi sehingga dapat diterima seluruh kalangan masyarakat, tergantung alirannya. Contoh-contoh genre musik populer adalah pop, jazz, blues, R&B, rock, metal, hip hop, electronic dan lain-lain.

Selain musik populer, ada juga musik tradisional yang tidak kalah populernya. Musik tradisional ini lebih populer dalam kalangan tertentu. Misalnya musik latin yang populer di daera Amerika Tengah dan Selatan. Musik country juga termasuk musik tradisional karena lebih populer pada orang Amerika berkulit putih. Dangdut sendiri merupakan jenis musik tradisional berasal dari Indonesia yang dipengaruhi dengan budaya musik dari India dan Melayu.

Jadi jenis musik apa yang kamu suka?