Showing posts with label geografi. Show all posts
Showing posts with label geografi. Show all posts

Tuesday, July 11, 2017

Apa Yang Terjadi Kalau Es di Bumi Mencair?

Pasti kita sudah pernah mendengar kalau bumi kita sebagian besarnya terdiri dari air. Apakah itu air asin yang ada di laut, di sungai-sungai dan danau yang ada di daratan, dan di awan yang ada di udara. Tak lupa pula air juga ada di dispenser dan kulkas rumah kita. Air yang ada di bumi kita tidak selalu dalam bentuk cair. Bahkan sebenarnya 3% air di bumi adalah air beku yang berbentuk, tentu saja, es.

Apa yang terjadi jika es-es di bumi ini semuanya berubah wujud menjadi bentuk cairnya?

Berdasarkan tayangan di Kok Bisa, ada beberapa skenario yang dikemukakan oleh peneliti tentang ini. Skenario perihal mencairnya es bukanlah skenario happy ending kayak drama India.

Sumber foto: phsy.org

Skenario pertama yang dikemukakan jika es di bumi mencair adalah naiknya permukaan air laut. Kalau es yang mencair hanyalah es yang mengapung-apung di kutub utara, kenaikan permukaan air laut tidak akan terlalu terlihat secara signifikan. Seperti halnya batu es yang mengapung di segelas kopi dingin, es itu akan mencair akan tetapi tidak akan membuat kopi dinginnya penuh lagi. Hal ini dikarenakan volume air dalam bentuk es dan cair adalah sama. Bahkan ada penelitian yang membuktikan volume air dalam bentuk cair lebih ringan nol koma sekian miligram!

Namun, akan jadi cerita yang berbeda jika es di daratan Alaska dan Greenland ikutan mencair. Permukaan air laut akan naik kira-kira hingga 7 meter. Itu baru semua es yang ada di kutub utara. Bagaimana kejadiannya jika es yang di kutub selatan juga mencair? Jelas, keadaannya akan lebih celaka lagi daripada tsunami Aceh tahun 2004. Benua Antartika adalah tempat yang nyaris tak berpenghuni saking dinginnya karena disana lebih banyak es daripada daratannya. 90% es di bumi tersimpan disana. Jika es di kutub utara meleleh, maka permukaan air akan naik sektiar 61 meter, dan itu dua kali lipat lebih gelombang tsunami terparah pada tahun 2004 di Aceh.

Skenario lainnya yang diungkapkan adalah berubahnya iklim di bumi. Jika es yang notabene adalah air tawar mencair, maka salinitas atau kadar garam di lautan akan menurun. Catatan bahwa salinitas air laut sangat berpengaruh pada arus air laut, sehingga dapat berpengaruh kepada iklim di bumi yang sekarang saja sudah tidak jelas lagi dan juga migrasi ikan-ikan yang ada di lautan. Bisa-bisa kita akan mengalami krisis ikan karena ikan laut sangat tergantung dengan keasinan air untuk bertahan hidup.

Sumber foto: climate-change-guide.com

Skenario terakhir adalah yang paling parah, yaitu pemanasan global yang makin parah. Peran es yang ada di kutub utara dan selatan sebenarnya bukanlah hanya cadangan air di bumi, tetapi juga sebagai cermin bumi. Maksudnya, bumi kita kan setiap saat terpapar oleh sinar matahari. Jadi, sinar matahari yang masuk ke bumi ada yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan es-es yang ada di kutub dan ada yang diserap bumi. Sinar matahari yang sudah ada sekarang saja membuat bumi dan penghuninya kepanasan, apalagi kalau cermin-cermin es di bumi juga lenyap. Nggak akan kebayang betapa panasnya nanti bumi kita. Itu baru es yang di kedua kutub bumi, belum lagi permafrost atau es yang ada di dalam bumi. Jika permafrost ikut mencair, maka zat-zat karbon yang ada di dalam bumi pun ikut terurai dan akan menambah panasnya bumi kita.

Walaupun skenario diatas masih prediksi ilmiah semata, namun ada baiknya kita mulai mengambil tindakan untuk mencegah hal-hal seperti ini akan terjadi. Contohnya dengan menghemat penggunaan energi dan tindakan lain yang dapat mencegah pemanasan global semakin panas. By the way, dulu bumi sempat tidak punya es sama sekali, lho. Masa itu disebut dengan Epos Eocene yang terjadi pada 56-33 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, bisa saja masa itu terjadi lagi di masa yang akan datang. Akan tetapi, seperti skenario yang dijabarkan diatas tadi, tidak ada yang berakhir dengan happy ending, justru dapat membahayakan jiwa para penghuni bumi ini.


Jadi, langkah apa saja yang sudah kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global?

Monday, July 10, 2017

Benarkah Minyak Bumi Di Dunia Akan Habis?

Minyak bumi merupakan kebutuhan kita. Hampir semua aspek kehidupan kita sebenarnya berkaitan dengan penggunaan minyak bumi. Mungkin kita belum menyadarinya, kecuali kalau ada orang yang dengan sabar menjelaskan satu persatu kalau kendaraan dan listrik yang kita gunakan sehari-hari menggunakan minyak bumi dalam pengoperasiannya. Begitu juga, pabrik yang memproduksi mie instan sampai alat-alat kosmetik.

Minyak bumi sangat penting dalam kehidupan kita, dan juga bisa mendatangkan rejeki yang melimpah bagi baba raja minyak di arab sana. Yak, saking penting dan menguntungkannya, minyak bumi juga bisa menimbulkan konflik karena berebut kekuasaan daerah yang berpotensi memiliki minyak bumi terbesar di dunia. Sementara ada yang rebutan minyak, terpikirkah kalau minyak bumi di dunia ini bisa habis? Atau minyak bumi ini memang stoknya unlimited?

Sumber foto: lokaltuban.blogspot.com

Menurut tayangan di Kok Bisa, sebuah analisis mengatakan bahwa kita sudah melewati puncak produksi minyak dunia di tahun 2008. Kemudian, diperkirakan produksi minyak akan terus menurun setelah tahun 2008 sampai 40 hingga 50 tahun ke depan. Artinya, menurut analisis ini produksi minyak bumi akan pelan-pelan habis. Prediksi ini sudah dilihat dengan pengamatan kemampuan produksi pabrik minyak bumi di negara-negara arab seperti Arab Saudi, UEA, Iran, dan lainnya.

Analisis lainnya mengatakan bahwa minyak di bumi kita tidak akan habis dalam puluhan hingga ratusan tahun ke depan. Karena, semakin berkembangnya teknologi, teknik pengeboran minyak bumi akan semakin canggih hingga dapat menjangkau minyak bumi yang lokasinya jauh lebih dalam. Kemudian, ada pendapat lainnya juga yang mengatakan bahwa ketika minyak bumi semakin terbatas, manusia akan mencari alternatif dan menemukan teknologi yang hemat minyak sehingga stok minyak bumi akan terus tetap ada.

Selain itu, terlepas dari masalah stok minyak bumi yang semakin menipis, sejatinya kita memang harus mencari atau menemukan teknologi alternatif yang lebih ramah dari minyak. Karena seperti yang kita tahu, penggunaan minyak bumi pada mesin-mesin pabrik dan, lebih dekatnya, knalpot kendaraan kita menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan, baik di daratan, perairan maupun udara. Selain itu, kita juga perlu mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain yang memproduksi minyak.

Sumber foto: habibullah259.blogspot.com

Akan tetapi, hal ini memanglah tidak mudah. Butuh bertahun-tahun untuk membuat wacana ini menjadi kenyataan karena segala aspek kehidupan kita bergantung dengan minyak bumi sebagai sumber energi. Akan sangat sulit untuk menggantikannya dengan energi lain. Oleh karena itu, marilah kita berkontribusi dengan melakukan aksi yang sanggup kita lakukan kalau belum bisa menemukan pembangkit listrik dengan pohon kedondong seperti Dek Naufal. Yaaah, misalnya menghemat energi.


Terima kasih telah membaca. Dan jangan sungkan untuk berbagi.

Negara Tertua Di Dunia Yang Masih Ada Hingga Sekarang

Negara-negara yang kita tahu bisa jadi ternyata usianya masih sangat muda. Memang sebenarnya negara-negara yang ada di dunia sekarang ini merupakan negara yang terbentuk karena pecahnya kekaisaran, kerajaan atau kesultanan tertentu. Belum lagi negara-negara yang terbentuk akibat pecahnya Uni Soviet dan kemerdekaan yang diberikan oleh pemerintahan Commonwealth Inggris kepada negara persemakmurannya setelah Perang Dunia II. Kebanyakan negara yang kita tahu sekarang meraih kemerdekaannya sekitar tahun 1800an. Semuanya negara yang masih “muda”, apalagi Indonesia.

Namun, ternyata ada negara-negara yang sudah ada, merdeka, dan terbentuk berabad yang lalu. Lalu, negara-negara apa sajakah itu?

Menurut tayangan Seeker Daily, salah satu negara yang bisa dikatakan sebagai salah satu negara tertua di dunia adalah San Marino. San Marino adalah sebuah negara kecil yang terletak di pegunungan di Italia. Menurut sejarahnya, San Marino didirikan oleh seorang tukang batu yang melarikan diri dari penyiksaan dari kota tempat tinggal sebelumnya. Marinus pergi mendaki gunung dan membentuk komunitas dengan orang sekitarnya dan menyebarkan agama Kristen kepada orang-orang disana. Negara itu terbentuk pada tahun 301 Masehi, namun konstitusi negaranya baru terbentuk pada tahun 1600.

Bendera San Marino
Sumber: wikipedia.org

Peta lokasi San Marino
Sumber: Google Maps

Akan tetapi ada negara yang lebih tua lagi daripada San Marino. China terbentuk pada tahun 221 SM. Sebelumnya, China merupakan sekelompok suku-suku yang terbagi dalam 7 wilayah yang masing-masing dipimpin oleh dinasti yang berbeda. Setelah hampir 2000 tahun berperang antar suku, sebuah dinasti yang dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang memenangkan peperangan dan menyatukan seluruh China dan membangun tembok perbatasan yang merupakan salah satu keajaiban dunia, The Great Wall. Nama China sebenarnya berasal dari nama kaisar pertamanya, yaitu Qin.

Peta China
Sumber: Google Maps

Peta Jepang
Sumber: Google Maps

Namun, ternyata Jepang jauh lebih tua lagi dari China. Negara ini menandai tahun pendiriannya pada tahun 660 SM. Menurut legendanya, Kaisar Jimmu menguasai provinsi paling kuat di Jepang dan diyakini sebagai keturunan Dewi Matahari dan menjadi leluhur keluarga kekaisaran pertama di Jepang. Akan tetapi, banyak juga yang meyakini bahwa Kaisar Jimmu hanyalah mitos dan negara ini resmi terbentuk 12 abad kemudiannya. Walaupun begitu, Jepang masih dikatakan sebagai negara tertua di dunia.

Beberapa negara juga menyatakan bahwa mereka meraih kemerdekaannya sekitar 500 tahun yang lalu. Pengecualian untuk Perancis, negara ini terbentuk pada tahun 843 Masehi. Begitu juga Denmark dan Austria yang terbentuk satu abad setelahnya, dan banyak negara Eropa lainnya. Ternyata, negara yang kita anggap sudah ada sejak zaman dulu kala tidaklah setua yang kita bayangkan!


Terima kasih telah membaca, jangan sungkan dibagikan ya.

Monday, March 06, 2017

Gimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari?

Tahun lalu, 2016, seluruh dunia dihebohkan dengan sebuah fenomena alam bernama gerhana matahari total. Di Indonesia sendiri, gerhana matahari total tahun lalu dapat terlihat di beberapa kota. Akan tetapi tidak semuanya bisa melihat gerhana matahari yang membuat langit menjadi gelap di pagi hari itu. Beberapa kota lainnya hanya bisa melihat 80%, bahkan hanya setengah. Eh, tunggu, tunggu. Sebenarnya apa sih gerhana matahari itu?

Sumber foto: theguardian.com

Gerhana matahari adalah fenomena alam ketika matahari tertutup bulan yang terjadi dalam beberapa waktu. Gerhana matahari juga terbagi dua jenis, yaitu gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian. Proses terjadinya gerhana matahari ini disebabkan karena letak bulan yang berada diantara bumi kita dan matahari. Bulan ini menutupi sinar matahari yang seharusnya sampai ke bumi sehingga menghasilkan bayangan. Nah, bayangan inilah yang membuat langit menjadi lebih gelap di siang hari dan matahari terlihat menghilang jika dilihat dari bumi.

Sumber foto: bartelso.weebly.com

Bayangan yang dihasilkan dari gerhana matahari pun ada dua macam yang membuat jenis gerhana matahari tadi menjadi dua. Pertama, bayangan penumbra. Bayangan ini tidak sepenuhnya menutup cahaya matahari yang menuju bumi. Jika kita lihat dari bumi, matahari masih terlihat seperti sabit karena hanya beberapa persen bagian matahari yang tertutup bulan. Bayangan ini menghasilkan gerhana matahari sebagian jika dilihat dari bumi.

 Sumber foto: www.timeanddate.com

Kemudian, ada bayangan bulan yang sepenuhnya menutupi cahaya matahari yang seharusnya menyinari bumi. Bayangan ini disebut umbra, dan dari sudut pandang orang-orang di bumi akan terlihat fenomena gerhana matahari total yang indah.

Durasi gerhana matahari bisa beragam tergantung berapa persen tertutupnya matahari oleh satelit alami kita, bulan. Lama terjadinya gerhana bergantung dengan rotasi bumi pada porosnya dan pergerakan bulan yang mengelilingi matahari. Jika bulan tidak lagi menutupi jalannya cahaya matahari yang masuk ke bumi, maka fenomena tersebutpun berakhir. Proses pergerakan bulan mulai dari menutupi hingga selesai diperkiraan bisa menghabiskan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Sedangkan durasi posisi gerhana pada puncaknya bisa mencapai 3 hingga 4 menit. Gerhana matahari total 9 Maret 2016 lalu terjadi dalam 249 detik atau kurang lebih sekitar 4 menit.

Buat yang ingin melihat gerhana matahari secara langsung, disarankan untuk menggunakan kacamata khusus berfilter anti radiasi yang bisa membatasi sinar ultraviolet dan inframerah yang ditangkap mata kita. Ya, melihat gerhana matahari secara langsung memang agak-agak bahaya, karena itu kita harus berhati-hati. Kalau tidak, sinar radiasi tersebut dapat merusak mata kita. Jadi kapan ya ada fenomena gerhana matahari lagi di Indonesia?


Menurut tayangan Kokbisa, gerhana matahari total seperti tahun lalu itu hanya terjadi 33 tahun sekali. Sebelum gerhana matahari total 2016, di Indonesia pernah terjadi fenomena ini pada tahun 1983 silam. Jadi buat kita yang ingin melihat gerhana matahari total seperti 9 Maret 2016 harus menunggu sampai tahun 2046! Lama sekali. Akan tetapi, gerhana matahari sebagian pernah terjadi juga kok, bahkan lebih sering, hanya saja tidak seheboh gerhana matahari total tahun lalu. Jadi siapa yang sudah pernah menyaksikan langsung fenomena alam yang indah ini?

Saturday, March 04, 2017

10 Negara Yang Tidak Ada Lagi Di Abad Ke-20 (Bagian II)

Buat yang belum tahu 5 negara sebelumnya, bisa dilihat disini.

Sebelumnya kita sudah membahas lima negara yang sebelumnya pernah ada di dunia ini. Kali ini kita akan membahas lima negara lain yang sekarang sudah tidak ada lagi dan menjadi sejarah dunia.

5. Czechoslovakia
Sumber foto: Wikipedia

Czechoslovakia merupakan sebuah negara berdaulat di Eropa Tengah. Negara ini mendeklarasikan kemerdekaannya setelah memisahkan diri dari Kerajaan Austro-Hungaria. Czechoslovakia berdiri dari tahun 1918 hingga 1992. Pada awal tahun 1993, negara ini pecah secara damai menjadi dua negara baru yang kita kenal sebagai Republik Ceko dan Slovakia. Pemecahan ini terjadi dikarenakan bangsa Ceko dan Slovak memiliki perbedaan dalam bidang perekonomian dan teknologi sehingga menimbulkan banyak kesenjangan sosial.

4. Rhodesia
Sumber foto: Wikipedia

Negara yang terletak di Afrika ini merupakan negara yang berbentuk republik. Rhodesia merupakan negara bekas jajahan Inggris di Afrika bagian selatan ini berdiri pada tahun 1965 hingga 1979. Secara geografis, letak negara Rhodesia sekarang merupakan wilayah negara Zimbabwe dan Zambia. Selama negara ini berdiri, Rhodesia memiliki seorang administrasi pemerintahan, tujuh presiden republik, seorang kepala daerah dan dua orang perdana menteri. Sejak awal berdirinya, Rhodesia dipimpin oleh orang berkulit putih, begitu juga dengan seluruh anggota parlemen pemerintahannya. Selain itu, konflik berkepanjanganpun terjadi hinggaakhirnya Inggris yang pada saat itu masih menjajah Rhodesia menyetujui kemerdekaan negara ini. Setelah diselenggarakannya pemilu yang dimenangkan oleh Robert Mugabe, negara ini resmi berubah nama menjadi Zimbabwe dan ibukotanya berubah nama menjadi Harare.

3. Ottoman Empire
Sumber foto: asianhistory.about.com

Ottoman Empire atau Kesultanan Utsmaniyah didirikan pada abad ke-13 di barat laut Anatolia. Walaupun dalam bentuk kesultanan, Utsmaniyah lebih dikenal sebagai negara besar, berdiri paling lama hingga 600 tahun lebih, dan juga terkuat di dunia pada masanya, yang menaungi berbagai macam suku, bangsa, budaya serta memiliki keberagaman bahasa. Kekuasaan kesultanan ini mencapai sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, dan daerah Afrika Utara. Dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya, kekuasaannya makin meluas di sekitar cekungan Mediterania dan menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat. Akan tetapi, setelah pecahnya Perang Dunia I, kesultanan inipun pecah, kemudian muncul negara baru yang kita kenal sebagai Turki.

2. Yugoslavia
Sumber foto: sott.net

Negara ini pernah ada di daerah Eropa Tenggara dari tahun 1918 sampai tahun 2003. Awalnya, Yugoslavia berbentuk kerajaan, namun pada tahun 1929 negara ini mengubah bentuk parlemennya menjadi republik. Ibukota negara ini adalah Beograd. Negara ini mengalami perjalanan panjang dalam pengembangannya, akan tetapi sejak tahun 1980-an terjadi serentetan gejolak dan konflik politik yang mengakibatkan negara ini bubar dari masa ke masa, yang sekarang menjadi 7 negara berbeda Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Serbia, Kosovo, Montenegro dan Makedonia.

1. Soviet Union (Uni Soviet)

Sumber foto: Wikia

Soviet Union atau nama resminya USSR (Union of Soviet Socialist and Republic) atau yang lebih kita kenal sebagai Uni Soviet di buku Sejarah, merupakan negara terbesar yang pernah ada di dunia yang terletak di benua Asia. Wilayahnya bahkan sampai ke benua Eropa sehingga lebih dikenal dengan benua Eurasia. Negara ini berdiri dari tahun 1922 hingga 1991. Karena banyaknya gejolak politik hingga percobaan kudeta yang terjadi di negara adikuasa ini, Uni Soviet pun membubarkan diri sebagai negara federasi sehingga memunculkan lebih dari 50 negara baru, termasuk Armenia, Georgia, Ukraina, Belarusia, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kazakstan, dan lainnya.


Yak, inilah 10 negara yang pernah ada sebelumnya di dunia ini sebelum abad ke-20. Sekarang, negara-negara tersebut sudah tidak ada lagi, atau berubah nama dan pemerintahan menjadi negara-negara yang ada di buku atlas terbitan terbaru sekarang ini. Walaupun demikian, negara-negara diatas menjadi sejarah tersendiri bagi negara yang sekarang berdiri. Namun, enggak hanya daftar ini saja lho, masih ada puluhan negara lain yang pernah ada sebelum abad ke-20. Ada yang mau menambahkan? Terima kasih.

10 Negara Yang Tidak Ada Lagi Di Abad Ke-20 (Bagian I)

Mungkin banyak orang yang belum tahu kalau di dunia ini ada 193 negara berdaulat. Akan tetapi, nggak semuanya serta merta terbentuk sejak dulu. Tentu saja, negara-negara yang ada pada saat ini merupakan hasil dari perjuangan rakyatnya untuk mencapai kemerdekaan, seperti negara kita tercinta Indonesia, atau ada juga yang kemerdekaannya diberikan oleh sekutu yang “menjajah” negara tersebut. Tidak hanya itu, negara yang terbentuk sekarang juga banyak yang hasil pecahan, seperti Rusia dan negara-negara yang ada di sekitarnya.

Terbentuknya negara baru tentu saja bisa menyebabkan sebuah negara menjadi tidak ada lagi. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan, kita akan membahas 10 negara yang dulunya pernah ada, tetapi sekarang tidak ada lagi.

10. Republik Weimar
Sumber foto: slideshare.net

Dari tahun 1919 sampai 1933, Jerman dikenal dengan nama Republik Weimar, namun nama ini bukanlah nama resmi. Nama resminya adalah Deutsches Reich yang tidak pernah diganti walaupun bentuk konstitusi negara sebelumnya adalah kekaisaran. Setelah pecahnya Perang Dunia I, Deutsches Reich atau Jerman membentuk konstitusi baru berbentuk republik. Majelis pembentukan konstitusi baru ini diadakan di kota Weimar sekaligus menyelesaikan masalah denda akibat Perang Dunia I yang tertulis pada Perjanjian Versailles. Republik Weimar menghadapi banyak persoalan seperti krisis inflasi besar-besaran, gerakan-gerakan paramiliter, juga perselisihan hubungan politik dengan negara sekutu yang menang perang dunia pertama. Selain itu, pemerintahan ini juga membantu perekonomian dan pembangunan rel kereta api di Jerman. Akan tetapi, ketika kanselor selanjutnya dilantik, Adolf Hitler, beliau mengubah pemerintahan menjadi Jerman Nazi, yang mengakhiri pemerintahan republik ini.

9. Jerman Timur
Sumber foto: wikipedia

Setelah pecahnya Perang Dunia II, Jerman terbagi menjadi dua yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Barat masih berhubungan dengan negara-negara Eropa Barat. Sementara itu, Jerman Timur adalah pemerintahan republik demokratis yang tunduk kepada USSR (Uni Soviet). Negara ini membangun Tembok Berlin yang terkenal itu untuk menghentikan imigrasi penduduk dan membunuh siapapun yang menentang pemerintah. Karena protes keras dari penduduknya sendiri yang merasa terancam, pada 1989 Tembok Berlin pun diruntuhkan. Setahun kemudian, Jerman Timur bergabung menjadi pemerintahan Jerman yang demokratis dan bersatu, seperti sekarang.

8. Prussia
Sumber foto: cybernation.wikia.com

Prusia merupakan sebuah negara berbentuk kerajaan yang berlokasi di Jerman pada tahun 1701 yang didirikan oleh Raja Fredrich I. Karena negara ini memiliki wilayah yang luas dan kekuatan militer yang sangat besar, negara ini menjadi terkenal terlebih saat pemerintahan Otto von Bismarck sebagai perdana menterinya. Setelah Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan bangsa Jerman, Prusia kehilangan banyak wilayah kekuasaannya dan terpecah menjadi beberapa negara-negara baru, bahkan status negara Prusia berubah menjadi sebuah negara bagian di Republik Weimar. Terlebih lagi, pada saat Hitler terpilih menjadi kanselir dan mengubah status negara Weimar menjadi Jerman Nazi, Prusia pun dihilangkan.

7. United Arab Republic (Republik Arab Bersatu)
Sumber foto: Wikipedia

Negara ini terbentuk dari wilayah Mesir dan Suriah dan hanya berjalan dalam waktu sangat singkat, pada tahun 1958 hingga 1961. Dengan maksud menyatukan negara-negara Arab, Gamal Abdul Nasser, Presiden Mesir, bersama Presiden Suriah pada waktu itu, Syukri al-Quwatli setuju dan menandatangani Perjanjian Kesatuan dan menetapkan Presiden Nasser sebagai presiden negara Republik Arab Bersatu dengan Kairo sebagai ibukota negaranya. Namun, karena terjadinya kudeta, Suriah menjadi negara merdeka kembali dan nama United Arab Republic masih dipakai pemerintahan Mesir hingga tersadar mereka tidak bersatu dengan negara Arab yang lain. Pada tahun 1971, tak lama setelah Presiden Nasser wafat, Mesir mengembalikan namanya kembali dan Republik Arab dihilangkan.

6. Ceylon
Sumber foto: wikipedia

Di sebuah pulau di bagian Asia Timur, ada sebuah negara merdeka bernama Ceylon. Negara ini dibentuk oleh koloni Inggris pada tahun 1948 dan masih tunduk kepada pemerintahan Inggris dalam bingkai negara-negara persemakmuran yang sama dengan Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Kemudian, pada tahun 1972, Ceylon berubah status menjadi negara yang sepenuhnya merdeka dan berganti menjadi sebuah republik bernama Srilanka hingga sekarang.

Sebenarnya masih banyak, dan banyak sekali negara yang terbentuk sebelum abad ke-20, akan tetapi tidak bisa semuanya disebutkan disini. Untuk melihat 5 negara selanjutnya, silakan klik disini. Terima kasih.

Saturday, February 25, 2017

Memangnya England dan Great Britain Itu Beda, Ya?

England, atau versi Indonesianya, Inggris, biasanya lebih lekat diingatan kita. Lalu, kita juga mengenal UK, kepanjangan dari United Kingdom, lalu Great Britain atau versi Indonesianya, Britania Raya. Terkadang, kita bingung atau bahkan menganggap semuanya sama saja. Apa benar England, UK, dan Great Britain itu sama?

Jawaban sebenarnya adalah sama dan tidak sama. Memang kita lebih suka bilang negara yang ibukotanya London itu sebagai Inggris. Tapi sebenarnya ada sedikit perbedaan.

Seperti yang dijelaskan oleh Peer tanyaan, England merupakan sebuah negara bagian dari United Kingdom. Sekedar menambah informasi, negara bagian ini memiliki penduduk paling padat daripada negara bagian lainnya. Kembali ke masalah bedanya England, UK dan Great Britain, England merupakan salah satu negara bagian yang bergabung dalam persatuan kerajaan Britania yang disebut United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland. Namun, karena nama resminya terlalu panjang kita boleh memendekkannya dengan sebutan United Kingdom atau singkatannya UK saja.


Sumber foto: www.visualnews.com

Sedikit mundur ke masa lampau, Great Britain sendiri sebenarnya adalah persatuan kerajaan England, Scotland dan Wales yang dibentuk pada tahun 1707. Dengan sistem pemerintahan monarki ini, mereka bergabung dan membuat kerajaan tunggal yang pusat pemerintahannya berada di Westminster, London. Jadi, selain ada Queen of England, Elizabeth, disana juga ada King of Wales dan raja dan ratu dari negara bagian di Great Britain. Kemudian, karena bergabungnya Kerajaan Irlandia pada tahun 1801, Great Britain berubah nama menjadi United Kingdom of Great Britain and Ireland. Akan tetapi, pada tahun 1922 negara bagian Irlandia terpecah menjadi Republik Irlandia dan Irlandia Utara. Republik Irlandia memutuskan untuk keluar dari persatuan kerajaan, sementara Irlandia Utara masih tetap bergabung dengan UK, sehingga nama resminya diubah menjadi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland hingga sekarang.

Lalu, bagaimana dengan benderanya?

Seperti yang kita tahu, bendera resmi United Kingdom adalah Union Jack, atau yang sering kita bilang bendera silang-silang merah yang ada putihnya dengan warna dasar biru. Bendera itu sebenarnya corak gabungan dari bendera negara bagian England, Scotland dan Nortern Ireland yang ada di United Kingdom. Sementara di masing-masing negara bagian memiliki benderanya sendiri. Ya, bendera negara bagian UK yang kita tahu mungkin cuma England karena simpel, hanya tanda palang merah dengan warna dasar putih. Tapi, tunggu dulu. Kenapa bendera negara bagian Wales tidak dicantumkan di bendera resmi UK? Itu karena bendera tersebut diciptakan pada tahun 1606 dengan motif naga yang tidak bisa digabungkan. Kalau digabungkan, pasti bendera resmi UK nggak seindah yang kita lihat sekarang.

Sumber foto: gdblogs.shu.ac.uk


Sekarang kita tahu membedakan antara England (Inggris), Great Britain (Britania Raya) dan United Kingdom. Intinya, England adalah negara bagian dari United Kingdom dan Great Britain adalah gabungan antara Kerajaan England, Scotland dan Wales. Karena Irlandia Utara bergabung juga, Great Britain diubah menjadi United Kingdom. Hm, membicarakan negara ini bikin pengen jalan-jalan kesana, ya. Semoga terwujud dan terima kasih telah membaca.

Wednesday, February 22, 2017

Kerusakan Apa Yang Diakibatkan Manusia Di Bumi?

Seperti yang kita tahu, Bumi kita semakin menua. Saking tuanya, Bumi pun sekarang sudah sering “sakit”, seperti batuk asap dan lava gunung api, pergeseran lempeng bumi, dan sebagainya. Hal ini akibat dari aktivitas Bumi kita sendiri. Namun, selain dari itu, kita pun sebagai manusia juga turut serta membuat Bumi kita menjadi semakin “sakit”. Kerusakan apa yang terjadi oleh kita sebenarnya?
Seperti yang ditayangkan oleh Kokbisa, menurut setting-an alam semesta ini, Bumi dan segala isinya akan selalu berusaha mencapai keseimbangan. Diantara milyaran makhuk yang ada di Bumi ini, otak manusia lebih cepat berkembang. Sehingga manusia berhasil membangun peradaban dan teknologi yang bisa kita lihat canggih banget pada hari ini. Karena manusia berhasil sukses membuat peradaban dengan pesat dan mengalahkan makhluk lainnya, manusia merasa bahwa kitalah yang paling hebat di dunia ini. Konsep demikian, merasa bahwa kita paling hebat, atau istilahnya antroposentrik, konsep inilah yang mengawali kerusakan Bumi.

Sekarang ini ada 7 milyar lebih manusia yang hidup di muka Bumi ini, dan semuanya butuh makan. Demi makan, kita tanpa sadar merusak Bumi ini dengan perlahan. Misalnya, kita pun mulai bercocok tanam untuk menghasilkan sumber pangan sayuran sebanyak-banyaknya yang terkadang mengabaikan soal keseimbangan lingkungan. Tak hanya itu, jika lahan pertanian tidak cukup, manusia pun memangkas hutan dan menjadikannya ladang sayuran. Mungkin kita tidak akan sadar kalau di dunia ini ada sekitar 80km persegi yang ditebang. Bayangkan berapa banyak pohon yang ada di dalam hutan seluas itu! Sementara itu, satu orang manusia perlu oksigen untuk bernapas dalam sehari yang kira-kira dihasilkan sebanyak 22 pohon. Seperti yang kita tahu, pohon dan tumbuhan lainnya adalah sumber oksigen kita. Kita, malah menebang pohon ladang oksigen untuk manusia dan hewan di seluruh dunia.

Sumber gambar: gettyimages.com

Lalu, setelah hutan dialihkan menjadi lahan pertanian, lahan tersebut ditanami sayuran dan diberi pupuk supaya subur dan cepat panen. Tidak hanya sekali dua kali, tetapi secara terus menerus. Tanam, pupuk, panen, tanam, pupuk, panen, dan begitu terus. Pupuk yang kita berikan kepada tanaman, yang kita tebar ke tanah, adalah zat kimia yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Namun, disisi lain, zat kimia tersebut juga membuat tanah menjadi asam dengan zat potassium dan sodium, yang akhirnya malah membuat lahan tersebut tak bisa ditanami lagi atau tidak subur lagi.
Tidak hanya soal tanah dan tumbuhan saja, kita memanfaatkan daging dari hewan pun sama merusaknya. Sudah banyak hewan yang punah akibat manusia buru atau karena habitatnya yang telah rusak. Hutan digunduli, tak ada lagi tempat mereka untuk bersembunyi dan menghindar dari buruan manusia. Selain itu, kita juga menciptakan teknologi yang memungkinkan kita mengolah hewan menjadi daging olahan. Akan tetapi, gas yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut berbahaya bagi kita. Gas metana yang dihasilkan memberikan efek rumah kaca yang lebih dahsyat dari gas karbondioksida. Di laut dan tambak ikan, kita juga memberikan pakan ikan yang mengandung zat kimia yang bisa mencemari habitat laut tanpa kita sadari.

Sumber gambar: hikingartist.wordpress.com

Soal limbah industri jangan ditanya lagi. Berapa banyak pabrik yang manusia ciptakan demi makan? Tidak terhitung lagi. Dan limbah industri pun mencemari sumber air kita. Disaat yang sama, kita juga menyedot air dari tanah. Padahal persediaan air kita sebenarnya tidak banyak. Benar, bumi kita sebagian besar berisi air, namun samudra itu airnya asin. Yang kita gunakan dan kita konsumsi adalah air tawar. Oleh karena itu, air tawar itu sangat sedikit jumlahnya sebenarnya. Ia hanya terlihat banyak ketika banjir terjadi.
Sumber gambar: canstockphoto.com

Tidak hanya di air saja, pencemaran udara pun tanpa sadar kita lakukan. Kita berkontribusi mencemari udara dengan menggunakan alat pendingin ruangan dan spray aerosol pengharum ruangan. Gas chlorofluorocarbon atau CFC yang ada pada alat pendingin ruangan dan spray aerosol itu bisa membuat lapisan ozon semakin menipis. Seperti yang kita tahu, lapisan ozon melindungi Bumi dari sinar kosmik ultraviolet yang bisa membakar kulit kita. Selain itu, kitapun turut berkontribusi mencemari udara dengan memakai bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor maupun pabrik-pabrik industri kita. Asap yang dihasilkan membumbung ke udara dan merusak lapisan ozon dengan kandungan zat emisi karbonnya. Selain itu, kita sendiripun mengalami dampaknya langsung karena polusi udara mengganggu pernapasan kita, dan juga membuat Bumi semakin panas.

Sumber foto: canstockphoto.com

Karena Bumi semakin panas, iklim di Bumi pun sudah tidak terkontrol lagi. Akibat pemanasan global ini bisa membuat terumbu karang mati di lautan dan es kutub yang mencair. Es kutub yang mencair bisa menenggelamkan area daratan karena mengakibatkan penambahan volume air laut secara signifikan dalam seratus tahun. Selain itu, jika es kutub mencair, ini artinya beberapa habitat hewan kutub akan lenyap dan hewan tersebut bisa punah.

Perubahan iklim di dunia ini memang nyata, tapi ada saja yang mengklaimnya sebagai hoax semata demi kepentingan politik dan ekonomi. Yang jelas, kita sudah mengerti sejauh mana kita sendiri bisa merusak Bumi ini, tinggal kitanya lah yang hanya pasrah ataukah mengambil tindakan untuk mengurangi dampak dari perbuatan kita sendiri. Semoga ini bisa membuat kita menjadi lebih ramah dengan lingkungan kita, karena kalau kita ramah, alam akan ramah juga kepada kita. Sekian dan terima kasih.

Apa Penyebab Terjadinya Kabut Asap?

Hampir setiap tahun kita mendengar kabar tentang kabut asap. Apalagi di tahun 2015 kemarin, kabut asap terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Nggak hanya itu, negara tetangga kita pun seperti Singapura dan Malaysia kena dampaknya juga. Sebenarnya apa sih yang jadi penyebab terjadinya kabut asap itu?

Sejatinya, kabut asap terjadi karena kebakaran hutan. Seperti yang ditayangkan Kokbisa, di Sumatera, Kalimantan dan Papua banyak terdapat lahan gambut. Lahan gambut merupakan lahan basah yang mengandung zat karbon yang bersifat gampang terbakar. Kenapa lahan gambut mengandung zat karbon? Hal ini disebabkan karena lahan tersebut sudah berkali-kali ditanami tumbuhan, dan sisa-sisa tumbuhan yang membusuk di lahan tersebut menambah kandungan karbon dalam tanahnya.

Sumber gambar: all-free-download.com

Namanya juga lahan gambut, pasti basah. Tempat yang basah pasti susah terbakar. Tapi, kalau lahan gambut ini dikeringkan, sudah pasti gampang sekali terbakar karena sudah ada zat karbon di dalam tanahnya. Ya, tanah lain juga memiliki zat karbon. Hanya saja, zat karbon di dalam lahan gambut itu kadarnya sangat tinggi sehingga jika ada pohon kering yang dibakar sedikit saja, apinya akan merambat dengan luar biasa. Akhirnya lahan gambut bisa menjadi tungku api raksasa yang bisa menghasilkan kabut asap yang luar biasa.

Disamping itu, ada perusahaan-perusahaan nakal yang memanfaatkan lahan gambut untuk industrinya lebih suka membakar lahan mereka untuk menanami kembali lahan pertaniannya. Namanya juga perusahaan dan orang berbisnis, tentu saja mereka mencari cara yang lebih mudah dan murah dalam proses industrinya. Kalau mereka menebang lahan pertanian, mereka harus mengeluarkan biaya 5 hingga 7 juta per hektarnya. Tapi, kalau hanya dengan membayar orang untuk membakar lahannya, mereka paling hanya perlu mengeluarkan modal 500 ribu hingga satu juta saja. Dengan didukung oleh iklim ekuator yang musim kemaraunya lebih panjang, maka membakar hutan adalah hal yang sangat hemat, baik tenaga maupun finansial.

Sayangnya, mereka tidak memperhatikan akibat apa yang ditimbulkan karena membakar hutan. Tak hanya soal kabut asap yang membatasi jarak pandang saja, tapi juga mengganggu sistem pernapasan kita apalagi buat anak-anak. Tidak sedikit korban yang berjatuhan akibat bencana kabut asap di negara kita setiap tahunnya.

Masalah kabut asap sebenarnya sudah tidak tertangani sejak tahun 90-an. Pada tahun 1997 kabut asap Indonesia menyelimuti beberapa negara tetangga kita, Samudera Hindia dan juga beberapa bagian di negara Asia Timur walaupun tipis. Kabarnya saat itu adalah kabut asap paling parah yang pernah terjadi di Indonesia. Dan kabarnya juga, indeks pencemaran udara di beberapa daerah di Pulau Sumatera sudah mencapai angka yang berbahaya, yang artinya udara di daerah tersebut sudah sangat beracun untuk kita bernapas.


Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar hal seperti ini tidak terjadi? Hal seperti ini memang sulit untuk dielakkan dan ditanggulangi, tapi kita bisa berusaha dengan memberikan pengetahuan kepada orang lain tentang bahaya kabut asap ini. Bagi orang yang tinggalnya jauh dari lokasi kebakaran hutan, mungkin mereka tidak tahu dan menganggap hal ini sepele. Ada baiknya kita menyuarakannya agar sampai ke masyarakat juga pemerintah. Jika sampai ke telinga pemerintah, mungkin saja akan ada tindakan tegas untuk pihak yang membakar hutan itu. Walaupun hanya lahannya sendiri, tapi kita nggak mau juga kan kebagian asapnya? Sekian dan terima kasih.

Thursday, February 09, 2017

Apa Itu Teori, Hipotesis dan Hukum Dalam Sains?

Waktu kita sedang belajar IPA atau sekarang lebih dikenal dengan Sains, kita mengenal beberapa teori. Mungkin dalam ilmu Biologi, kita mengenal teori evolusi. Begitu juga dalam ilmu Fisika, kita mengenal teori gravitasi. Tidak hanya teori saja, kita juga mengenal hukum-hukum dalam pelajaran Fisika dan Kimia. Sebenarnya apa itu semuanya?

Gambar: 123rf.com

Menurut tayangan Kokbisa channel, teori dalam ilmu Sains itu diawali dengan pengamatan-pengamatan yang diyakini benar atau disebut dengan fakta. Setelah itu, para saintis akan membuat atau mengajukan penjelasan tentang pengamatan yang kita lakukan berdasarkan fakta-fakta yang telah terkumpul namun masih perlu diuji kebenarannya, atau disebut dengan hipotesis.

Buat yang bingung, contohnya mungkin lebih sederhana seperti ini. Setiap hari, matahari selalu terbit dan tenggelam. Ini adalah sebuah fakta yang diyakini benar oleh manusia. Namun, bagi manusia yang penasaran dan selalu berpikir, mereka akan meneliti bagaimana hal ini, matahari terbit dan tenggelam terjadi. Lalu, kemudian timbul gagasan dari peneliti zaman dahulu yang meyakini bahwa matahari mengelilingi Bumi. Gagasan ini disebut hipotesis, karena masih harus terus diuji kebenarannya.

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diciptakan dan dipelajari manusia dari alam ini, akhirnya manusia bisa membuat roket dan menemukan fakta ternyata bumi kita berbentuk bulat dan berotasi pada porosnya sendiri, sedangkan matahari tetap berada ditempatnya nun jauh disana. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis para peneliti yang ada di Bumi keliru karena Bumi yang berotasi pada porosnya menimbulkan efek seolah matahari yang mengelilingi Bumi.

Kemudian, jika hipotesis-hipotesis yang sudah diuji kebenarannya dan dikumpulkan untuk menjelaskan suatu fenomena yang ada di alam ini, serta disetujui oleh banyak saintis, maka yang selanjutnya terbentuk adalah teori. Teori adalah penjelasan sistematis tentang suatu fenomena berdasarkan hipotesis yang telah diuji. Oleh karena itu, teori evolusi dan teori gravitasi yang disinggung pada paragraf pertama tadi tidaklah hanya sekedar “teori”.

Teori dalam sains terbentuk melalui pengumpulan data dan fakta dan pengujian hipotesis yang muncul karena data dan fakta  yang terkumpul tadi. Teori sains mengalami perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ya, pasti para saintis lelah sekali dengan terus mencoba membuktikan suatu hipotesis, kemudian gagal, dicoba lagi, kemudian gagal lagi, hingga akhirnya hipotesis berhasil dibuktikan dan terbentuk teori demi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.

Contohnya, pada abad ke-19, para saintis dikejutkan dengan penemuan fosil hewan laut yang ditemukan di dataran tinggi. Rasanya hal itu mustahil. Awalnya para saintis berhipotesis kalau dulu pernah terjadi banjir besar yang mengakibatkan hewan laut terbawa ke dataran tinggi. Setelah pengujian demi pengujian hipotesis, ternyata hal itu terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik bumi yang terus bergerak yang sekarang dikenal dengan teori lempeng tektonik (Plate Tectotic Theory). Kemudian, teori ini pun dapat menjelaskan bagaimana terbentuknya gunung vulkanik, gempa bumi, bahkan bagaimana terbentuknya 5 benua yang ada di Bumi.

Kita telah sedikit banyaknya mengerti tentang teori dan perjalanannya menjadi teori dalam sains. Jadi, bisa dibedakan ya kalau teori yang kita obrolin sehari-hari tidaklah sama dengan teori dalam ilmu sains. Lalu, pertanyaan yang tersisa, apa itu hukum?

Gambar: shutterstock.com

Hukum dan teori sangat berkaitan satu sama lain, seperti yang dijelaskan Sainsbro. Misalnya, hukum Newton tentang gravitasi. Kelapa yang terjatuh dari pohonnya disebabkan karena adanya gaya gravitasi yang saling tarik menarik antara buah kelapa dengan bumi. Kemudian, Isaac Newton merumuskan hukum gravitasi secara matematis, seperti rumus menghitung gravitasi yang kamu temukan dalam buku Fisika. Akan tetapi, baru teori dari Einstein saja yang menjelaskan bagaimana terjadinya gravitasi, mungkin kita mengenalnya dengan teori gravitasi yang ada hubungannya dengan relativitas.

Yah, sampai disini saja dahulu tentang teori dan hukum dalam ilmu sains. Segala teori dan hukum yang ada di dunia ini bisa saja terus berkembang seiring waktu. Siapa tahu diantara kita bisa menemukan teori dan hukum lainnya yang dapat menjelaskan suatu fenomena yang terjadi di alam ini. Teruslah belajar dan terima kasih.




Kenapa Bumi Bentuknya Bulat?

“Anak-anak, bumi itu bulat,” kata guru IPA kita dulu. Sebagian besar dari kita mungkin hanya akan ber-oh saja sambil menelan mentah-mentah kata guru dan isi buku cetak pelajaran kita. Namun pernahkah kamu benar-benar bertanya kenapa bumi itu harus bulat? Kenapa nggak heksagon saja biar keren?

Sebenarnya, bumi itu harus bulat berawal dari segala benda yang ada di alam semesta mempunyai massa dan benda yang mempunyai massa pasti memiliki gravitasi. Kita sendiri mempunyai massa dan gravitasi.

Gambar: clker.com

Dalam hukum gravitasi, massa akan menarik massa lainnya, bahkan menjadi menyatu, akibat dari tarikan gravitasi masing-masing benda. Pada awal penciptaan bumi, bermilyaran tahun yang lalu, debu luar angkasa saling tarik menarik satu sama lain, menyatu, menyatu dan menyatu terus hingga membentuk bulat dan solid. Proses saling tarik menarik tadi juga yang terjadi pada benda-benda langit lainnya seperti matahari, bulan, asteroid, komet dan lain-lain.

Yang menyebabkan bumi itu bulat adalah tarikan gravitasinya sendiri, dan gravitasinya sangat besar. Secara alamiah, bentuk bulat adalah bentuk yang efisien agar gaya gravitasi bisa menarik segala benda yang ada. Jika bentuknya bersegi seperi heksagon, kotak, maupun nggak jelas bentuknya seperti asteroid, maka ada bagian yang tidak sepenuhnya ditarik gaya gravitasi karena jauh atau tidak sama jaraknya dari pusat gravitasinya. Oleh karena itu, alami-alami saja jika bumi itu bentuknya bulat atau lebih tepatnya oblate spheroid.

Bumi pun sebenarnya tidak benar-benar bulat jika ditelusuri lebih dalam. Seperti kita, manusia, bumi memiliki sudut tertentu yang  memiliki gunung, bukit, lembah, danau bahkan palung terdalam yang dilapisi samudra, tetapi tetap saja, secara garis besarnya bumi itu bulat. Dan mengapa kita, manusia, tidak berbentuk bulat karena memiliki massa dan gravitasi? Kita tidak seperti itu karena massa dan gravitasi kita kecil. Sedangkan bumi, gaya gravitasinya sangat besar. Apakah kamu tahu mengapa bulan berkeliling mengitari bumi pada orbitnya? Karena bulan merespon gaya gravitasi dari bumi kita, dan itu artinya bumi memiliki gravitasi yang sangat, sangat, sangat besar.
Jadi, kalau kamu merasa ada seseorang yang selalu berada di sampingmu kemanapun kamu pergi, mungkin saja, dia terkena efek gravitasi dari kamu. Kalau kamu merespon gravitasinya, ya mungkin kalian memang jodoh yang tepat. Terima kasih telah capek-capek membaca. Semoga makin cerdas.


Wednesday, February 08, 2017

Kenapa Bumi Terlihat Datar?

Saat kita memandang laut, kita melihat garis horizontal. Mungkin beberapa dari kita waktu kecil mengira titik garis horizontal itu adalah ujung dunia, sehingga kita menganggap bumi itu datar. Padahal faktanya, bumi itu bulat atau lebih tepatnya disebut oblate sphereoid. Kalau memang bumi itu bulat, kenapa kita melihatnya seperti datar-datar saja?

Menurut Kokbisa channel, bumi terlihat datar karena kita, sebagai subjek yang melihat objek, sangatlah kecil. Sementara itu bumi ini sangat besar dan luas. Sebagai contoh, ketika ada kapal yang datang dari cakrawala, kita melihatnya muncul sedikit demi sedikit dari tiang cerobong hingga  lengkap dengan badan kapalnya. Hal ini terjadi demikian karena bumi yang bentuknya melengkung. Namun, di mata kita bumi ini terlihat datar.

Gambar: Daily Express.com

Hal ini sebenarnya karena keterbatasan kita sendiri. Menurut ahli psikologi, kita hanya dapat melihat dan memahami lingkungan sekitar yang kita lihat sendiri. Kemudian, dengan intuisi, kita menerjemahkannya dengan sederana, lalu membuat persepsi -persepsi tentang dunia ini. Ya, contohnya seperti kita melihat lautan, kemudian kita menganggap bumi itu datar bukan bulat. Padahal kalau alam semesta ini ditelusuri, jawabannya tidak akan sesederhana terjemahan intuisi kita.


Sejak dahulu, manusia yang memiliki rasa ingin tahu terus meneliti tentang bumi. Awalnya bumi itu diduga berbentuk kotak, berbentuk datar, berbentuk seperti mangkuk yang dikelilingi lautan hingga kemudian pengetahuan berkembang. Dan akhirnya, ditemukanlah fakta bahwa bumi itu berbentuk bulat. Terima kasih pada peneliti dari cabang ilmu astronomi, kami menjadi semakin tahu. Dan terima kasih juga kepada kamu yang sudah membaca tulisan ini.

Bagaimana Proses Pembentukan Awan?

Waktu kita kecil, kita melihat awan yang melayang-layang di langit seperti kapas yang melayang-layang. Kemudian, ditambah lagi dengan tontonan kartun masa kecil di tahun 90an yang menayangkan seorang karakter anime yang sedang naik awan emas. Gara-gara itu, kitapun jadi kepengin punya awan sendiri supaya nggak susah untuk pergi kemana-mana dengan terjebak kemacetan atau pemeriksaan bandara yang ketat. Tapi ada yang bertanya-tanya nggak sih, gimana awan itu terbentuk?

Gambar: freepik.com

Contoh yang mudah dipahami yang ditayangkan oleh kanal Kokbisa adalah saat kita sedang memasak air dalam panci di dapur. Mungkin saat kita disuruh sama Mama untuk masak air, kita disuruh untuk menutup pancinya. Sebabnya bukan hanya karena takut masuk bakteri, kuman atau bahkan cicak yang lagi hinggap di langit-langit dapur, tetapi juga takut airnya “gosong”. Apa maksudnya?

Saat kita sedang memasak air, ada baiknya kita memperhatikan sedikit di tutup pancinya. Jika kita lihat, ada titik-titik air yang menempel pada tutup panci. Padahal sebelumnya, air berada di dalam wadah panci dan tutup panci yang kita letakkan pada saat merebus air masih kering. Air merupakan benda cair yang dapat berubah bentuk baik menjadi bentuk benda padat seperti es batu di kulkas kita, maupun menjadi bentuk gas. Nah, air yang menempel pada tutup panci adalah air yang sudah menjalani proses perubahan bentuk sebanyak dua kali. Pertama, air yang ada di wadah panci menguap ke atas karena api kompor yang memanaskannya. Selanjutnya, uap air yang menguap tertahan di balik tutup panci sehingga menjadi titik-titik air. Proses pertama disebut dengan penguapan, dan yang kedua adalah pengembunan.

Seperti itulah kira-kira yang terjadi pada awan. Awan terbentuk dari air yang ada permukaan bumi, baik di laut, danau, maupun di hutan, yang menguap karena kepanasan kena sinar matahari. Uap-uap air tersebut terbang ke langit hingga ketinggian tertentu. Kemudian uap air tersebut berkumpul di udara dan menjadi titik-titik air dalam jumlah yang sangat banyak. Dan kita melihatnya menggumpal seperti kapas yang lewat-lewat di atas rumah kita.

Awan pun isinya tidak hanya titik air dalam bentuk gas saja. Ada yang berbentuk kristal es juga ada yang berbentuk titik air yang cair. Ketika titik-titik air itu semakin banyak dan semakin berat karena partikel airnya berubah wujud menjadi lebih padat, awan akan turun sebagai hujan.


Awan adalah salah satu penyeimbang alam. Awan dapat menyejukkan kita yang sedang ditengah-tengah kemacetan lalu lintas dan awan juga bisa membuat kita galau teringat mantan karena hujannya. Sekian dulu soal awannya, semoga kita semakin memahami fenomena alam di sekitarnya. Silakan dibagikan kepada temanmu agar semuanya tahu, dan terima kasih telah membaca.

Tempat Terpanas Di Dunia

Saat rumah kita sedang mati lampu di siang bolong, atau sedang terjebak kemacetan di jalan, atau sedang bosan menunggu giliran bimbingan skripsi di kampus, kita akan menganggap kota kita adalah kota paling panas di dunia. Sehingga kita ingin cepat-cepat ke kantin dan menyeruput es teh manis yang segar. Tapi, benarkah kota kita adalah kota terpanas di dunia? Dimanakah tempat yang paling panas di muka bumi ini?

Berdasarkan tayangan dari kanal Kokbisa, tempat terpanas di dunia bukanlah Death Valley di Amerika Serikat, bukan juga Gurun Sahara di utara benua Afrika, melainkan Gurun Lut di Irak. Permukaan gurun tersebut sangat kering sehingga hewan gurun maupun tumbuhan gurun tidak sanggup bertahan hidup. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di gurun tersebut adalah 70,7 derajat Celcius. Panas sekali, tentunya kita pasti bisa menceplok telur mata sapi disana.

Foto gurun lut dari nationalgeographic.co.id

Faktor yang mempengaruhi gurun tersebut menjadi sangat panas yaitu curah hujan yang sangat sedikit. Jadinya, permukaan tanahnya kering sehingga tumbuhan yang ingin tumbuh disana tidak mendapatkan persediaan air yang cukup. Kemudian, permukaan tanah Gurun Lut warnanya gelap dan banyak batu-batuan disana. Kedua faktor itu mengakibatkan panas sinar matahari yang menyinari diserap oleh gurun namun tidak semuanya terpantul kembali. Sehingga permukaan tanahnya menyimpan panas lebih banyak dari permukaan tanah di daerah lain di muka bumi.

Kemudian pertanyaannya, bagaimana kita tahu Gurun Lut tempat paling panas di dunia sedangkan manusia nggak sanggup datang kesana untuk meneliti karena suhunya yang ekstrim?

Sekarang zaman sudah canggih. Manusia sekarang menggunakan teknologi yang canggih untuk mengukur suhu permukaan bumi, yaitu dengan satelit. Satelit yang dikirim saintis ke luar atmosfer bumi akan memindai atau scanning permukaan bumi dan mengukur suhunya dengan bantuan sinar inframerah. Barulah akhirnya peneliti bisa mengetahui suhu permukaan tanah di bumi dengan peta yang disajikan oleh satelit. Tidak hanya suhu, dengan satelit pun peneliti bisa mengetahui tinggi rendahnya permukaan tanah.

Mungkin kita pernah melihat peta dengan warna-warna yang membagi daerah-daerah tertentu, grafik-grafik, serta pergerakan-pergerakan awan pada tayangan prakiraan cuaca di televisi, yang tentunya tidak bisa dimengerti semua orang. Bisa dikatakan, mirip seperti itulah cara kerjanya.


Teknologi, semakin hari semakin berkembang. Begitu juga seharusnya dengan kita. Kita harus terus mengembangkan pengetahuan kita, berbagi apa yang sudah kita ketahui agar hidup lebih bermakna. Dan sekian, terima kasih.