Showing posts with label grammar. Show all posts
Showing posts with label grammar. Show all posts

Thursday, August 17, 2017

Apa Itu “To Be”?

Buat yang familiar dengan Bahasa Inggris pasti sudah tahu apa itu “to be”. Ya, kalau ditanya apa itu “to be” pasti jawabannya nggak lain nggak bukan adalah is, am, dan are. Namun, apakah to be hanya itu saja? Apa sebenarnya “to be” itu?



To be adalah auxilary verb atau kata kerja bantu yang biasanya digunakan pada kalimat dalam bentuk nomina. Sebutan “to be” sebenarnya berasal dari bentuk dasar dari kata kerja bentuk to infinitivebe”. Kalau kita melihat kamus dan menemukan ada sebentuk tabel yang menunjukkan perubahan-perubahan kata kerja dalam Bahasa Inggris, kita akan melihat sederetan kata kerja dengan bentuk to infinitive seperti to finish, to buy, to eat, dan lain-lain. Salah satunya, mungkin di deretan paling atas letaknya sesuai urutan abjad, adalah to be sebagai to infinitive form, be sebagai simple form atau yang kita kenal dengan verb pertama, was dan were sebagai simple past form atau yang kita kenal dengan istilah verb kedua, dan been sebagai past participle atau kita kenal dengan istilah verb ketiga.




Auxilary verb to be digunakan pada kalimat-kalimat nomina, yaitu kalimat yang tidak mengandung kata kerja seperti memasak, mencuci, menjahit, berjalan, berlari, menangis dan lain-lain. To be digunakan bila objek di dalam kalimatnya adalah kata benda atau kata sifat. Selain itu, to be sering diartikan sebagai “adalah” dalam Bahasa Indonesia, dalam pengertian penunjuk identitas kata benda yang akan dijelaskan setelah to be.

To be dalam Bahasa Inggris terbagi atas dua jenis waktu. Dalam bentuk Present Tense, kita mengenal is, am, dan are sebagai to be. Dalam bentuk Past Tense, kita mengenal was dan were sebagai to be. Penggunaan to be dalam kalimat juga tergantung dengan subjek dalam kata ganti orang atau pronoun.

Contoh penggunaan
to be dalam bentuk kalimat nomina yang simpel adalah:

I am a student
Saya adalah seorang siswa

You are a teacher
Anda adalah seorang guru

They are
good friends
Mereka adalah teman yang baik

We are English students
Kita adalah siswa Bahasa Inggris

He is a professor
Dia adalah seorang guru besar

She is beautiful
Dia cantik

It is a cat
Itu adalah seekor kucing

Jika memperhatikan contoh diatas, a student, a teacher, good friends, English students, a professor dan a cat semuanya adalah kata benda yang menunjukkan identitas. Sedangkan  beautiful merupakan kata sifat. Selain itu contoh diatas juga merupakan contoh kalimat dalam simple present tense. Kita dapat melihat bila to be yang ada diantara subjek dan objek berupa kata benda dan kata sifat tersebut merupakan kata kerja bantu yang dapat melengkapi kalimat.

Lalu bagaimana dengan yang dalam bentuk past tense? Perhatikan contoh ini.

I was a kid
Saya adalah anak-anak
Maknanya: Sekarang sudah dewasa

You were young
Anda muda
Maknanya: Sekarang sudah tidak muda lagi

They were bad guys
Mereka adalah orang jahat
Maknanya: Sekarang bukan orang jahat lagi

We were stupid
Kita bodoh
Maknanya: Sekarang nggak bodoh lagi, udah banyak belajar

He was sick
Dia sakit
Maknanya: Sekarang dia sudah sembuh

She was here
Dia disini
Maknanya: Sekarang dia sudah pergi

It was fun
Itu menyenangkan
Maknanya: Kemarin menyenangkannya, sekarang sudah biasa saja

Jika kita perhatikan, a kid dan bad guys adalah kata benda. Kemudian, young, stupid, sick, dan nice adalah kata sifat. Yang terakhir, here adalah sebuah kata tunjuk yang berarti “disini”. Karena was dan were merupakan auxilary verbs untuk Past Tenses atau tenses masa lampau, maka makna kalimat yang dijelaskan dengan fakta yang sekarang adalah kebalikannya.

Fungsi to be bisa dikatakan mirip dengan fungsi verb atau kata kerja dalam kalimat. Sebuah kalimat utuh membutuhkan predikat. Dengan pola yang mirip dengan Bahasa Indonesia, subjek – predikat – objek, to be menjadi predikat dalam kalimat ketika kalimat itu tidak mengandung kata kerja atau verb. Oleh karena itu, to be menjadi auxilary verb atau kata kerja bantu dalam kalimat nomina berbahasa Inggris.



Bagaimana? Kira-kira sudah bisa membuat kalimat simpel dalam Bahasa Inggris menggunakan to be?

Yang Benar Itu AM, a.m., PM, Atau p.m.?

Apaan AM dan PM itu? Mungkin dalam penulisan waktu dalam Bahasa Indonesia kita tidak menemukannya. Akan tetapi, dalam penulisan waktu dalam Bahasa Inggris, kita akan menemukan penulisan waktu seperti ini. Bagi yang familiar dengan penggunaan jam di ponsel, mungkin sebagian dari kita ada yang mengeset waktu di ponselnya dengan format 12 jam, tetapi tidak terlalu memperhatikan AM dan PM yang terletak dibelakang bilangan angka yang menunjukkan jamnya.

Jadi, apakah AM dan PM itu?



AM adalah singkatan dari Ante Meridiem, yaitu format  penunjuk waktu 12 jam, dari jam 00.00 malam sampai jam 11.59 siang. Ante meridiem sendiri artinya adalah before noon alias sebelum tengah hari. Tengah hari dalam format waktu 12 jam adalah jam 12 siang teng.

Sementara itu, PM adalah singkatan dari Post Meridiem, yaitu format penunjuk waktu 12 jam, dari jam 12.00 siang sampai jam 23.59 malam. Post meridiem artinya after noon atau setelah tengah hari.

Dalam penulisan yang sesuai dengan kaidah gramatikal Bahasa Inggris, penulisan AM dan PM menggunakan huruf kecil a, p, dan m yang dipisah dan diakhiri dengan tanda titik (.). Kemudian, angka yang digunakan sebagai penunjuk jam juga hanya dari 1 sampai 12. Bila jam masih menunjukkan angka satuan seperti angka 1 sampai 9, maka penulisan angkanya langsung ditulis saja tanpa dipasangkan dengan angka nol (0) di depannya. Yang terakhir, untuk memisahkan penunjuk angka jam dan angka menit, gunakan tanda titik dua (:).

Contohnya:
Pukul 5 pagi = 5:00 a.m.
Pukul 2 dini hari =
 2:00 a.m
Pukul 3 lewat 15 menit dini hari = 3:15 a.m.
Pukul 9 lewat 30 menit pagi = 9:30 a.m.
Pukul 11 lewat 59 menit siang = 11:59 a.m.
Pukul 12 tengah malam = 12.00 a.m.
Pukul setengah 1 malam = 12:30 a.m.
Pukul 5 sore = 5:00 p.m.
Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 p.m.
Pukul 6 lewat 15 menit petang hari = 6:15 p.m.
Pukul 8 lewat 30 menit malam = 8:30 p.m.
Pukul 11 lewat 59 menit malam =11:59 p.m.
Pukul 12 siang = 12:00 p.m.
Pukul setengah 1 siang = 12:30 p.m.

Dari contoh-contoh penulisan jam diatas, kita bisa lihat kalau penulisan jam tidak ada yang menggunakan angka 13, 14, 15, dan seterusnya untuk penunjuk jam 1, 2, 3 dan seterusnya. Dari contoh diatas juga kita bisa lihat tidak ada penulisan jam 00:00 dalam penulisan format 12 jam, melainkan ditulis dengan 12:00 a.m.. Selain itu, jam 11:59 p.m. adalah jam 11 lewat 59 menit di malam hari, alias satu menit sebelum tengah malam. Sementara itu, penulisan jam 12:00 p.m. artinya jam 12 siang. Begitu juga sebaliknya, jam 11:59 a.m. adalah jam 11 lewat 59 menit di siang hari, alias satu menit sebelum jam 12 siang bolong. Penulisan jam 12 malam teng adalah 12:00 a.m.

AM, a.m., PM, atau p.m.?

Jika kita melihat perkembangan cara penulisan format waktu 12 jam, kita juga sering melihat format 12 jam yang diketik dalam huruf kapital. Sebenarnya, yang benar adalah menggunakan huruf kapital yang ukurannya diperkecil. Contohnya:

Pukul 12 tengah malam = 12.00 AM
Pukul setengah 1 malam = 12:30 AM
Pukul 5 sore = 5:00 PM
Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 PM

Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 PM
Yang benar PM dengan ukuran diperkecil (small caps) atau p.m.



Bagaimana? Sudah tahu penulisan dan perbedaannya? Coba tulis jam berapa ini di dalam buku tulismu.

Friday, August 11, 2017

Suffix “-s” dan “-es” Pada Plural Countable Noun

Suffix? Plural Countable Noun? Apaan itu? Makhluk apa itu? Pastinya akan ada yang bertanya seperti itu jika dihadapkan dengan istilah seperti judul diatas. Ya, bagi yang nggak familiar dengan istilah bahasa Inggris, pasti akan bingung dan bertanya-tanya. Kalau nggak bertanya setidaknya dalam hati, berarti antara dua, sudah mengerti atau nggak minta sama sekali dengan Bahasa Inggris. Hihihi...



Bahasan kali ini adalah tentang gimana caranya kita menggunakan akhiran “-s” dan “-es”  di belakang noun atau kata benda. Root atau kata dasar dari sebuah noun dalam Bahasa Inggris biasanya hanya menunjukkan bahwa jumlahnya satu, tidak lebih. Apalagi kalau sudah makin diperjelas dengan artikel “a” atau “an” di depan noun-nya. Contohnya kayak dibawah ini.

An apple
An egg
A book
A car
A pencil
A box
A table
A trophy

Dari makna gramatikalnya, semua kata benda diatas hanya  berjumlah satu. Tidak lebih.

Jadi gimana kalau jumlah apelnya ada dua? Jumlah telurnya ada tiga? Atau jumlah bukunya ada 1000? Yang pasti, jumlah bukunya ada 1000 itu pasti milik perpustakaan, atau orang yang suka membaca buku. Hehehe.

Balik ke bahasan.

Contoh diatas itu semuanya adalah singular noun alias kata benda yang tunggal, atau jumlah bendanya cuma satu. Untuk membuat noun menjadi jamak atau plural, kita perlu menambahkan akhiran “-s” atau “-es” dibelakang noun. Nah, perlu diingat kalau noun yang bisa dijadikan ke bentuk jamak (plural) adalah countable noun alias kata benda yang bisa dihitung satu-satu, seperti apel, mobil, buku, pensil, meja, kursi, kotak dan lain-lain. Kata benda seperti uang, gula, garam, rambut itu termasuk golongan noun yang tidak dapat dihitung jumlahnya alias uncountable noun. Uncountable noun selalu dianggap berjumlah satu.

Oke, sekarang kita coba mengubah sederetan contoh kata benda diatas menjadi bentuk jamak.

Apple à  Some apples
Egg à  Some eggs
Book à  Two books
Car à Three cars
Pencil à Five pencils
Box à Three boxes
Table à Two tables
Trophy à Two thropies

Jika kita perhatikan, ada perbedaan yang terjadi saat deretan contoh noun tadi dijamakkan. Ada yang ujung katanya cukup memakai “-s” ada juga yang ujung katanya memakai “-es”. Kenapa bisa begitu? Disini muncul aturan kapan kita menggunakan “-s” dan kapan kita menggunakan “-es”.

Jika kita ingin menjadikan sebuah noun menjadi bentuk plural, maka kita hanya cukup menambahkan suffix “-s” saja. Akan tetapi, akan berbeda kejadiannya jika huruf belakangnya X, F, S, O, Y, dua huruf SH, dan dua huruf CH. Jika sebuah noun diakhiri dengan huruf-huruf yang disebutkan tadi, maka untuk menjadikan noun-nya bentuk jamak, harus ditambahkan “-es” dengan aturan dibawah ini:

1. Noun diakhiri huruf X, O dan dua huruf SH dan CH.
Kalau noun-nya berakhir dengan huruf X, O, dua huruf SH dan CH, maka wajib memakai “-es” dibelakang noun untuk menjadikannya ke bentuk plural. Contohnya:
Akhiran X:
A fox à Foxes
A box à Boxes

Akhiran O:
A tomato à Tomatoes
A potato à Potatoes

Akhiran dua huruf SH:
A wish à Wishes
A dish à Dishes

Akhiran dua huruf CH:
A watch à Watches
A church à Churches

2. Noun diakhiri dengan huruf S.
Kalau noun-nya berakhir dengan huruf S, untuk menjadikannya ke bentuk plural harus dengan akhiran “-es”. Akan tetapi, aturannya harus ditambah huruf S ekstra setelah kata dasar noun-nya, kemudian baru ditambah “-es” nya. Contohnya:
Akhiran S:
A bus à Busses

3. Noun diakhiri dengan huruf F.
Kalau noun-nya berakhir dengan huruf F, maka wajib ditambah “-es” untuk menjadikannya plural, tetapi dengan aturan huruf F diganti dengan V, kemudian ditambahkan “-es”. Contohnya:
A knife à Knives
A thief à Thieves
A leaf à Leaves
A dwarf à Dwarves

4. Noun diakhiri dengan huruf Y.
Kalau noun-nya berakhir dengan huruf Y, maka wajib pakai “-es” dibelakangnya untuk menjadikannya plural. Akan tetapi, ada aturannya. Huruf Y diubah menjadi huruf I, kemudian ditambah “-es” di belakangnya. Contohnya:
A trophy à Trophies
A property à Properties
A firefly à Fireflies
A butterfly à Butterflies

Akan tetapi, tetap ada pengecualian dalam penambahan “-es” ini walaupun sudah ditentukan caranya. Dalam beberapa kasus, noun yang berakhiran dengan huruf O dan Y bisa cukup ditambahkan “-s” saja.

1. Pengecualian noun yang diakhiri huruf O.
Beberapa noun yang berakhiran huruf O seperti foto dan radio tidak menggunakan akhiran “-es” tetapi langsung ditambahkan “-s” saja dibelakang kata untuk menjadikannya ke bentuk plural.
A photo à Photos
A radio à Radios

2. Pengecualian noun yang diakhiri huruf Y.
Beberapa noun yang berakhiran dengan huruf Y juga langsung ditambahkan “-s” saja, dengan syarat huruf sebelum Y adalah huruf vokal a, u, o.
A day à Days
A guy à Guys
A boy à Boys
A gay à Gays

Bagaimana? Mudah dimengerti aturannya tidak? Ribet ya? Ya, memang awalnya ribet, tetapi jika kita belajar pelan-pelan dan serius, aturan ini bisa kita mengerti dalam kurang dari dua jam. Selamat belajar!

Thursday, April 27, 2017

Ain’t: Kata Slang “Tidak”



Mungkin kita sering mendengar kata ain’t dalam lirik lagu yang kita dengar atau dialog dalam film barat yang pernah kita tonton. Ain’t dalam bahasa kita berarti tidak. Kata ain’t ini juga sangat serba guna karena penggunaan ain’t tidak begitu terpengaruh dengan tenses. Hal ini karena ain’t adalah kata slang atau bahasa gaul ala English. Walaupun begitu, kita harus tahu bagaimana ain’t ini digunakan di dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:

I ain’t going to the festival.
(Saya tidak pergi ke festival)
Pada kalimat diatas, ain’t menggantikan to beam not”. Karena subjeknya adalah I (saya) dan kalimatnya dalam present continous tense.

She ain’t angry at me, right?
(Dia tidak marah padaku, kan?)
Pada contoh kalimat yang ini, ain’t menggantikan to beis not”. Karena subjeknya adalah she (dia) dan kalimatnya dalam present tense.

He ain’t got a car.
(Dia tidak punya mobil)
Nah, pada kalimat ini, ain’t menggantikan “does not” atau “did not”. Kalimat ini berbentuk kalimat verba, berbeda dengan sebelumnya. Oleh karena itu ain’t menggantikan auxilary dari kalimat negatif pada present tense atau past tense. Bentuk formal dari kalimat ini adalah: He doesn’t have a car.

I ain’t been to South Korea.
(Saya tidak pernah ke Korea Selatan)
Berbeda juga dengan contoh-contoh kalimat sebelumnya, pada kalimat ini ain’t menggantikan “have not” dalam perfect tense. Karena disana ada “been” dibelakang ain’t. Seandainya contoh kalimatnya he ain’t been to South Korea, ain’t menggantikan “has not”, beradaptasi dengan subjek yang ada di depannya.

I ain’t done nothing.
(Saya tidak melakukan apapun)
Contoh yang terakhir ini agak membingungkan apalagi buat yang terbiasa formal dengan penggunaan tenses. Ain’t disini menggantikan “have not” dan kalimat ini berbentuk present perfect tense, ditandai dengan “done” bentuk past participle dari “do”. Akan tetapi, jika kita jabarkan dengan perubahan ain’t menjadi have not, maka akan menjadi I have not do nothing. Kalimat ini janggal karena ada dua marker negatif, yaitu “have not” dan “nothing”. Makna sebenarnya dari kalimat ini adalah saya tidak melakukan apapun. Oleh karena itu, sebenarnya bentuk formal dari kalimat ini adalah: I have not do anything.


Jadi, kesimpulannya ain’t sangat serba guna digunakan dalam kalimat informal saat berbicara. Kata slang yang bemakna tidak ini bisa menggantikan to be pada kalimat nomina, do/does/did not pada kalimat verba bahkan have/has/had not pada kalimat perfect tense. Akan tetapi penggunaan ain’t tidak dianjurkan untuk digunakan dalam tes atau ujian, ya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Kata Yang Sering Bikin Keliru (Part 2)



Sebelumnya kita sudah membahas tentang kekeliruan penggunaan kata play dalam kondisi friendship. Kali ini kita akan membahas hal lainnya.

Kata lainnya yang berhubungan dengan pertemanan adalah “bertemu” atau “jumpa”. Misalnya, kita sedang ngobrol dengan teman yang sedang menggosip tentang cewek paling cantik di kota. Kita kebetulan kemarin ada jumpa dengan orang yang sedang dibicarakan itu. Normalnya, kita akan bilang “aku jumpa dengannya kemarin”. Nah, bagaimana kalau misalnya kamu tinggal di Australia, lawan bicaramu seorang bule, dan orang yang dibicarakan adalah orang tercantik di kampusmu? Otomatis, kamu akan bilang dengan Bahasa Inggris.

Ada beberapa kata yang kita sering keliru dalam mengungkapkan “bertemu” atau “jumpa”. Walaupun kedua kata itu dalam Bahasa Inggris setara dengan meet (atau met dalam past tense), namun kata meet sewajarnya digunakan hanya pada saat kita pertama kali bertemu dengan orang lain, atau sudah sangat, sangat, sangat lama tidak bertemu. Contohnya:
We met under the cherry blossom tree seven years ago.
Kalimat ini memiliki makna bahwa “kita” pertama kali bertemu tujuh tahun yang lalu dibawah pohon sakura. Hm, so sweet!

Contoh lainnya:
I met Diana at the Japanese restaurant.
Kalimat ini mengisyaratkan bahwa “saya” pertama kali bertemu dengan Diana itu di restoran makanan Jepang.

Lalu bagaimana jika kita mau bilang “aku jumpa dengan Julie kemarin” sementara Julie adalah teman sekelas kita yang notabene memang sering jumpa, bukan pertama kalinya? Solusinya adalah gunakan kata see (atau saw dalam past tense). Contohnya:
I saw Julie with her new boyfriend yesterday.
Kalimat ini menyatakan bahwa “saya” melihat atau bertemu atau jumpa dengan Julie kemarin dan dia bersama pacar barunya.

Contoh lainnya:
I will see you at the bookstore this afternoon.
Kalimat diatas biasanya kita gunakan jika kita punya janji dengan teman kita, dan janjinya untuk jumpa di toko buku pada sore hari.

Nah, sekarang bagaimana kalau bertemu dengan orang yang lebih tua? Gunakan kata visit. Contohnya:
I will visit my grandmother this week.
Mama visited my flat yesterday.
Dalam kedua kalimat itu, grandmother dan Mama adalah orang yang lebih tua dari kita. Jadi, jika kita ingin bilang bahwa kita bertemu dengan nenek atau ibu kita, kita akan lebih baik menggunakan kata visit daripada hang out. Hang out yang sudah kita bahas sebelumnya lebih cocok untuk sesama teman saja.

Kemudian, bagaimana jika berjumpa dengan seorang dokter? Nah, untuk menyatakan bertemu dengan dokter, lawyer, atau siapapun yang pertemuannya berkaitan dengan urusan bisnis yang membuatmu harus membayar mereka, misalnya cukur rambut, kita menggunakan kata appointment. Contoh:
I have an appointment with dr. Gina
I will have an appointment with my personal hairstylist

Bagaimana? Sudah mengerti perbedaannya? Semoga ilmu kita makin bertambah, ya. Terima kasih.

Kata Yang Sering Bikin Keliru (Part 1)




Dulu waktu kita masih SD mungkin lumrah kita menggunakan kalimat maupun pertanyaan semacam “aku mau jadi teman kamu” atau “boleh nggak aku main sama kamu?”. Akan tetapi, ketika kita mulai remaja, kalimat dan pertanyaan semacam itu akan terdengar ganjil, aneh dan kekanakan. Ketika kita ingin berkenalan atau berteman dengan orang lain, akan lebih wajar jika kita hanya menyapa orang tersebut dengan “hai” atau “halo” kemudian kita bisa memberitahukan nama kita, alamat atau asal daerah yang kemudian nantinya kita akan mencari keterkaitan agar kita bisa ngobrol dengan asyik dengan orang itu. Jika kita dan dia bisa mengobrol dengan asyik, naturally kalian adalah teman! Tanpa harus bertanya “can I be your friend?”.

Nah, sekarang kita akan mendiskusikan kata-kata yang biasanya dipakai dalam friendship alias pertemanan. Mungkin waktu pertama kali kita belajar merangkai kalimat dengan Bahasa Inggris, guru kita dulu memperkenalkan verb play untuk menyatakan “bermain bola di lapangan”. Ya, I played football yesterday sering kita gunakan sebagai contoh kalimat disaat kita disuruh membuat kalimat dalam Bahasa Inggris. Akan tetapi, kita harus berhati-hati. Ketika kita mulai remaja atau beranjak dewasa, kita tidak bisa sembarangan lagi menggunakan kata play ini. Kenapa? Karena akan menyebabkan salah pengertian.

Kata play akan berbahaya buat reputasi kita sebagai teman ketika kita sudah dewasa. Misalnya, saat kita ingin mengajak teman kita yang orang bule untuk menghabiskan waktu bersama, kita akan mikir bagaimana cara menanyakannya. Jangan pernah mencoba bertanya dengan kalimat seperti ini:
Do you want to play with me?
Karena play dalam kalimat tersebut maknanya bukan “bermain” seperti kita masih jadi anak SD. Ya, waktu kita masih SD, play bisa bermakna main kelereng, main bola, main petak umpet dan sebagainya. Akan tetapi, ketika kita dewasa, makna play menjadi “bermain di tempat tidur” alias having sex. Jadi, kalau kita bertanya demikian kepada teman bule kita, mungkin dia akan terkejut atau tertawa atau mungkin senyum mesem-mesem, karena makna kalimat yang kamu utarakan kepadanya adalah ajakan having sex.

Oh. My. God. Dangerous.

Jadi, bagaimana supaya kita bisa bertanya kepadanya, padahal maksud kita hanya sekedar main ke mall, atau sekedar jalan-jalan? Gampang! Ganti kata play dengan hang out. Hang out adalah kata slang, tetapi ini kata yang normal dipakai kalau kita mau mengajak orang lain jalan-jalan, ehm, atau pacar.
Do you want to hang out with me?
Dengan kalimat ajakan seperti ini, orang lain akan mengatakan jawaban dengan normalnya saja, tidak ada terkejut atau senyum mesem-mesem-mesum.

Nah, bagaimana jika hang out-nya kemarin? Apa bentuk past tense-nya? Bentuk past tense-nya adalah:
I <s>played</s>  hung out with my friends.
Ingat ya, jangan gunakan kata play dengan objek orang. Entar maksudnya bukan main, tetapi “main”. Namun, kamu masih bisa menggunakan kata play untuk objek seperti game online, contohnya:
I played Clash Of Clan with my friends yesterday.
Perhatikan kalimat diatas bahwa Clash Of Clan adalah objek dari kalimat diatas. Sedangkan with my friends adalah pelengkap, bukan objek seperti pada kalimat sebelumnya.

Bagaimana? Sudah dapat pencerahan soal kekeliruan kita menggunakan kata play? Masih ada pembahasan yang lain, tetapi akan dibahas di postingan yang akan datang! Terima kasih sudah membaca.


Rise atau Raise: Dua Kata Serupa Yang Membuat Bingung



Dari sekian ribu kosakata dalam Bahasa Inggris yang sudah kita pelajari, hafal dan gunakan, pasti diantaranya ada dua kata berikut yang membuat kita bingung. Rise dan raise. Kedua kata itu benar-benar mirip. Dari tulisan, hanya beda satu huruf saja. Dari cara pengucapannya pun juga tidak jauh berbeda. Begitu pula dari segi maknanya, kata rise dan raise berkaitan dengan kata up. Kedua kata ini adalah kata kerja (verb) yang memiliki makna naik, ke atas atau sesuatu yang bergerak ke atas atau diangkat ke atas. Namun, apa bedanya?

Pertama, bedanya antara rise dan raise adalah bentuk perubahan verb-nya. Rise adalah kata kerja tak beraturan atau irregular verb. Jika rise adalah bentuk present-nya, maka bentuk past dari rise adalah rose, dan past participle-nya adalah risen.
riseroserisen

Sementara itu, raise merupakan kata kerja beraturan atau regular verbs yang mudah ditandai, hanya perlu ditambahkan “–ed” atau “–d” dibelakang present verb-nya untuk menentukan bentuk past dan past participle-nya.
raiseraisedraised

Lalu yang kedua, penggunaan antara rise dan raise di dalam sebuah kalimat. Perbedaan ini dapat diperhatikan pada contoh berikut:
Penggunaan kata raise:
I raise my hand
My boss raised my salary
I have raised my kids well

Jika contoh diatas diperhatikan, kita dapat melihat pola kalimat tersebut mengandung subjek, verb, dan objek. Pada kalimat pertama “I raise my hand”, kita dapat mengidentifikasi jika “I” adalah subjek pada kalimat tersebut, “raise” adalah verb-nya, dan “my hand” adalah objek yang dinaikkan, yang dijelaskan bergerak ke atas dengan verb raise sebelumnya.

Serupa dengan contoh kalimat kedua, “my boss raised my salary”, kita bisa mengetahui kalau “my boss” adalah subjek dari kalimat tersebut, kemudian “raised” adalah verb-nya dengan bentuk past tense. Yang terakhir “my salary” adalah suatu objek yang ditingkatkan, yang dijelaskan dengan kata raised pada kalimat tersebut.

Penggunaan serupa juga terdapat pada contoh kalimat ketiga, yaitu “I have raised my kids well”. “I” adalah subjek kalimatnya, kemudian “have raised” merupakan bentuk verb untuk perfect tense. Yang terakhir adalah “my kids” objek yang dibesarkan, atau dinaikkan, atau ditingkatkan dengan adverbwell” yang melengkapi kalimat tersebut.

Sementara itu, pada penggunaan kata rise:
The sun rises
I have just risen from my chair
The bread rose in the oven

Pada kalimat “the sun rises” kita dapat melihat kalau tidak ada objek. Walaupun begitu, kata rises cukup jelas menjelaskan bahwa matahari terbit. Contoh lain yang serupa, “the moon rises” yang tidak perlu pakai objek. Jika kita melengkapkan kalimat tersebut, maka hanya akan masuk akal bila jadinya “The sun rises from the east”. From the east bukanlah sebagai objek dalam kalimat tersebut, malah sebagai pelengkap keterangan tempat.

Begitu juga pada kalimat “I have just risen from my chair” tidak terdapat objek setelah verb rise bentuk past participle digunakan. From my chair berperan sebagai pelengkap pada kalmat tersebut karena adanya prepositionfrom” yang menjelaskan dari mana “saya” bangun.

Contoh kalimat terakhir, “the bread rose in the oven” juga tidak mengandung objek. In the oven digunakan sebagai keterangan dalam kalimat tersebut.

Jadi bisa disimpulkan perbedaan antara verb rise dan raise yang pertama terletak pada bentuk perubahannya terhadap tenses. Rise adalah irregular verb, seadangkan raise adalah regular verb. Perbedaan lainnya adalah tentang penggunaannya dalam kalimat. Penggunaan kata kerja raise diikuti oleh objek sedangkan rise tidak diikuti objek.


Bagaimana? Sudah mengerti perbedaan antara kedua verb tersebut? Semoga nggak bingung lagi, ya.

Saturday, April 22, 2017

Past Time Markers – Penanda Waktu Lampau (Past Tenses)



Dalam Bahasa Inggris, kita akan sering menjumpai beberapa penanda waktu yang dapat membantu kita mengenali tenses apa yang cocoknya dipakai dalam suatu kalimat. Di pembahasan kali ini, kita akan mengenal beberapa penanda waktu lampau, atau istilah kerennya past time markers. Apa itu past time markers?

Past time markers adalah beberapa kata yang berperan sebagai penanda waktu lampau, yang berbentuk keterangan waktu di dalam sebuah kalimat Bahasa Inggris. Jadi, jika kita mengetahui beberapa kata past time markers, kita akan bisa menebak tenses apa yang tepatnya dipakai pada suatu kalimat walaupun kita tidak diberitahu tenses apa yang sedang digunakan.

Yang namanya tenses dalam Bahasa Inggris, pastinya kita bisa menandainya dengan cara memperhatikan kata kerja atau verb yang digunakan dalam suatu kalimat. Namun, bagaimana jadinya jika verb itu dihilangkan? Harus pakai tenses yang mana untuk melengkapi satu kalimat? Oleh karena itu, kita perlu mengetahui dan mengingat beberapa past time markers berikut.

1. Yesterday
Yak, yesterday berarti kemarin, dan ini adalah penanda waktu lampau karena digunakan untuk mengungkapkan hal yang terjadi kemarin. Contohnya: Yesterday, I ate a delicious pancake. Bentuk lainnya juga ada the other day. Artinya di hari yang lain, tetapi maksudnya kemarin.

2. Last night/week/month/year
Harfiahnya bermakna malam kemarin/minggu lalu/bulan lalu/tahun lalu. Jika kita menemukan pola seperti ini didalam kalimat, ini menandakan tenses yang dipakai adalah past tense. Contohnya: She went to hospital last night atau Jean visited Adelaide last year.

3. Just now
Artinya baru saja. Ya, baru saja terjadi dan tidak sedang berlangsung atau tidak terjadi lagi.

4. (....) ago
Penanda yang ini sering kita jumpai jika digabungkan dengan jumlah hari/bulan/tahun. “Ago” disini bisa dikatakan berarti “yang lalu”. Contoh kalimatnya: I ate cookies two days ago atau She met his boyfriend three months ago.

5. In (...)
Past time marker yang satu ini sering kita jumpai di teks-teks yang berbau sejarah. Tetapi, tidak juga. Kita akan sering menemukannya didalam kalimat semacam ini: I was born in 1990.

6. When ....
Penanda “when” biasanya ditemukan di kalimat majemuk dalam Bahasa Inggris, dan diikuti oleh klausa pendek. Misalnya: I liked watching anime when I was a kid.

Bagaimana? Sudah dipahami apa saja yang termasuk past time marker? Kalau sudah, sekarang coba tebak yang mana saja kalimat dibawah ini yang berbentuk past tense:
Yesterday, I ___ a movie.
Just now, I ___ my homework.
I ___ to China before.
Last week, I ___ shopping.
At the moment, I ___ to school.
I never ___ French.
Four years ago, I ___ to Toronto.


Kalau sudah memahami past time marker, pasti bisa dijawab. Semoga menambah pengetahuan kita sama-sama, ya. Terima kasih.

Penggunaan Kata Kerja Beraturan (Regular Verbs) Pada Simple Past Tense



Seperti yang sudah kita ketahui, Simple Past Tense adalah tenses dalam Bahasa Inggris yang menyatakan kegiatan yang dilakukan pada waktu lampau (kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu, dst) dan sudah selesai atau tidak lagi dilakukan. Untuk membentuk kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris yang berbentuk past tense, kita memerlukan verb atau kata kerja bentuk kedua atau bentuk past. Verb dalam Bahasa Inggris juga ada dua jenis, yang pertama adalah kata kerja tidak beraturan atau irregular verbs, yang mau nggak mau harus dihafal karena bentuk perubahannya dari infinitive ke bentuk past tense maupun past participle-nya tidak beraturan.

Jenis verb yang kedua adalah kata kerja beraturan atau regular verb. Berbeda dengan irregular verbs, regular verb bentuknya cenderung bisa diterka dari bentuk infinitive ke bentuk past tense maupun past participle-nya dengan beberapa pengecualian. Tapi, sebelum membahas tentang kata kerja beraturan ini, mari kita review sedikit pengetahuan kita tentang simple past tense.

Sekurang-kurangnya, simple past tense dibentuk dengan subjek + verb bentuk past. Sebelum kita mengetahui verb bentuk past, kita sebaiknya tahu dulu bagaimana bentuk infinitive dari verb tersebut. Sebentar, infinitive itu apa, sih?

Infinitive adalah bentuk dasar dari kata kerja dalam Bahasa Inggris. Kalau kita melihat di kamus, kita akan menemukan kata berikut:
to look,
to see,
to talk,
to help,
dan lain-lainnya.

Yang akan kita gunakan dalam membentuk kalimat past tense adalah infinitive tanpa “to” didepannya. Jadi kita akan mengambil look, see, talk, help, dan lain-lain. Oh, ya. Dalam beberapa kondisi, verb juga mempunyai imbuhan “–s” atau “–es ” di belakang bentuk dasarnya. Misalnya helps dalam kalimat present tense untuk orang ketiga tunggal “she helps”. Untuk mendapatkan infinitive dari helps, kita hanya perlu membuang akhiran “–s”, dan jadilah infinitive help.  Dalam pembahasan Simple Past Tense ini, mari kita gunakan regular verbs saja. Misalnya, kita akan memakai kata walk:

I walk.
Infinitive dari walk adalah walk. Untuk mengubahnya menjadi past tense verb, kita hanya perlu menambahkan “–ed” di belakang infinitive tersebut sehingga menjadi walked.
I walked to a coffeeshop last night.

Contoh lainnya:
He passes.
Infinitive dari passes adalah pass. Akhiran “–es” harus dihilangkan dalam konteks ini untuk mendapatkan infinitive verb nya. Lalu, untuk mengubahnya menjadi past tense verb, kita harus menambahkan “–ed” di belakang infinitive pass sehingga menjadi passed.
Yesterday he passed his entrance exam.

Contoh lainnya:
She works.
Infinitive dari works adalah work. Akhiran “–s” harus dibuang untuk mendapatkan infinitive verb dari kalimat singkat diatas. Lalu, untuk membuat kata work menjadi verb past tense, kita perlu menambahkan “–ed” di belakang infinitive work, menjadi worked.
Yuki worked at the minimarket last year.

Walaupun tampaknya tidak sulit menggunakan kata kerja beraturan dalam past tense, namun kita harus hati-hati. Karena ada beberapa pengecualian dalam penambahan –ed pada kata kerja beraturan. Jadi, intinya aturan infinitive ditambah “–ed” tidak selalu berlaku.

Pengecualian #1:
Infinitive yang sudah berakhiran “–e” tidak perlu ditambah “–ed”, tetapi cukup tambahkan “–d” saja. Contohnya:
She changes her hairstyle.
Infinitive dari changes adalah change, yang berakhiran huruf “–e”. Maka, untuk mengubah infinitive tersebut menjadi verb untuk past tense, kita hanya perlu menambahkan huruf “–d” saja.
She changed her hairstyle yesterday.

Pengecualian #2:
Infinitive yang hanya mengandung satu suku kata dan berakhir dengan huruf konsonan. Contohnya kata stop. Jika kita ingin membuatnya menjadi kata kerja bentuk past tense, kita harus menggandakan huruf konsonan terakhir dan menambahkan “–ed” di belakangnya.

I stop.
Infinitive-nya mengandung satu suku kata saja dan berakhir dengan konsonan “p”. Maka, bentuk past tense verb-nya adalah stop + konsonan p + akhiran –ed, menjadi stopped.
I stopped a taxi.

Sama halnya terjadi pada contoh berikut:
They plan to go to beach.
Infinitive plan hanya mengandung satu suku kata dan berakhir dengan konsonan. Maka bentuk past tense verb-nya adalah plan + konsonan n + akhiran –ed, menjadi planned.
They planned to go to beach yesterday.

Pengecualian #3:
Infinitive yang diakhiri dengan huruf “–c” harus ditambahkan “–ked untuk dijadikan verb past tense. Contohnya adalah kata panic, yang berakhiran dengan huruf –c. Untuk mengubahnya menjadi verb past tense, infinitive panic harus ditambahkan dengan akhiran –ked, menjadi panicked.
People panic.
People panicked yesterday.

Pengecualian #4:
Infinitive yang diakhiri dengan huruf “–y”. Huruf “–y” yang mengakhiri verb harus diubah menjadi “–i”. Kemudian, tambahkan “–ed”. Contohnya:
She carries.
Infinitive dari carries adalah carry, yang berakhiran dengan huruf “–y”. Untuk mengubah carry menjadi verb bentuk past tense adalah dengan mengubah “–y” menjadi “–i”, kemudian ditambah “–ed”, sehingga membentuk carried.

Sekarang kita sudah tahu bagaimana menggunakan kata kerja beraturan dalam simple past tense, tapi kapan sajakah simple past digunakan?

1. Ketika sesuatu sudah terjadi di masa lalu dan sudah selesai.
Contohnya: A few years ago I worked in the supermarket. Maksud kalimat itu adalah beberapa tahun yang lalu bekerja di supermarketnya terjadi, dan sekarang sudah tidak bekerja di supermarket lagi.

2. Ketika kita menerangkan suatu waktu di masa lalu.
Contohnya: We lived in England in 1995. Maksud dari kalimat tersebut adalah “kita” pernah tinggal di Inggris tahun 1995 dan sekarang tidak lagi disana.

3. Ketika menyatakan suatu kebiasaan di masa lalu yang sekarang tidak lakukan lagi.
Contohnya: I collected stamps when I was a child. Maksudnya “saya” mengkoleksi perangko waktu kecil, tetapi sekarang tidak lagi.

4. Ketika kita ingin bercerita fiksi maupun menceritakan pengalaman kita.
Contohnya: Long ago, there was a farmer who lived in a small village.

Bagaimana? Sudah bisakah kita membuat kalimat past tense yang sederhana saja?