Showing posts with label medis. Show all posts
Showing posts with label medis. Show all posts

Friday, April 28, 2017

Apa Yang Akan Terjadi Kalau Kita Berhenti Mengkonsumsi Gula?

Siapa, sih yang nggak suka kue yang manis-manis? Kue yang rasanya manis tentunya berasal dari kandungan gula yang ada pada adonan kue tersebut. Memang rasa manisnya gula dapat membuat kita berenergi dan mungkin bisa menambah mood ceria kita. Akan tetapi, gula bisa menyebabkan kegemukan bila dikonsumsi berlebihan. Bagi yang merasa sudah kelebihan berat badan, tentunya orang itu akan mencoba sekuat tenaga untuk menghindari makanan atau minuman yang manis-manis agar kadar gulanya dalam tubuhnya terjaga.

Lalu, apa yang terjadi kalau kita berhenti mengkonsumsi gula? Tamara Freuman dalam tayangan di Tech Insider menjelaskan bahwa akan ada perubahan dalam tubuh kita dalam hitungan jam. Yang pertama adalah perubahan kadar hormon dalam tubuh. Berhenti mengonsumsi gula bisa menurunkan kadar hormon insulin dalam tubuh kita. Hormon insulin yang berfungsi mengatur gula dalam tubuh dan mengubah gula itu menjadi glukosa. Glukosa yang dihasilkan insulin dapat menambah berat badan kita dan membentuk lemak.

ilustrasi: dreamstime.com

Memang sangat susah untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak menjadi kalori ketika kita memiliki insulin yang terus bekerja. Akan tetapi, jika kita berhenti mengonsumsi gula, tubuh kita akan lebih mudah menggunakan lemak yang sudah tersimpan di dalam tubuh kita dan membakarnya menjadi energi.

Selanjutnya, dalam beberapa hari kita akan menyadari kalau kadar lemak dalam tubuh mulai berkurang, terutama lemak trigliserin yang ada di pembuluh darah. Berkurangnya lemak trigliserin bisa menghindarkan kita dari penyakit jantung dan menurunkan kolesterol jahat atau LDL.

Perubahan lainnya yang terjadi adalah pengecap rasa kita bisa berubah. Misalnya ketika kita mencicip kue donat yang biasanya kadar manisnya normal menjadi sangat manis. Dan itu akan membuatmu tidak enak karena manisnya berlebihan. Indera pengecap kita beradaptasi karena sudah beberapa lama tidak mengkonsumsi gula. Akan tetapi, perubahan itu membuat kita menjadi lebih mudah menghindari pemakaian gula dalam makanan kita.


Bagaimana? Siap untuk mencoba berhenti makan gula?

Friday, March 10, 2017

Bagaimana Tahi Lalat Di Tubuh Kita Terbentuk?

Diantara kita pasti ada yang punya tahi lalat. Seperti yang dijelaskan Kokbisa, umumnya orang memiliki 10 sampai 40 tahi lalat di tubuhnya. Kalau di wajah, biasanya orang mengatakannya sebagai pemanis. Sementara jika ada di bagian tubuh lain kita hanya menyebutnya tahi lalat saja. Tapi, penasaran nggak sih bagaimana tahi lalat itu bisa terbentuk? Apa benar dari lalat yang hinggap terus pup di lengan kita?

Sumber foto: dreamstime.com

Ternyata tahi lalat tidak ada hubungannya dengan serangga bernama lalat. Di dalam bidang medis, tahi lalat disebut nevus. Tahi lalat di tubuh kita terbentuk karena sel melanocyte berkumpul pada satu bagian kulit kita. Tempat berkumpulnya sel ini membuat bagian kulit kita menjadi gelap dan menghitam seiring berjalannya waktu, apalagi jika kita sering terpapar sinar matahari. Makanya itu, bule-bule yang suka berjemur punya banyak tahi lalat kecil-kecil walaupun warnanya tidak sampai hitam gelap dan menonjol di kulit.

Banyak sedikitnya tahi lalat kita itu tergantung dengan bawaan gen dari keturunan kita. Akan tetapi harus hati-hati juga, banyaknya tahi lalat di kulit bisa menandakan bahwa tubuh kita rentan terhadap kanker kulit melanoma. Kanker kulit ini bisa tumbuh di sekitar tahi lalat, ditandai dengan semakin membesarnya tahi lalat yang timbul di tubuh kita. Oleh karena itu, jika dirasa ada tahi lalat yang terus terusan membesar, ada baiknya segera cek ke dokter.


Jadi, sekarang kita tahu bagaimana tahi lalat itu terbentuk dan semoga kita tidak perlu malu dengan tahi lalat yang muncul di tubuh kita. Bisa jadi, tahi lalat itu adalah tanda buat kita supaya nggak ketukar dengan kembaran kita. Sekian dan terima kasih telah membaca.

Tuesday, March 07, 2017

Kenapa Golongan Darah Manusia Berbeda?

Manusia mana yang tidak pernah punya darah? Ya, semua manusia yang hidup memiliki darah di dalam tubuhnya. Dan seperti yang kita tahu, darah kita berwarna merah. Tetapi, kenapa darah manusia ada golongan-golongannya segala? Kan warnanya sama?

Menurut tayangan di Kokbisa, golongan darah manusia dulunya kita kira sama. Kemudian, ditemukanlah teknologi transfusi darah oleh manusia zaman dahulu saat seseorang kekurangan darah dan memerlukan darah tambahan di dalam tubuhnya. Akan tetapi, ternyata banyak pasien yang meninggal karena transfusi darah tersebut. Hal ini dikarenakan darah yang ditransfer ke tubuh pasien tidak cocok dengan darah yang ada di dalam tubuh pasien.

Sumber foto: canstockphoto.com

Kemudian, seorang peneliti bernama Karl Leindsteiner menemukan bahwa darah manusia memiliki golongan yaitu golongan darah A, B dan O. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan medis, penggolongan darah ternyata tidak hanya 3 saja. Ada golongan darah AB, kemudian sekarang ada juga golongan darah A, B, O dan AB yang terbagi lagi atas rhesus factor-nya. Dalam medis, tanda rhesus ditandai dengan tanda plus (+) dan yang tidak ada rhesus maka ditandai dengan strip (-).

Secara garis besarnya, darah manusia bisa berbeda karena di dalam sel darah manusia ada antigen. Antigen adalah tanda pengenal bagi sistem kekebalan tubuh untuk mengetahui ada atau tidaknya zat asing di dalam tubuh kita. Jadi, golongan darah A dimiliki orang yang di tubuhnya ada antigen A, golongan darah B dimiliki orang yang memiliki antigen B, golongan darah AB dimiliki orang yang memiliki antigen A dan B, sedangkan orang yang bergolongan darah O tidak memiliki antigen.

Jadi, sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki golongan darah A hanya akan mengenali golongan darah A saja melalui properti antigen A-nya. Jika di darah orang bergolongan darah A tersebut berisi golongan darah lain, maka antibodi yang dimiliki orang tersebut akan mengenali golongan darah lain sebagai objek yang membahayakan tubuh. Sehingga antibodi dari sistem kekebalan tubuh orang tersebut menyerang sel darah B yang masuk. Reaksi antibodi dan sel darah ini akan mengakibatkan penggumpalan darah dan dapat mengakibatkan kematian.

Begitu juga halnya yang terjadi pada sesama golongan darah B tetapi berbeda rhesus. Orang yang memiliki golongan darah B- tidak akan menerima golongan darah B+ karena rhesus yang berbeda. Rhesus itu akan dikenal sebagai objek berbahaya oleh antibodi kita.


Jadi, sudah mengerti kan mengapa darah kita berbeda dan tidak boleh sembarangan transfusi walaupun golongan darahnya sama? Tapi, jika kita ingin donor darah juga tidak apa-apa, malah donor darah itu ternyata bagus untuk kesehatan kita. Karena sel darah dalam tubuh kita yang berkurang akibat didonor akan digantikan dengan sel darah yang baru, yang lebih sehat. Sudahkah kamu mendonor darah?

Wednesday, February 22, 2017

Benarkah Minum Obat Bisa Berbahaya?

Yang terlintas di kepala kita saat mendengar kata obat adalah rasanya yang pahit. Pada waktu kita sakit demam, kita dianjurkan oleh dokter untuk meminum obat. Tapi tahukah kita kalau obat bisa membahayakan tubuh kita?

Menurut tayangan di Kokbisa, pada dasarnya semua obat-obatan, baik ramuan herbal maupun tablet buatan pabrik farmasi, adalah zat kimia. Artinya, ketika kita minum obat, kita memasukkan zat kimia ke dalam tubuh kita. Nah, zat kimia dalam obat yang diracik atau dibuat ini mempunyai fungsi medis menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, disisi lain obat-obatan juga memiliki efek samping setelah dikonsumsi.

Sumber gambar: 123rf.com

Misalnya, ketika kita sakit perut, kita minum obat sakit perut yang bisa menyembuhkan sakit perut kita. Kemudian, obat yang diminum itu akan berefek kepada tubuh kita selain sembuhnya perut kita. Misalnya kita jadi mencret atau bolak-balik kentut. Kemudian kita pun bisa menjadi merasa ngantuk.
Oleh karena itu, di setiap obat wajib mencantumkan komposisi zat aktif, cara penggunaan, peringatan, efek samping, dan dosis minum. Makanya jika kita melihat obat yang dibeli atas resep dokter, kita melihat ada dosis minum dua kali sehari, sekali sehari, tiga kali sehari dan lain-lain. Kalau kita melihat obat yang dijual di pasaran juga ada pengaturan dosis minum untuk dewasa dan anak-anak serta peringata dan efek samping obatnya. Pokoknya, datanya lengkap. Mengapa demikian? Karena penggunaan dan kecocokan obat kepada masing-masing orang bisa berbeda. Apakah itu karena perbedaan umur atau adanya alergi terhadap obat tertentu.

Akan tetapi, sayangnya sering kita lihat orang-orang yang justru menyalahgunakan obat-obatan. Bahkan obat murah yang dijual di pasaran sekalipun. Mereka membeli obat untuk bersenang-senang dan menganggap obat itu tidak berbahaya jika diminum walaupun sedang dalam keadaan tidak sakit. Sebenarnya justru yang seperti ini bisa merusak tubuh kita.

Pemakaian obat-obatan sembarangan, walaupun hanya obat batuk, obat penenang dan lain-lain yang sering dijual di mini market, bisa berakibat buruk bagi tubuh kita. Kita bisa kecanduan obat, merusak kinerja jantung kita dan bisa jadi kalau sudah overdosis bisa menyebabkan kematian.

Jika obat-obatan kita minum dengan dosis dan penggunaan yang benar, meskipun obat itu bersifat narkoba, obat-obatan itu akan memberi efek yang baik untuk tubuh kita. Misalnya saja, di India masih menggunakan daun ganja untuk menyembuhkan penyakit asma dan kekurangan nafsu makan. Morfin juga berguna sebagai obat penahan rasa sakit baik sejak perang dunia dulu hingga pengobatan kanker di zaman sekarang.


Jadi intinya, obat bisa bermanfaat, bisa juga berbahaya. Oleh karena itu, minum obat haruslah sesuai dengan dosisnya agar tidak membahayakan tubuh. Malah lebih baik lagi, jika kita terus menjaga kesehatan kita sebelum datangnya penyakit. Karena memang lebih baik mencegah sebelum mengobati. Sekian dan jaga kesehatan kita. Terima kasih.

Kenapa Cewek Gampang Emosian Menjelang Datang Bulan?

Kalau kita melihat ada teman cewek yang lagi badmood seharian, kita biasanya langsung mencap dia lagi PMS ketimbang “mungkin ada masalah lain”. Istilah PMS sendiri sebenarnya berasal dari dunia medis dan psikologis bangsa barat yang kepanjangannya Pre Menstrual Syndrome. Singkatnya, PMS adalah bermacam-macam gejala yang terjadi kepada cewek antara seminggu sampai dua minggu menjelang datang bulan. Lalu, apa hubungannya sindrom ini dengan emosi cewek?

Sumber gambar: pinterest.com

Menurut banyak pendapat, ternyata hampir semua cewek di dunia ini mengalami PMS. PMS sering dituduh sebagai biang kerok naik turunnya emosi dan mood seorang cewek. Sindrom ini sebenarnya menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada masing-masing cewek. Ada yang tiba-tiba jerawatan, sakit perut, nggak bisa tidur, susah berkonsentrasi saat berpikir, dan emosi yang berubah-ubah dalam waktu singkat. Gejala-gejala itu akan sembuh saat menstruasi dimulai atau setelah datang bulannya selesai.

Menurut penelitian terbaru, menjelang menstruasi sebagian besar cewek mengalami siklus hormon yang menyebabkan tingkat stresnya lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan tubuh mereka terasa kurang fit. Jangankan cewek, orang yang kurang fit pasti akan gampang emosian kalau diganggu atau ada sesuatu yang tidak mengenakkan dihatinya.

Berdasarkan tayangan di Kokbisa, gejala yang ditimbulkan sindrom ini bisa mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari bagi beberapa cewek. Dalam dunia medis, hal ini disebut sebagai Pre Menstrual Dysphoric Disorder. Namun, kabar baiknya gejala yang sampai mengganggu aktivitas itu hanya terjadi pada 3 hingga 8% cewek yang ada di dunia ini dan bisa diobati. Sementara 90% lainnya, gejala itu tidak akan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.


Jadi, kalau teman cewek kita lagi badmood, lebih baik ditanya dulu sedang ada masalah apa dan tawarkan solusinya, daripada langsung nge-judge “Kamu lagi PMS, ya?”. Itu justru akan membuatnya makin marah karena kebanyakan cewek malu kalau ketahuan dia lagi sindrom menjelang datang bulannya. Sekian dan terima kasih.