Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts

Tuesday, July 11, 2017

Apa Yang Terjadi Kalau Es di Bumi Mencair?

Pasti kita sudah pernah mendengar kalau bumi kita sebagian besarnya terdiri dari air. Apakah itu air asin yang ada di laut, di sungai-sungai dan danau yang ada di daratan, dan di awan yang ada di udara. Tak lupa pula air juga ada di dispenser dan kulkas rumah kita. Air yang ada di bumi kita tidak selalu dalam bentuk cair. Bahkan sebenarnya 3% air di bumi adalah air beku yang berbentuk, tentu saja, es.

Apa yang terjadi jika es-es di bumi ini semuanya berubah wujud menjadi bentuk cairnya?

Berdasarkan tayangan di Kok Bisa, ada beberapa skenario yang dikemukakan oleh peneliti tentang ini. Skenario perihal mencairnya es bukanlah skenario happy ending kayak drama India.

Sumber foto: phsy.org

Skenario pertama yang dikemukakan jika es di bumi mencair adalah naiknya permukaan air laut. Kalau es yang mencair hanyalah es yang mengapung-apung di kutub utara, kenaikan permukaan air laut tidak akan terlalu terlihat secara signifikan. Seperti halnya batu es yang mengapung di segelas kopi dingin, es itu akan mencair akan tetapi tidak akan membuat kopi dinginnya penuh lagi. Hal ini dikarenakan volume air dalam bentuk es dan cair adalah sama. Bahkan ada penelitian yang membuktikan volume air dalam bentuk cair lebih ringan nol koma sekian miligram!

Namun, akan jadi cerita yang berbeda jika es di daratan Alaska dan Greenland ikutan mencair. Permukaan air laut akan naik kira-kira hingga 7 meter. Itu baru semua es yang ada di kutub utara. Bagaimana kejadiannya jika es yang di kutub selatan juga mencair? Jelas, keadaannya akan lebih celaka lagi daripada tsunami Aceh tahun 2004. Benua Antartika adalah tempat yang nyaris tak berpenghuni saking dinginnya karena disana lebih banyak es daripada daratannya. 90% es di bumi tersimpan disana. Jika es di kutub utara meleleh, maka permukaan air akan naik sektiar 61 meter, dan itu dua kali lipat lebih gelombang tsunami terparah pada tahun 2004 di Aceh.

Skenario lainnya yang diungkapkan adalah berubahnya iklim di bumi. Jika es yang notabene adalah air tawar mencair, maka salinitas atau kadar garam di lautan akan menurun. Catatan bahwa salinitas air laut sangat berpengaruh pada arus air laut, sehingga dapat berpengaruh kepada iklim di bumi yang sekarang saja sudah tidak jelas lagi dan juga migrasi ikan-ikan yang ada di lautan. Bisa-bisa kita akan mengalami krisis ikan karena ikan laut sangat tergantung dengan keasinan air untuk bertahan hidup.

Sumber foto: climate-change-guide.com

Skenario terakhir adalah yang paling parah, yaitu pemanasan global yang makin parah. Peran es yang ada di kutub utara dan selatan sebenarnya bukanlah hanya cadangan air di bumi, tetapi juga sebagai cermin bumi. Maksudnya, bumi kita kan setiap saat terpapar oleh sinar matahari. Jadi, sinar matahari yang masuk ke bumi ada yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan es-es yang ada di kutub dan ada yang diserap bumi. Sinar matahari yang sudah ada sekarang saja membuat bumi dan penghuninya kepanasan, apalagi kalau cermin-cermin es di bumi juga lenyap. Nggak akan kebayang betapa panasnya nanti bumi kita. Itu baru es yang di kedua kutub bumi, belum lagi permafrost atau es yang ada di dalam bumi. Jika permafrost ikut mencair, maka zat-zat karbon yang ada di dalam bumi pun ikut terurai dan akan menambah panasnya bumi kita.

Walaupun skenario diatas masih prediksi ilmiah semata, namun ada baiknya kita mulai mengambil tindakan untuk mencegah hal-hal seperti ini akan terjadi. Contohnya dengan menghemat penggunaan energi dan tindakan lain yang dapat mencegah pemanasan global semakin panas. By the way, dulu bumi sempat tidak punya es sama sekali, lho. Masa itu disebut dengan Epos Eocene yang terjadi pada 56-33 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, bisa saja masa itu terjadi lagi di masa yang akan datang. Akan tetapi, seperti skenario yang dijabarkan diatas tadi, tidak ada yang berakhir dengan happy ending, justru dapat membahayakan jiwa para penghuni bumi ini.


Jadi, langkah apa saja yang sudah kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global?

Monday, July 10, 2017

Negara Tertua Di Dunia Yang Masih Ada Hingga Sekarang

Negara-negara yang kita tahu bisa jadi ternyata usianya masih sangat muda. Memang sebenarnya negara-negara yang ada di dunia sekarang ini merupakan negara yang terbentuk karena pecahnya kekaisaran, kerajaan atau kesultanan tertentu. Belum lagi negara-negara yang terbentuk akibat pecahnya Uni Soviet dan kemerdekaan yang diberikan oleh pemerintahan Commonwealth Inggris kepada negara persemakmurannya setelah Perang Dunia II. Kebanyakan negara yang kita tahu sekarang meraih kemerdekaannya sekitar tahun 1800an. Semuanya negara yang masih “muda”, apalagi Indonesia.

Namun, ternyata ada negara-negara yang sudah ada, merdeka, dan terbentuk berabad yang lalu. Lalu, negara-negara apa sajakah itu?

Menurut tayangan Seeker Daily, salah satu negara yang bisa dikatakan sebagai salah satu negara tertua di dunia adalah San Marino. San Marino adalah sebuah negara kecil yang terletak di pegunungan di Italia. Menurut sejarahnya, San Marino didirikan oleh seorang tukang batu yang melarikan diri dari penyiksaan dari kota tempat tinggal sebelumnya. Marinus pergi mendaki gunung dan membentuk komunitas dengan orang sekitarnya dan menyebarkan agama Kristen kepada orang-orang disana. Negara itu terbentuk pada tahun 301 Masehi, namun konstitusi negaranya baru terbentuk pada tahun 1600.

Bendera San Marino
Sumber: wikipedia.org

Peta lokasi San Marino
Sumber: Google Maps

Akan tetapi ada negara yang lebih tua lagi daripada San Marino. China terbentuk pada tahun 221 SM. Sebelumnya, China merupakan sekelompok suku-suku yang terbagi dalam 7 wilayah yang masing-masing dipimpin oleh dinasti yang berbeda. Setelah hampir 2000 tahun berperang antar suku, sebuah dinasti yang dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang memenangkan peperangan dan menyatukan seluruh China dan membangun tembok perbatasan yang merupakan salah satu keajaiban dunia, The Great Wall. Nama China sebenarnya berasal dari nama kaisar pertamanya, yaitu Qin.

Peta China
Sumber: Google Maps

Peta Jepang
Sumber: Google Maps

Namun, ternyata Jepang jauh lebih tua lagi dari China. Negara ini menandai tahun pendiriannya pada tahun 660 SM. Menurut legendanya, Kaisar Jimmu menguasai provinsi paling kuat di Jepang dan diyakini sebagai keturunan Dewi Matahari dan menjadi leluhur keluarga kekaisaran pertama di Jepang. Akan tetapi, banyak juga yang meyakini bahwa Kaisar Jimmu hanyalah mitos dan negara ini resmi terbentuk 12 abad kemudiannya. Walaupun begitu, Jepang masih dikatakan sebagai negara tertua di dunia.

Beberapa negara juga menyatakan bahwa mereka meraih kemerdekaannya sekitar 500 tahun yang lalu. Pengecualian untuk Perancis, negara ini terbentuk pada tahun 843 Masehi. Begitu juga Denmark dan Austria yang terbentuk satu abad setelahnya, dan banyak negara Eropa lainnya. Ternyata, negara yang kita anggap sudah ada sejak zaman dulu kala tidaklah setua yang kita bayangkan!


Terima kasih telah membaca, jangan sungkan dibagikan ya.

Apa Itu ISIS Dan Bagaimana Terbentuknya?

Siapa yang belum tahu dengan tentang ISIS? Ya, pasti sudah banyak yang mendengar tentang organisasi ini. Apalagi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ISIS sering dikabarkan menyebar teror dan menggemparkan masyarakat dunia. Namun, pasti masih ada yang belum tahu banyak tentang ISIS. Lalu apa ISIS itu dan bagaimana pula ISIS bisa eksis di dunia ini?

ISIS atau kepanjangannya Islamic State in Iraq and Syria (belakangan dikenal sebagai ISIL / Islamic State in Iraq and the Levant) merupakan sebuah organisasi yang menggunakan berbagai cara untuk membentuk sebuah negara di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai negara Irak dan Suriah. Menurut tayangan di Kok Bisa, ISIS awalnya merupakan organisasi Al Qaeda yang merubah namanya menjadi ISIS.

Bendera ISIS/ISIL
Sumber: www.independent.co.uk

Awalnya, Al Qaeda merupakan sekelompok kecil yang dibentuk oleh Osama Bin Laden untuk melindungi Afganistan dari serangan Uni Soviet. Al Qaeda awalnya didanai oleh Kerajaan Saudi Arabia dan Pemerintahan Amerika Serikat. Setelah misi perlindungan Afganistan atas infasi Uni Soviet berhasil dijalankan, Al Qaeda tetap ada dan tidak dibubarkan. Justru, Al Qaeda ini malah menyerang Amerika Serikat dengan tragedi yang kita kenal sebagai 9/11. Setelah itu, Al Qaeda menyebarluaskan pengaruhnya ke negara lain seperti Suriah dan Irak.

Al Qaeda pun banyak mengambil peran dalam perang melawan Amerika Serikat baik di Afganistan dan juga di Irak dalam rangka menjatuhkan pemerintahan Saddam Husein walau pada akhirnya mereka kalah. Kemudian, kelompok ini pindah ke Suriah. Akan tetapi, komunikasi antara Al Qaeda Suriah dan Irak tidak berjalan baik sehingga Al Qaeda Irak mengubah nama mereka menjadi ISIS. Sejak itu, mereka berniat mendirikan negara baru di Irak dan Suriah dan akan melawan siapa saja yang ingin menghalanginya.

Yah, inilah yang terjadi ketika sekelompok orang ingin mendirikan negara. Rakyatnya sudah ada, pemerintahan bisa dibentuk dengan segera tetapi semua wilayah di dunia ini sudah dikuasai negara-negara yang sudah ada.

Buat kita, kita tidak perlu takut dengan mereka. Karena, jika kita bersatu, jumlah dan kekuatan mereka nggak ada apa-apanya. Kita bahkan lebih kuat daripada yang mereka bayangkan.


Terima kasih telah membaca.

Tuesday, March 21, 2017

Kenapa Banjir Terus-Terusan Melanda Jakarta?

Siapa sih yang nggak stres gara-gara banjir? Belum lagi banjir yang memang hobinya datang setahun sekali seperti di Jakarta. Ditambah lagi dengan banjir yang membawa penyakit, sampah yang hanyut bahkan menyebabkan kerugian bagi orang-orang yang rumahnya selalu terendam banjir. Jadi kenapa banjir terus-terus kejadian di Jakarta?

Sumber foto: istock.com

Menurut tayangan Kokbisa, banjir di Jakarta adalah masalah yang multidimensional. Mulai dari daratan Jakarta yang memang tidak sanggup menampung volume air yang besar dari dataran tinggi yang mengelilinginya, pemerintah yang belum siap dan pusing menanganinya dan juga masyarakatnya sendiri yang susah diajak bekerja sama menjaga lingkungan.

Berdasarkan sejarah dan letak geografisnya, daratan Jakarta terbentuk dari aliran sungai-sungai besar yang mengalir dari daerah Bogor dan sekitarnya. Sungai-sungai besar yang mengaliri Jakarta ini membawa material dari gunung-gunung dan bukit yang ada di sekeliling daratan Jakarta, yang kemudian material tersebut mengendap menjadi lumpur, kemudian daratan rendah, yang kemudian menjadi Jakarta. Dan tentu saja, aliran sungai-sungai besar tersebut membentuk sungai-sungai kecil agar air bisa mengalir ke Laut Jawa, yang kemudian membuat Jakarta dialiri banyak sungai.

Pada saat musim kemarau, sungai-sungai di Jakarta ini bau dan kering. Akan tetapi, disaat musim penghujan tiba, sungai pun dialiri penuh air hingga air pun naik ke pinggir-pinggir sungainya. Ditambah lagi, ketika terjadi urbanisasi, perpindahan warga dari pelosok ke ibukota, membuat daerah tepian sungai pun dipenuhi dengan bangunan. Sehingga daerah pinggir sungai tidak lagi sanggup menyerap air, dan menyebabkan banjir yang menggenangi jalan-jalan di ibukota. Belum lagi, kebiasaan warga yang masih suka membuang sampah sembarangan ke sungai.

Urbanisasi membuat lahan resapan air lainnya berubah fungsi menjadi pemukiman. Banyak hutan yang ditebang sehingga semakin sedikitnya pohon yang seharusnya bisa membantu peserapan air. Tidak hanya di daerah Jakartanya, namun juga di daerah dataran tingginya seperti Puncak dan Bogor. Akibatnya, air hujan yang seharusnya diresap oleh hutan menjadi mengalir langsung ke Jakarta. Sayangnya, sungai-sungai di Jakarta tidak mampu menahan air yang mengalir dari Puncak dan Bogor, maka jadilah banjir Jakarta.

Lalu, bagaimana solusinya?

Solusinya mungkin adalah kerja sama pemerintah dengan masyarakatnya juga. Pemerintah mungkin sebaiknya bisa membuat peringatan dini bencana banjir atau membuat kerja sama dengan NGO dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik. Selain itu, pemerintah juga bisa menerapkan peraturan yang tegas untuk drainase dan daerah aliran sungai. Tidak hanya pemerintah saja, masyarakat juga harus bekerja sama. Masyarakat bisa membantu dengan melaporkan pembangunan-pembangunan pemukiman liar tanpa izin pemerintah atau melaporkan orang yang suka membuang sampah sembarangan. Dan pastinya solusi seperti ini prosesnya tidak sebentar.

Sebagai warga yang baik, sebaiknya kita memang peka dan menjaga lingkungan kita agar lingkunganpun menjadi ramah dengan kita. Hal ini tidak hanya berlaku untuk Jakarta saja, akan tetapi bisa berlaku untuk daerah lainnya.


Friday, March 10, 2017

Kenapa Jakarta Macet Banget?

Mungkin saat kita berada dalam kemacetan di kota kita sendiri yang diluar Jakarta, kita merasa, uh, macet banget. Tapi ternyata kemacetan di kota kita nggak lah seberapa dibandingkan kota termacet di dunia, Jakarta, seperti yang ditanyangkan Kokbisa. Bahkan menurut beberapa survei, jarak yang ditempuh oleh orang kantoran dari rumahnya bisa memakan waktu sampai berjam-jam padahal jaraknya tidak sampai 20 kilometer. Lalu, kenapa Jakarta bisa macet pake banget?

Sumber foto: freedesignfile.com

Faktor pertamanya adalah transportasi umum yang belum memadai untuk menutupi semua penduduk yang ada di Jakarta. Tak jarang kita lihat angkot yang suka mogok masih digunakan untuk mengantar penumpang. Selain itu, faktor keamanan dalam transportasi umum juga masih belum terjamin. Kita harus ekstra hati-hati dan menjaga diri dan tas kita. Kalau nggak kecopetan bisa jadi kena hipnotis.

Sementara itu, di kota-kota di luar negeri sana, kebanyakan orang menggunakan transportasi umum. Di tempat mereka, transportasi umumnya memiliki fasilitas yang memadai dan aman. Sehingga ada kota-kota di luar negeri sana yang 60% penduduknya menggunakan transportasi umum. Di Indonesia sendiri, khususnya Jakarta hanya 20% saja. Karena fasilitas dan keamanan tadi penduduk kita lebih senang membeli kendaraan pribadi yang nyaman, aman dan memadai.

Karena semakin banyak orang yang memiliki dan menggunakan kendaraan pribadi kemana-mana, akibatnya jalanan makin penuh dengan kendaraan dan tentu saja mengakibatkan kemacetan yang panjang. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan pemakaian kendaraan pribadi di Jakarta yang mencapai 12-13% per tahun. Sementara itu, pertumbuhan jalan tidak sampai satu persen. Inilah yang membuat Jakarta menjadi macet. Kendaraannya tambah banyak, jalannya ya segitu saja
.
Tidak hanya itu, ketertiban lalu lintas pun belum berjalan sepenuhnya. Di jalanan yang sempit ada saja orang yang parkir kendaraan sembarangan, buka lapak dagangan kaki lima, bahkan angkot yang ngetem berlama-lama di pinggir jalan yang membuat semakin sesaknya jalanan ibukota. Belum lagi, banyak orang-orang dari daerah di sekeliling Jakarta yang mencari makannya di Jakarta.

Mereka yang hilir mudik setiap haripun secara langsung menyumbang kemacetan yang terjadi di ibukota. Tapi kita nggak bisa juga menyalahkan mereka, ya namanya juga manusia butuh makan. Akan tetapi, jika pembangunan di Indonesia ini merata di segala daerah ada banyak lapangan kerja, pasti kemacetan akan berkurang. Sayangnya kita terlalu fokus di ibukota.


Jadi, setidaknya kita mengetahui kenapa Jakarta itu macetnya minta ampun. Warga Jakartanya sendiri pun pusing karena macet setiap hari. Oleh karena itu, ada baiknya nggak cuma pemerintahnya saja yang beraksi melakukan perubahan tapi juga warganya yang ikut turun tangan. Dan ini nggak cuma berlaku di Jakarta saja, tetapi juga di kota-kota kita sendiri.

Sunday, March 05, 2017

Apa Itu Computer Literacy?

Saat ini sudah banyak perusahaan atau program tertentu yang menggunakan teknologi sebagai penghubung antara perusahaan dengan calon pelamar kerja. Ya, sekaran g sudah bertebaran instansi yang membuka rekrutmen melalui situs karir yang dikelola oleh perusahaan yang bersangkutan. Hal ini menuntut para calon pelamar kerja untuk mendaftarkan diri dengan membuat akun dan mengisi kelengkapan data sebagai CV untuk bahan pertimbangan perekrut karyawan baru perusahaan.

Karena perkembangan teknologi, sebagai pelamar kerjapun kita harus semakin maju agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Teknologi yang berkembang ini tidak hanya memunculkan cara-cara baru yang membuat sebagian besar orang kebingungan dan harus belajar lagi. Tidak hanya cara-cara saja, bahkan banyak istilah baru yang muncul yang mungkin nggak semua orang paham, salah satunya istilah computer literacy. Apakah maksud dari istilah tersebut?

Sumber foto: Microsoft

Komputer, seperti yang kita tahu, merupakan alat yang sangat penting pada abad ini karena dengan alat ini kita dapat memfasilitasi dan memperluas ilmu pengetahuan, wawasan bahkan keterampilan manusia. Tidak hanya itu, komputer juga dapat mendukung seseorang untuk mempelajari dan memproses informasi-informasi yang ada di dunia. Computer literacy berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan informasi. Dalam ilmu tersebut, computer literacy diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasi doumen dan data menggunakan software komputer. Jadi bisa dikatakan seseorang yang mempunyai kemampuan computer literacy adalah orang yang bisa mengoperasikan software pengolahan kata atau data, seperti program software Microsoft Office, untuk mengolah informasi dan dokumen.

Sebetulnya, computer literacy hanyalah salah satu dari beberapa elemen dari kemampuan literasi informasi dalam bidang ilmu perpustakaan. Masih ada beberapa elemen yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan kita dalam memperoleh informasi. Visual literacy, misalnya, ini adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan dan mengekspresikan gambar. Selanjutnya, media literacy adalah kemampuan dalam mengakses, menganalisa dan memproduksi informasi untuk hal-hal tertentu, serta menyikapi informasi dengan lebih kritis dan bijaksana. Kemudian ada juga digital literacy yang merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan software. Yang terakhir, network literacy, yang merupakan kemampuan untuk mengakses dan menggunakan informasi dalam internet.

Kelima elemen dalam literasi informasi ini sebenarnya sangat bermanfaat untuk dipelajari. Walaupun kemampuan literasi informasi ini merupakan bidang ilmu perpustakaan, bukan berarti kita yang bukan dari bidang itu tidak perlu tahu. Justru itu, kita harus tahu karena kemampuan untuk mengelola informasi ini sangat berguna dan membantu orang-orang dari jurusan manapun. Bahkan, kemampuan computer literacy sendiri sudah diperlukan di segala bidang, baik pendidikan, teknik, kedokteran, terlebih dalam bidang administrasi, agar seseorang dapat mengolah kata atau data untuk laporan-laporan yang akan dibuat saat bekerja.


Bagaimana, apakah kita orang yang berkemampuan computer literacy?

Saturday, March 04, 2017

Organisasi dan Komunitas, Berbedakah Pengertiannya?

Kita sering mendengar organisasi maupun komunitas. Apalagi buat kita yang sudah masuk jenjang perkuliahan. Kita diperkenalkan dengan berbagai macam organisasi dan komunitas. Tak jarang juga malah kita turut bergabung dan mengambil bagian dari organisasi ataupun komunitas tersebut. Akan tetapi, samakah pengertian dari organisasi dan komunitas?

Bentuknya memang terlihat sama, akan tetapi ternyata makna dan fungsinya berbeda. Menurut sebuah artikel di Juproni.com, komunitas adalah sebuah kelompok individu yang pada umumnya memiliki ketertarikan atau minat yang sama. Bisa jadi kesamaan minat dalam hobi, bakat, kepercayaan, kebutuhan, dan lain-lain. Komunitas bersifat tidak sermi dan seringnya tidak ada badan hukum yang melindungi aktivitas anggota sehingga lebih terlihat sebagai sarana atau tempat untuk berkumpul bersama orang-orang seminat. Anggotanya juga tidak terlalu terikat, namun ketentuan ini juga tergantung dengan peraturan yang dibuat oleh komunitas itu sendiri.

Sumber foto: Pixabay.com

Kemudian, komunitas juga memiliki ruang lingkup yang terbatas, hanya menampung orang-orang yang satu minat saja dan bisa disimpulkan jumlah anggota komunitas bisa jadi banyak bisa jadi sedikit, tergantung individu yang memiliki kesamaan minat yang hidup di lingkungan tertentu. Contoh dari komunitas adalah komunitas menulis, komunitas membaca, komunitas pecinta hewan, komunitas pecinta alam, komunitasmotor dan lain sebagainya.

Berbeda halnya dengan organisasi. Menurut Wikipedia, organisasi adalah sebuah kelompok orang dalam yang memiliki tujuan bersama. Organisasi digunakan sebagai tempat bagi individu untuk berkumpul, bekerja sama untuk kepentingan dan tujuan organisasi. Kerjanya pun sistematis, terencana, terkendali dan ada pemimpin yang mengatur sebuah organisasi.

Organisasi biasanya resmi, bahkan tak jarang yang memiliki izin mendirikan dari pemerintah. Organisasi juga mempunyai sertifikat tertentu dan beberapa organisasi memiliki cabang di setiap daerah. Jumlah anggotanya juga banyak dan belum tentu mempunyai minat, hobi dan bakat yang sama antara anggotanya. Selain itu, organisasi mempunyai pengurus yang jelas dan terstruktur. Anggotapun tidak diperkenankan sesuka hati datang dan pergi di dalam sebuah organisasi.

Jadi, jelas kan perbedaan antara organisasi dan komunitas? Mungkin kebanyakan dari kita lebih suka bergabung ke sebuah komunitas daripada organisasi, karena organisasi dianggap berat dan bersifat politis. Padahal, tidak juga. Organisasi partai politik memang banyak, tetapi organisasi kepemudaan, BEM, Pramuka, PMI, bahkan himpunan jurusan di kampus tidak selalu berkaitan dengan hal yang politis.


Nah, sudah saatnya kita memikirkan cara untuk mencari pengalaman dengan bergabung ke sebuah komunitas ataupun organisasi dari sekarang. Pilihlah komunitas atau organisasi yang memberikan dampak positif kepada kita maupun orang-orang di sekitar kita. Selain itu, pengalaman organisasi maupun komunitas akan berguna jika dicantumkan di dalam CV kita saat ingin melamar kerja. Bagaimana? Tertarik untuk bergabung dalam suatu komunitas atau organisasi?

10 Negara Yang Tidak Ada Lagi Di Abad Ke-20 (Bagian II)

Buat yang belum tahu 5 negara sebelumnya, bisa dilihat disini.

Sebelumnya kita sudah membahas lima negara yang sebelumnya pernah ada di dunia ini. Kali ini kita akan membahas lima negara lain yang sekarang sudah tidak ada lagi dan menjadi sejarah dunia.

5. Czechoslovakia
Sumber foto: Wikipedia

Czechoslovakia merupakan sebuah negara berdaulat di Eropa Tengah. Negara ini mendeklarasikan kemerdekaannya setelah memisahkan diri dari Kerajaan Austro-Hungaria. Czechoslovakia berdiri dari tahun 1918 hingga 1992. Pada awal tahun 1993, negara ini pecah secara damai menjadi dua negara baru yang kita kenal sebagai Republik Ceko dan Slovakia. Pemecahan ini terjadi dikarenakan bangsa Ceko dan Slovak memiliki perbedaan dalam bidang perekonomian dan teknologi sehingga menimbulkan banyak kesenjangan sosial.

4. Rhodesia
Sumber foto: Wikipedia

Negara yang terletak di Afrika ini merupakan negara yang berbentuk republik. Rhodesia merupakan negara bekas jajahan Inggris di Afrika bagian selatan ini berdiri pada tahun 1965 hingga 1979. Secara geografis, letak negara Rhodesia sekarang merupakan wilayah negara Zimbabwe dan Zambia. Selama negara ini berdiri, Rhodesia memiliki seorang administrasi pemerintahan, tujuh presiden republik, seorang kepala daerah dan dua orang perdana menteri. Sejak awal berdirinya, Rhodesia dipimpin oleh orang berkulit putih, begitu juga dengan seluruh anggota parlemen pemerintahannya. Selain itu, konflik berkepanjanganpun terjadi hinggaakhirnya Inggris yang pada saat itu masih menjajah Rhodesia menyetujui kemerdekaan negara ini. Setelah diselenggarakannya pemilu yang dimenangkan oleh Robert Mugabe, negara ini resmi berubah nama menjadi Zimbabwe dan ibukotanya berubah nama menjadi Harare.

3. Ottoman Empire
Sumber foto: asianhistory.about.com

Ottoman Empire atau Kesultanan Utsmaniyah didirikan pada abad ke-13 di barat laut Anatolia. Walaupun dalam bentuk kesultanan, Utsmaniyah lebih dikenal sebagai negara besar, berdiri paling lama hingga 600 tahun lebih, dan juga terkuat di dunia pada masanya, yang menaungi berbagai macam suku, bangsa, budaya serta memiliki keberagaman bahasa. Kekuasaan kesultanan ini mencapai sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat, dan daerah Afrika Utara. Dengan Konstantinopel sebagai ibu kotanya, kekuasaannya makin meluas di sekitar cekungan Mediterania dan menjadi pusat interaksi antara dunia Timur dan Barat. Akan tetapi, setelah pecahnya Perang Dunia I, kesultanan inipun pecah, kemudian muncul negara baru yang kita kenal sebagai Turki.

2. Yugoslavia
Sumber foto: sott.net

Negara ini pernah ada di daerah Eropa Tenggara dari tahun 1918 sampai tahun 2003. Awalnya, Yugoslavia berbentuk kerajaan, namun pada tahun 1929 negara ini mengubah bentuk parlemennya menjadi republik. Ibukota negara ini adalah Beograd. Negara ini mengalami perjalanan panjang dalam pengembangannya, akan tetapi sejak tahun 1980-an terjadi serentetan gejolak dan konflik politik yang mengakibatkan negara ini bubar dari masa ke masa, yang sekarang menjadi 7 negara berbeda Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Serbia, Kosovo, Montenegro dan Makedonia.

1. Soviet Union (Uni Soviet)

Sumber foto: Wikia

Soviet Union atau nama resminya USSR (Union of Soviet Socialist and Republic) atau yang lebih kita kenal sebagai Uni Soviet di buku Sejarah, merupakan negara terbesar yang pernah ada di dunia yang terletak di benua Asia. Wilayahnya bahkan sampai ke benua Eropa sehingga lebih dikenal dengan benua Eurasia. Negara ini berdiri dari tahun 1922 hingga 1991. Karena banyaknya gejolak politik hingga percobaan kudeta yang terjadi di negara adikuasa ini, Uni Soviet pun membubarkan diri sebagai negara federasi sehingga memunculkan lebih dari 50 negara baru, termasuk Armenia, Georgia, Ukraina, Belarusia, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kazakstan, dan lainnya.


Yak, inilah 10 negara yang pernah ada sebelumnya di dunia ini sebelum abad ke-20. Sekarang, negara-negara tersebut sudah tidak ada lagi, atau berubah nama dan pemerintahan menjadi negara-negara yang ada di buku atlas terbitan terbaru sekarang ini. Walaupun demikian, negara-negara diatas menjadi sejarah tersendiri bagi negara yang sekarang berdiri. Namun, enggak hanya daftar ini saja lho, masih ada puluhan negara lain yang pernah ada sebelum abad ke-20. Ada yang mau menambahkan? Terima kasih.

10 Negara Yang Tidak Ada Lagi Di Abad Ke-20 (Bagian I)

Mungkin banyak orang yang belum tahu kalau di dunia ini ada 193 negara berdaulat. Akan tetapi, nggak semuanya serta merta terbentuk sejak dulu. Tentu saja, negara-negara yang ada pada saat ini merupakan hasil dari perjuangan rakyatnya untuk mencapai kemerdekaan, seperti negara kita tercinta Indonesia, atau ada juga yang kemerdekaannya diberikan oleh sekutu yang “menjajah” negara tersebut. Tidak hanya itu, negara yang terbentuk sekarang juga banyak yang hasil pecahan, seperti Rusia dan negara-negara yang ada di sekitarnya.

Terbentuknya negara baru tentu saja bisa menyebabkan sebuah negara menjadi tidak ada lagi. Oleh karena itu, untuk menambah pengetahuan, kita akan membahas 10 negara yang dulunya pernah ada, tetapi sekarang tidak ada lagi.

10. Republik Weimar
Sumber foto: slideshare.net

Dari tahun 1919 sampai 1933, Jerman dikenal dengan nama Republik Weimar, namun nama ini bukanlah nama resmi. Nama resminya adalah Deutsches Reich yang tidak pernah diganti walaupun bentuk konstitusi negara sebelumnya adalah kekaisaran. Setelah pecahnya Perang Dunia I, Deutsches Reich atau Jerman membentuk konstitusi baru berbentuk republik. Majelis pembentukan konstitusi baru ini diadakan di kota Weimar sekaligus menyelesaikan masalah denda akibat Perang Dunia I yang tertulis pada Perjanjian Versailles. Republik Weimar menghadapi banyak persoalan seperti krisis inflasi besar-besaran, gerakan-gerakan paramiliter, juga perselisihan hubungan politik dengan negara sekutu yang menang perang dunia pertama. Selain itu, pemerintahan ini juga membantu perekonomian dan pembangunan rel kereta api di Jerman. Akan tetapi, ketika kanselor selanjutnya dilantik, Adolf Hitler, beliau mengubah pemerintahan menjadi Jerman Nazi, yang mengakhiri pemerintahan republik ini.

9. Jerman Timur
Sumber foto: wikipedia

Setelah pecahnya Perang Dunia II, Jerman terbagi menjadi dua yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Jerman Barat masih berhubungan dengan negara-negara Eropa Barat. Sementara itu, Jerman Timur adalah pemerintahan republik demokratis yang tunduk kepada USSR (Uni Soviet). Negara ini membangun Tembok Berlin yang terkenal itu untuk menghentikan imigrasi penduduk dan membunuh siapapun yang menentang pemerintah. Karena protes keras dari penduduknya sendiri yang merasa terancam, pada 1989 Tembok Berlin pun diruntuhkan. Setahun kemudian, Jerman Timur bergabung menjadi pemerintahan Jerman yang demokratis dan bersatu, seperti sekarang.

8. Prussia
Sumber foto: cybernation.wikia.com

Prusia merupakan sebuah negara berbentuk kerajaan yang berlokasi di Jerman pada tahun 1701 yang didirikan oleh Raja Fredrich I. Karena negara ini memiliki wilayah yang luas dan kekuatan militer yang sangat besar, negara ini menjadi terkenal terlebih saat pemerintahan Otto von Bismarck sebagai perdana menterinya. Setelah Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan bangsa Jerman, Prusia kehilangan banyak wilayah kekuasaannya dan terpecah menjadi beberapa negara-negara baru, bahkan status negara Prusia berubah menjadi sebuah negara bagian di Republik Weimar. Terlebih lagi, pada saat Hitler terpilih menjadi kanselir dan mengubah status negara Weimar menjadi Jerman Nazi, Prusia pun dihilangkan.

7. United Arab Republic (Republik Arab Bersatu)
Sumber foto: Wikipedia

Negara ini terbentuk dari wilayah Mesir dan Suriah dan hanya berjalan dalam waktu sangat singkat, pada tahun 1958 hingga 1961. Dengan maksud menyatukan negara-negara Arab, Gamal Abdul Nasser, Presiden Mesir, bersama Presiden Suriah pada waktu itu, Syukri al-Quwatli setuju dan menandatangani Perjanjian Kesatuan dan menetapkan Presiden Nasser sebagai presiden negara Republik Arab Bersatu dengan Kairo sebagai ibukota negaranya. Namun, karena terjadinya kudeta, Suriah menjadi negara merdeka kembali dan nama United Arab Republic masih dipakai pemerintahan Mesir hingga tersadar mereka tidak bersatu dengan negara Arab yang lain. Pada tahun 1971, tak lama setelah Presiden Nasser wafat, Mesir mengembalikan namanya kembali dan Republik Arab dihilangkan.

6. Ceylon
Sumber foto: wikipedia

Di sebuah pulau di bagian Asia Timur, ada sebuah negara merdeka bernama Ceylon. Negara ini dibentuk oleh koloni Inggris pada tahun 1948 dan masih tunduk kepada pemerintahan Inggris dalam bingkai negara-negara persemakmuran yang sama dengan Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Kemudian, pada tahun 1972, Ceylon berubah status menjadi negara yang sepenuhnya merdeka dan berganti menjadi sebuah republik bernama Srilanka hingga sekarang.

Sebenarnya masih banyak, dan banyak sekali negara yang terbentuk sebelum abad ke-20, akan tetapi tidak bisa semuanya disebutkan disini. Untuk melihat 5 negara selanjutnya, silakan klik disini. Terima kasih.

Friday, March 03, 2017

Suku dan Ras, Samakah Maknanya?

Ketika kita mendengar kata suku dan ras, mungkin yang langsung terlintas di kepala kita adalah SARA. Dan ketika kita mendengar kata SARA kita langsung terpikir tentang sesuatu yang sensitif yang berkaitan dengan suatu golongan, apakah itu suku tertentu, ras tertentu agama tertentu atau golongan-golongan lain tertentu. Kita juga sering melihat peringatan semacam “Jangan berkomentar hal yang mengandung SARA” dalam suatu diskusi atau forum di internet. SARA itu apa sih?

Dari sebuah artikel, SARA diartikan sebagai bermacam-macam pandangan atau tidakan yang didasarkan pada sentimen suatu identitas, yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan, suku, maupun golongan tertentu. Jadi, jika ada tindakan, baik fisik maupun verbal, dalam bentuk kekerasan, diskriminasi maupun pelecehan yang didasarkan atau ditujukan pada identitas golongan tertentu, maka tindakan tersebut dikategotikan sebagai SARA. Intinya, saat membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan golongan tertentu, kita harus hati-hati, karena akan menimbulkan sentimen terhadap golongan tertentu yang dibicarakan. Misalnya, mencandai budaya suku tertentu, tentu saja masyarakat pemilik suku dan budaya tersebut akan tersinggung, apalagi jika budaya itu sudah dijunjung tinggi oleh turun temurunnya. Sementara, kita hanya tahu kulit luarnya saja.

Seperti yang kita tahu, SARA merupakan sebuah akronim atau singkatan dari suku, agama, ras dan antargolongan. Jika kita lihat, banyak dari kita yang sudah mengerti makna semua kata yang ada dalam singkatannya. Akan tetapi, nggak sedikit pula yang masih bingung mengapa suku dan ras ada di dalam akronim tersebut. Suku dan ras, bukankah keduanya memiliki arti yang sama?

Menurut sebuah artikel, suku dan ras memiliki arti yang berbeda. Kata suku memiliki makna yang berkaitan dengan faktor sosiologis sekelompok orang, seperti budaya, kebangsaan, bahasa dan tradisi yang sama. Sedangkan kata ras sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan faktor biologis seseorang seperti warna kulit, rambut, mata yang diturunkan secara genetika. Jadi, bisa dikatakan kalau perbedaan suku dan ras adalah yang satu, suku, ditandai dengan karakteristik sosial budaya, dan yang satu lagi, ras, dengan karakteristik fisik.

Perbedaan suku dan ras mungkin bisa diperjelas dengan contoh berikut. Ada seseorang yang memiliki ciri-ciri fisik berkulit putih dan bermata sipit, akan tetapi sejak lahir hingga dewasa, ia tinggal di Indonesia. Secara ras, dengan ciri-ciri fisik yang dimilikinya, ia memiliki ras Asia. Akan tetapi, karena ia lahir dan hidup dalam lingkup sosial dan budaya di Indonesia, maka ia termasuk suku bangsa atau orang Indonesia.

Sumber foto: shutterstock.com

Akan tetapi, perbedaan antara suku dan ras tidak terlalu mencolok. Lain halnya dengan di negara lain. Ketika kita berjalan-jalan ke Australia, kita akan berjumpa dengan berbagai macam orang dari suku dan ras yang berbeda-beda. Ketika kita berjumpa dengan orang yang berfitur wajah Asia, kita akan langsung mengira jika dia bisa diajak ngobrol dengan bahasa Mandarin atau Jepang. Namun nyatanya, bisa jadi dia sama sekali tidak mengerti bahasa Mandarin, dan hanya berbicara bahasa Inggris. Begitu juga kalau kita bertemu orang yang berfitur wajah seperti orang Arab, namun ia diadopsi keluarga Amerika. Orang itu memiliki ras Arab, akan tetapi ia adalah orang (atau suku bangsanya) Amerika.


Bagaimana, sudah dapat pencerahan mengenai perbedaan suku dan ras? Ada yang ingin menambahkan? Terima kasih.

Mendirikan Negara Sendiri, Mungkinkah?

Pasti banyak dari kita yang sudah bosan dengan segala kejadian yang ada di negara kita. Mulai dari kemiskinan yang belum tuntas sampai sekarang, korupsi pejabat negara, sampai isu-isu lain yang berpotensi memecahbelah Bhinneka Tunggal Ika. Semuanya sungguh membuat kita sakit kepala. Mungkin diantara kita malah ada yang kepikiran untuk mendirikan negara sendiri saja yang tentram dan damai daripada dipusingkan dengan masalah dalam negeri kita. Tapi, mungkinkah kita bisa melakukannya?

Sumber foto: freepik.com

Menurut tayangan Kokbisa, mendirikan negara sendiri sebenarnya ya bisa-bisa saja asal kita bisa memenuhi syarat-syarat sebuah negara. Aristoteles, Plato, dan filusuf lain mengatakan bahwa sebuah negara adalah suatu organisasi yang memiliki pemerintahan, wilayah dan rakyat. Jadi bisa kita tarik kesimpulan kalau untuk mendirikan sebuah negara syaratnya harus ada wilayah, rakyat atau warga negara dan pemerintahan yang mengatur negara tersebut. Syarat-syarat tersebut disebut syarat konstitutif.

Wilayah, rakyat, pemerintahan? Mudah sekali, bukan? Bahkan dengan mengumpulkan teman-teman satu geng, kita bisa mendirikan sebuah negara. Jika saja anggota geng kita sampai 50 orang, itu sudah cukup untuk memenuhi persyaratan rakyat dan pemerintahan. Bagi kita yang punya pengalaman berorganisasi, bisa saja kita memilih siapa yang bisa dijadikan pemimpin di negara kita sendiri dari anggota geng kita. Namun, bagaimana dengan masalah wilayahnya? Dimana negara baru kita akan berdiri?

Sebenarnya, ada dua cara untuk mendapatkan wilayah agar sebuah negara baru bisa berdiri. Cara yang pertama adalah cara primer, yaitu dengan mengklaim wilayah kosong yang belum dijamah atau diklaim negara manapun di dunia ini. Wilayah yang tidak bertuan itu bisa kita jadikan sebagai wilayah negara baru kita. Dan tentu saja, wilayah yang kita pilih agar bisa hidup nyaman dan tentram di negara baru kita adalah daratan. Akan tetapi, semua daratan di muka bumi ini sudah diklaim 193 negara yang terdaftar sebagai anggota PBB. Bahkan daratan muka bumi ini juga sudah diklaim negara yang statusnya masih diperdebatkan. Tidak hanya itu, wilayah benua Antartika yang tidak benar-benar daratan saja sudah diklaim beberapa negara sebagai bagian dari negaranya. Rakyatnya? Entahlah, mungkin saja penguin. Tetapi ada juga beberapa manusia yang tinggal disana. Negara yang mengklaim daratan kutub selatan biasanya menggunakan wilayah es tersebut sebagai tempat penelitian.


Sumber foto: muslimminang.wordpress.com

Kalau daratan sudah diklaim oleh negara-negara di dunia, lalu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan wilayah untuk sebuah negara baru? Ya, masih ada dengan cara sekunder yaitu dengan menaklukkan wilayah negara lain seperti yang dilakukan Hitler pada zaman perang dunia kedua atau dengan cara memproklamasikan kemerdekaan seperti Indonesia. Akan tetapi, cara ini melibatkan pertempuran yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Selain itu, kalau tidak berhasil menaklukkan wilayah yang diincar, bisa-bisa kita ditahan atau malah dieksekusi karena memberontak pada pemerintahan negara yang sudah ada.

Ternyata, untuk mendirikan sebuah negara tidak cukup hanya dengan memenuhi syarat konstitutif. Ada syarat deklaratif yang harus dipenuhi, yaitu pengakuan kedaulatan dari negara lain yang sudah berdaulat baik secara de facto maupun de jure. De facto merupakan pengakuan sesuai dengan fakta di lapangan, sedangkan de jure adalah pengakuan resmi secara hukum. Misalnya, Indonesia yang sudah diakui sebagai sebuah negara secara de facto maupun de jure. Saat ini masih ada negara yang belum diakui secara penuh, yaitu Palestina. Negara ini sudah diakui secara de facto, namun belum secara de jure. Kalau kita melihat perjuangannya, sepertinya mendirikan negara sendiri itu ternyata nggak bisa dikatakan mudah. Selain itu, ada juga yang lebih susah lagi selain mendirikan negara sendiri, yaitu mensejahterakannya. Makanya itu walaupun negara di dunia ada banyak, tetapi tidak semuanya maju dan sejahtera. Contohnya saja, negara kita sendiri.

Namun, fakta uniknya ada juga pihak yang mendirikan negara berdaulat walaupun belum ada pengakuan secara internasional. Contohnya adalah sebuah negara kecil yang ada di Nevada, Amerika Serikat. Micronation, atau negara kecil bernama Republik Molossia ini berdiri pada tahun 1999 dan hanya berpenduduk 22 orang yang juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat. Tak hanya itu, Republik Molossia punya bendera, lambang kebangsaan dan mata uang sendiri. Berapa biaya yang dihabiskan untuk membangun republik itu? Mungkin saja US$10000 atau lebih.


Jadi intinya, mendirikan negara sendiri itu lumayan susah dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi tanggung jawabnya yang sangat besar setelah negara itu berdiri. Menyejahterakan rakyat negara tidak akan tuntas hanya dalam kurun waktu 10 sampai 15 tahun, bahkan kita bisa lihat sendiri, masih banyak negara-negara yang belum sejahtera bahkan umurnya sudah setengah abad lebih setelah merdeka. Oleh karena itu, coba dipikir-pikir lagi kalau memang ingin mendirikan negara sendiri, sanggup atau tidakkah kita memenuhi persyaratan dan bertanggungjawab setelah mendirikannya. Kalau memang mendirikan negara itu mudah, pasti sudah ada sejak dulu negara bernama Republik Galau dan United Jomblo. Sekian dan terima kasih.

Negeri dan Negara, Sama Nggak Sih Artinya?

Pastinya kita sudah sering mendengar dua kata diatas, negeri dan negara. Apalagi, kita memang hidup di sebuah negara. Sebagai warga negara di negeri yang kita cintai ini, tentunya hidup kita akan bermakna jika kita berkontribusi dan mengabdi demi kemajuan negeri kita. Nah, biasanya kita menjumpai penggunaan kata negeri dan negara sekiranya seperti itu. Tapi, sebenarnya sama nggak sih makna dua kata tersebut?

Ternyata, menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, negeri dan negara memiliki arti yang berbeda. Meskipun yang dimaksud atau ditujukan itu sama, tetapi kedua kata tersebut memiliki perbedaan makna dalam konteksnya. Negara memiliki arti yang berkaitan dengan hal-hal bersifat politis. Dalam KBBI sendiri negara berarti organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki pemerintahan dan ditaati rakyatnya. Sementara itu, negeri lebih menekankan kepada letak geografis tempat tinggal suatu bangsa, atau bisa bermakna kampung halaman. Sehingga, makna kata negeri hanya sebatas wilayah saja.

Akan tetapi, masih sering kita mendengar hal-hal atau instansi yang diurus oleh negara namun dalam penggunaan istilahnya masih memakai  kata negeri. Contohnya saja, pegawai negeri, sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri. Jika memang institusi itu diurus oleh negara, seharusnya pegawai negeri menjadi pegawai negara, sekolah negeri menjadi sekolah negara dan perguruan tinggi negeri menjadi perguruan tinggi negara. Walaupun demikian, mungkin saja kalau ditelaah maknanya juga berkaitan dengan lokasi atau letak geografis dimana si pegawai negeri, sekolah negeri dan perguruan tinggi negeri itu berada.


Sumber foto: Alienco.net

Selain negeri dan negara, ada satu kata lagi yang kita juga bingung membedakannya, yaitu bangsa. Apa makna dari kata bangsa? Pengertiannya adalah sekelompok masyarakat yang memiliki latar belakang yang sama. Latar belakangnya itu berkaitan dengan asal, keturunan, adat, bahasa, budaya dan sejarahnya. Bangsa juga diartikan sebagai sekelompok masyarakat yang memiliki kesamaan dan punya pemerintahan sendiri. Maknanya hampir sama ya dengan negara?

Tidak juga. Jika dicermati sedikit lagi, penggunaan kata bangsa hanya menekankan kepada sekelompok orangnya. Sedangkan kata negara lebih menekankan pada pemerintahannya. Bahkan menurut sebuah artikel, kata bangsa dan negara mempunyai derajat yang berbeda. Negara mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bangsa, karena negara berhak mengatur bangsa yang ada di dalam suatu negara, karena negara adalah pemerintahannya si bangsa. Selain itu, sebuah negara sudah tentu berisi suatu bangsa atau kumpulan bangsa-bangsa, dan sebuah bangsa belum tentu mempunyai atau membentuk suatu negara.

Demikian pembahasan tentang perbedaan negeri dan negara, serta bedanya juga dengan bangsa. Terkadang membedakan satu istilah dengan istilah lainnya susah-susah gampang, ya, apalagi menjelaskannya. Ada yang mau menambahkan? Terima kasih.

Saturday, February 25, 2017

Memangnya England dan Great Britain Itu Beda, Ya?

England, atau versi Indonesianya, Inggris, biasanya lebih lekat diingatan kita. Lalu, kita juga mengenal UK, kepanjangan dari United Kingdom, lalu Great Britain atau versi Indonesianya, Britania Raya. Terkadang, kita bingung atau bahkan menganggap semuanya sama saja. Apa benar England, UK, dan Great Britain itu sama?

Jawaban sebenarnya adalah sama dan tidak sama. Memang kita lebih suka bilang negara yang ibukotanya London itu sebagai Inggris. Tapi sebenarnya ada sedikit perbedaan.

Seperti yang dijelaskan oleh Peer tanyaan, England merupakan sebuah negara bagian dari United Kingdom. Sekedar menambah informasi, negara bagian ini memiliki penduduk paling padat daripada negara bagian lainnya. Kembali ke masalah bedanya England, UK dan Great Britain, England merupakan salah satu negara bagian yang bergabung dalam persatuan kerajaan Britania yang disebut United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland. Namun, karena nama resminya terlalu panjang kita boleh memendekkannya dengan sebutan United Kingdom atau singkatannya UK saja.


Sumber foto: www.visualnews.com

Sedikit mundur ke masa lampau, Great Britain sendiri sebenarnya adalah persatuan kerajaan England, Scotland dan Wales yang dibentuk pada tahun 1707. Dengan sistem pemerintahan monarki ini, mereka bergabung dan membuat kerajaan tunggal yang pusat pemerintahannya berada di Westminster, London. Jadi, selain ada Queen of England, Elizabeth, disana juga ada King of Wales dan raja dan ratu dari negara bagian di Great Britain. Kemudian, karena bergabungnya Kerajaan Irlandia pada tahun 1801, Great Britain berubah nama menjadi United Kingdom of Great Britain and Ireland. Akan tetapi, pada tahun 1922 negara bagian Irlandia terpecah menjadi Republik Irlandia dan Irlandia Utara. Republik Irlandia memutuskan untuk keluar dari persatuan kerajaan, sementara Irlandia Utara masih tetap bergabung dengan UK, sehingga nama resminya diubah menjadi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland hingga sekarang.

Lalu, bagaimana dengan benderanya?

Seperti yang kita tahu, bendera resmi United Kingdom adalah Union Jack, atau yang sering kita bilang bendera silang-silang merah yang ada putihnya dengan warna dasar biru. Bendera itu sebenarnya corak gabungan dari bendera negara bagian England, Scotland dan Nortern Ireland yang ada di United Kingdom. Sementara di masing-masing negara bagian memiliki benderanya sendiri. Ya, bendera negara bagian UK yang kita tahu mungkin cuma England karena simpel, hanya tanda palang merah dengan warna dasar putih. Tapi, tunggu dulu. Kenapa bendera negara bagian Wales tidak dicantumkan di bendera resmi UK? Itu karena bendera tersebut diciptakan pada tahun 1606 dengan motif naga yang tidak bisa digabungkan. Kalau digabungkan, pasti bendera resmi UK nggak seindah yang kita lihat sekarang.

Sumber foto: gdblogs.shu.ac.uk


Sekarang kita tahu membedakan antara England (Inggris), Great Britain (Britania Raya) dan United Kingdom. Intinya, England adalah negara bagian dari United Kingdom dan Great Britain adalah gabungan antara Kerajaan England, Scotland dan Wales. Karena Irlandia Utara bergabung juga, Great Britain diubah menjadi United Kingdom. Hm, membicarakan negara ini bikin pengen jalan-jalan kesana, ya. Semoga terwujud dan terima kasih telah membaca.

Wednesday, February 22, 2017

Apa Penyebab Terjadinya Kabut Asap?

Hampir setiap tahun kita mendengar kabar tentang kabut asap. Apalagi di tahun 2015 kemarin, kabut asap terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Nggak hanya itu, negara tetangga kita pun seperti Singapura dan Malaysia kena dampaknya juga. Sebenarnya apa sih yang jadi penyebab terjadinya kabut asap itu?

Sejatinya, kabut asap terjadi karena kebakaran hutan. Seperti yang ditayangkan Kokbisa, di Sumatera, Kalimantan dan Papua banyak terdapat lahan gambut. Lahan gambut merupakan lahan basah yang mengandung zat karbon yang bersifat gampang terbakar. Kenapa lahan gambut mengandung zat karbon? Hal ini disebabkan karena lahan tersebut sudah berkali-kali ditanami tumbuhan, dan sisa-sisa tumbuhan yang membusuk di lahan tersebut menambah kandungan karbon dalam tanahnya.

Sumber gambar: all-free-download.com

Namanya juga lahan gambut, pasti basah. Tempat yang basah pasti susah terbakar. Tapi, kalau lahan gambut ini dikeringkan, sudah pasti gampang sekali terbakar karena sudah ada zat karbon di dalam tanahnya. Ya, tanah lain juga memiliki zat karbon. Hanya saja, zat karbon di dalam lahan gambut itu kadarnya sangat tinggi sehingga jika ada pohon kering yang dibakar sedikit saja, apinya akan merambat dengan luar biasa. Akhirnya lahan gambut bisa menjadi tungku api raksasa yang bisa menghasilkan kabut asap yang luar biasa.

Disamping itu, ada perusahaan-perusahaan nakal yang memanfaatkan lahan gambut untuk industrinya lebih suka membakar lahan mereka untuk menanami kembali lahan pertaniannya. Namanya juga perusahaan dan orang berbisnis, tentu saja mereka mencari cara yang lebih mudah dan murah dalam proses industrinya. Kalau mereka menebang lahan pertanian, mereka harus mengeluarkan biaya 5 hingga 7 juta per hektarnya. Tapi, kalau hanya dengan membayar orang untuk membakar lahannya, mereka paling hanya perlu mengeluarkan modal 500 ribu hingga satu juta saja. Dengan didukung oleh iklim ekuator yang musim kemaraunya lebih panjang, maka membakar hutan adalah hal yang sangat hemat, baik tenaga maupun finansial.

Sayangnya, mereka tidak memperhatikan akibat apa yang ditimbulkan karena membakar hutan. Tak hanya soal kabut asap yang membatasi jarak pandang saja, tapi juga mengganggu sistem pernapasan kita apalagi buat anak-anak. Tidak sedikit korban yang berjatuhan akibat bencana kabut asap di negara kita setiap tahunnya.

Masalah kabut asap sebenarnya sudah tidak tertangani sejak tahun 90-an. Pada tahun 1997 kabut asap Indonesia menyelimuti beberapa negara tetangga kita, Samudera Hindia dan juga beberapa bagian di negara Asia Timur walaupun tipis. Kabarnya saat itu adalah kabut asap paling parah yang pernah terjadi di Indonesia. Dan kabarnya juga, indeks pencemaran udara di beberapa daerah di Pulau Sumatera sudah mencapai angka yang berbahaya, yang artinya udara di daerah tersebut sudah sangat beracun untuk kita bernapas.


Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar hal seperti ini tidak terjadi? Hal seperti ini memang sulit untuk dielakkan dan ditanggulangi, tapi kita bisa berusaha dengan memberikan pengetahuan kepada orang lain tentang bahaya kabut asap ini. Bagi orang yang tinggalnya jauh dari lokasi kebakaran hutan, mungkin mereka tidak tahu dan menganggap hal ini sepele. Ada baiknya kita menyuarakannya agar sampai ke masyarakat juga pemerintah. Jika sampai ke telinga pemerintah, mungkin saja akan ada tindakan tegas untuk pihak yang membakar hutan itu. Walaupun hanya lahannya sendiri, tapi kita nggak mau juga kan kebagian asapnya? Sekian dan terima kasih.

Benarkah Orang Tertentu Punya Sifat Seperti Itu? (Stereotipe)

Orang Batak itu keras, orang Padang itu pelit, orang Jawa itu lamban. Penilaian seperti ini sepertinya sangat lumrah di dalam masyarakat kita. Ya, penilaian seperti ini disebut dengan stereotipe. Seperti yang dikutip dari Wikipedia, stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang yang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok mana orang tersebut dapat dikategorikan. Ya, seperti tadi. Bisa jadi diantara kita punya teman atau tetangga orang Padang atau sukunya Minang, kita langsung menilainya pelit karena yang kita dengar orang Padang itu suka irit.

Suku yang lain, misalnya orang Batak yang terkenal ngomongnya keras. Bukan suaranya yang keras, tapi nada bicaranya yang begitu tegas, apa adanya dan nggak banyak basa-basi kalau ngomong alias to the point. Kalaupun omongannya bikin kita nangis dan hati teriris, tapi itulah omongan jujur mereka. Oleh karena itu mereka dianggap sebagai orang yang keras, apalagi rata-rata suksesnya mereka pada jadi pengacara. Oh ya, memang kebanyakan orang Batak sanggup teriak-teriak kencang dengan suara keras. Makanya suara mereka laku banget di paduan suara gereja maupun di panggung hiburan.

Sumber gambar: pinterest.com

Menurut tayangan di Kokbisa, orang Jawa terkenal bicaranya lemah lembut dan muter-muter. Hal ini karena kebanyakan orang Jawa dulunya adalah kaum penguasa dan kerajaan, jadinya mereka tahu mengambil hati rakyat dengan ucapan yang lemah lembut. Tapi bukan berarti kita bisa macem-macem sama orang Jawa, walaupun lembut mereka nggak bisa ditindas, ya.

Suku lain yang asalnya dari negeri Tionghoa, yang sekarang sudah ada dimana-mana, di negara manapun hingga adanya kota pecinaan di setiap negara pun mempunyai stereotipe sendiri di negeri kita Indonesia. Kalau kita ketemu dengan orang Tionghoa, yang terlintas dalam pikiran kita pasti ini orang pedagang, kalau enggak ya pengusaha. Kalau dibilang tetangga kita yang Tionghoa kalau dia kerjanya di kantor pemerintahan atau di tempat lain, pasti nggak percaya. Padahal si tetangga kerjanya beneran jadi dosen di universitas.

Diantara 1370 suku bangsa di Indonesia, pasti ada saja stereotipe yang melekat di masing-masing suku bangsa terhadap suku bangsa lainnya. Tapi beneran, ya. Nggak adil rasanya cuma menilai seseorang hanya berdasarkan suku bangsanya. Seperti tadi, misalnya kita punya tetangga orang Padang, tapi nggak berarti juga dia pelit. Mungkin kita nggak tau ternyata dia itu manusia paling dermawan yang ada di lingkungan kita.


Intinya, belum tentu teman atau tetangga yang kita kenal dengan latar belakang suku tertentu itu mempunyai sifat sesuai dengan stereotipenya. Bisa jadi, malah sebaliknya. Atau bisa jadi kita menemukan orang pelit di suku-suku lainnya. Artinya, stereotipe itu nggak 100% benar seperti yang dikabarkan. Kalau kita selalu menganggap suku ini begini orangnya atau suku itu begitu orangnya, yang ada bikin tersinggung orang lain saja dan memecah persahabatan. Lebih baik kita bersahabat dan saling mengerti satu sama lain karena Indonesia ini raya. Sekian dan terima kasih.

Sunday, February 19, 2017

Kenapa Kita Suka Drama? (Baik Nonton Maupun Ngedrama)

Pasti banyak dari kita yang suka banget nonton drama. Mulai dari sinetron kejar tayang, telenovela asing, drama Korea dan India, serial TV Amerika, sampai drama di internet. Sebenarnya apa sih drama itu dan kenapa orang suka dengan drama (bahkan suka ngedrama)?

Drama menurut Urban Dictionary adalah suatu kejadian yang biasa-biasa saja, namun dibesar-besarkan seolah itu adalah masalah yang besar. Ya, seperti yang kita lihat di kebanyakan drama, suatu masalah yang ditimbulkan satu tokoh menjadi besar hingga keluarga besarnya terlibat bahkan warga satu kampungnya pun terlibat. Jadi, kalau hanya masalah yang diperbesar, kenapa kita bisa suka drama?

Seperti yang ditayangkan di channel Kokbisa, kita suka drama karena drama dapat membuat kita merasa puas. Hidup yang sebagian besar kita jalani sebagai manusia yang biasa-biasa aja, ya biasa banget dan gitu-gitu saja. Oleh karena itu, kita memerlukan sesuatu yang berbeda agar hari kita terasa lebih memuaskan saat kita jalani dan salah satunya dengan menonton drama, dan juga mendrama. Agar bisa merasakan kesenangan, ketakutan, ketegangan, dan keseruan lainnya, kita menyetel TV kita dengan drama India. Sayangnya, efeknya hanya ilusi saja, cepat hilang dan hanya sekedar membuat kita senang saja setelah menontonnya.

credit photo: shutterstock.com

Dengan menonton drama, kita bisa menyalurkan emosi kita apakah emosi perasaan senang yang positif atau rasa sedih yang negatif. Emosi-emosi ini memicu otak kita mengeluarkan endorfin dan dopamin. Efek dari zat kimia dalam otak kita itu dapat mengurangi rasa sakit, menghilangkan stres, dan meningkatkan rasa senang. Oleh karena itu, banyak dari kita yang makin suka nonton drama bahkan mendrama.


Drama akan selalu ada di sekitar kita, entah orang lain pelakunya atau malah kita sendiri tanpa kita sadari. Ya, kalau ada isu panas di internet, terkadang tangan kita gatal mengomentarinya dan memberikan opini kita sendiri terhadap isu tersebut. Tapi, hati-hati juga kalau ikut nimbrung membicarakan sebuah isu, mana tahu cuma kabar bohongan alias hoax. Jadi, kedepannya kita bisa memilah dan memilih di drama mana kita ingin nimbrung. Sekian dan terima kasih.

Seberapa Besar Pengaruh Teknologi Pada Kita?

Seperti yang ditayangkan di channel Kokbisa, ternyata teknologi sudah sangat mengubah hidup kita. Di zaman yang serba online ini kita tidak perlu repot lagi beli baju dan nawar harga di butik. Tinggal ambil handphone di meja, pasang aplikasi pencarian butik online, pilih baju, bayar dan tinggal tunggu diantar ke rumah oleh kurirnya. Bapak kita tidak perlu repot lagi berlangganan koran karena sudah banyak koran online yang tinggal diakses lewat handphone. Lebih sederhananya lagi, kita tidak perlu repot-repot mengirim pesan lewat merpati pos karena sekarang hanya perlu ketik pesan dan kirim ke nomor tujuan yang ingin dikirimkan pesan saja.

credit photo: freepik.com

Pada dasarnya, teknologi terus berkembang. Ia berkembang karena ditemukannya masalah dan ditemukannya solusi atas masalah tersebut. Misalnya, dulu pelanggar lalu lintas banyak sekali. Namun tidak semuanya terdeteksi mata para petugas patroli. Kemudian muncullah solusi dengan memasang kamera CCTV di titik-titik strategis persimpangan jalan yang berlampu merah, sehingga siapapun pelanggarnya dapat diidentifikasi bahkan ditindaklanjuti agar kedepannya ia tidak melanggar lagi.

Teknologi sebenarnya membuat hidup kita menjadi lebih baik. Namun, ada juga yang menganggap hidup kita menjadi lebih manja karena perkembangan teknologi yang tidak bisa dibendung. Misalnya saja, ketika kita ingin pergi menggunakan jasa ojek kita tidak perlu repot-repot lagi berjalan panas-panasan ke depan lorong mencari abang tukang ojek. Hanya perlu menggunakan aplikasi ojek online saja. Dan masih banyak online-online yang lain.


Intinya, teknologi sudah sangat berpengaruh pada kehidupan kita, dan kitapun bisa berkontribusi menggunakan teknologi untuk menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi. Kalau kita lagi galau dan ingin menghilangkan galau, kita bisa mencari tipsnya di mesin pencarian tempat biasa kita copy-paste tugas. Buat kamu yang sudah membaca ini, semoga kamu nantinya bisa menjadi seseorang yang menemukan teknologi terbaru untuk memberikan solusi yang kita, manusia hadapi bersama. Dan juga, terima kasih.

Apa Itu Uni Eropa (Dan Brexit)?

Uni Eropa adalah sebuah persatuan negara-negara di Eropa, dan beberapa bulan yang lalu kita mendengar bahwa United Kingdom keluar dari Uni Eropa atau lebih dikenal dengan sebutan Brexit. Menurut tayangan di Kokbisa, Uni Eropa awalnya dibentuk oleh 6 negara untuk menghilangkan pertikaian paska World War 2 pada tahun 1957. Lalu, pada tahun 1973, United Kingdom bergabung dengan Uni Eropa, hingga negara-negara Eropa lainnya ikut bergabung dan berkembang hingga sekarang.

Persatuan ini memiliki fungsi utama membuat perekonomian negara anggota Uni Eropa menjadi berkembang dengan sistem common market-nya. Selain itu, Uni Eropa juga memberlakukan sistem common visa yang memungkinkan warga negara antara anggota Uni Eropa bisa pindah atau tinggal di negara anggota lainnya. Bahkan untuk warga negara bukan dari anggota Uni Eropa bisa mengunjungi negara-negara Uni Eropa tanpa perlu mengurus visa untuk tujuan negara Uni Eropa yang berbeda seperti Austria, Perancis dan Belanda. Pengunjungnya hanya perlu mengurus visa Uni Eropa saja.
Meskipun demikian uniknya sistem yang berlaku di Uni Eropa, tetap saja ada pihak yang tidak setuju dengan keputusan United Kingdom untuk bergabung dengan Uni Eropa. Hingga akhirnya, United Kingdom memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Apa alasannya?

credit photo: freepik.com

Pertama, peraturan-peraturan dan sistem yang berlaku di Uni Eropa terasa memberatkan United Kingdom. Lalu, biaya keanggotaan yang harus dibayar setiap tahunnya jumlahnya besar, sementara itu timbal baliknya tidak setara atau lebih dari biaya keanggotaan sehingga terkesan lebih besar pasak daripada tiang. Selain itu, United Kingdom juga kewalahan dengan warga negara anggota Uni Eropa yang pindah dan menetap disana tiap tahunnya. Oleh karena itu, United Kingdom memutuskan untuk menyudahi keanggotaannya di Uni Eropa dan menerapkan peraturan negaranya sendiri.

Lalu, apa dampak yang terjadi akibat Brexit ini? Banyak spekulasi yang menyatakan bahwa Uni Eropa akan pecah, namun yang nyata terjadi di lapangan adalah harga mata uang United Kingdom, ponsterling, sempat menurun tajam. Tentu saja ini membuat perekonomian United Kingdom berguncang karena stabilitas politik negaranya yang belum stabil.

Memang permasalahan Brexit sudah lama berlalu dan negara itu masih terus menemukan solusinya. Semoga ini menambah pengetahuan dan informasi kita. Sekian dulu dan terima kasih.