Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts

Sunday, November 11, 2018

Apa bedanya “Have Been To” dan “Have Gone To”?



Hm, sudah lama banget ya Miss Rizu nggak mencatat learning log disini. Setahun. Selama setahun, banyak yang Miss Rizu pelajari, baik di bidang perbahasaan (?) maupun di bidang ilmu lainnya. Kali ini, untuk menyegarkan kembali blog yang telah lama tidak update, Miss mau catat tentang “Have Been To” dan “Have Gone To”. Yak, tentang tenses, khususnya Present Perfect Tense.

Perfect.

Pasti banyak yang mengira maksud perfect ini adalah sempurna. Memang benar, tapi perfect lebih merujuk kepada kegiatan yang telah selesai dilakukan. Mau hasil kegiatannya itu hancur atau sempurna, istilah dalam English Grammar itu tetap “perfect”. You have completed that thing.

Jadi, Present Perfect Tense itu menggambarkan kegiatan yang sudah atau pernah terjadi, atau barusan selesai dilakukan. Jadi, kalau dalam terjemahannya ke Bahasa Indonesia, kata kuncinya itu “sudah”, “pernah”, “baru saja”, dan untuk bentuk kalimat negatifnya “belum”.

Sebenarnya Present Perfect Tense sering membuat bingung siswa Miss dan Miss sendiri kalau enggak jeli dengan keyword atau kata kunci keterangannya. Okelah, dengan keterangan, mampulah kita membedakannya. Namun jika tidak ada keterangannya? Hanya pattern S-V-O? Ya, kita perlu membedah makna kalimatnya, atau konteks yang tersedia jika sebelum kalimat itu ada pertanyaan atau berbentuk percakapan. Oke, untuk bahasan soal Perfect Tenses lebih lanjut, akan dibahas di postingan lain.

Kembali ke judul utama,

Jadi, saat membahas tentang Present Perfect Tense, Miss dihadapkan sebuah persoalan yang luput dari perhatian padahal penting, yaitu tentang “Have Been To” dan “Have Gone To”. Saat pertama melihat contoh kalimat yang menggunakan kedua macam Predikat itu, kayaknya artinya sama. Tetapi, wait, setelah dipahami dari percakapan yang tertera, ternyata ada perbedaan makna.

Bedanya “Have Been To” dan “Have Gone To”

Bisa dibilang, “Have Gone To” itu dari:
I go to Jakarta
I went to Jakarta
I am going to Jakarta
I was going to Jakarta
I will go to Jakarta
I have gone to Jakarta

Tapi kalau “Have Been To”?
I am to Jakarta
I was to Jakarta
I am being to Jakarta
I have been to Jakarta...?

Terdengar janggal.

Hm, dengan keterbatasan pengetahuan Miss, kayaknya I can’t figure out darimana “Have Been To” itu. Jadi bisa disimpulkan “Have Been To” nggak serelevan itu, nggak bisa “diterjemahkan” ke tenses lain semudah “Have Gone To”. Kalau ada yang mau bantu menjelaskan secara linguistik, mari, diterima penjelasannya di komentar.

Dengan contoh kalimat yang diberikan:
A = Are you going to the canteen?
B = No, I have been to the canteen. I got 2 fries and coffee milk for us. Here.
A = Oh, thank you.
B = No problem. I understand you had a hard time to finish that task and you might get nothing when you got there at this time.
A = Ahaha, how nice you are, man.
B = Anyway, where’s Kayla? I want to return her book.
A = I am not sure. I think she has gone to the library. That nerdy girl. You like her?
B = What are you talking about? She’s my cousin.
A = Who knows.

Dari makna percakapan diatas, mungkin kita bisa tarik kesimpulan kalau “ Have Been To” dan “Have Gone To” sama-sama membicarakan tentang kunjungan seseorang ke suatu tempat, tetapi dengan perbedaan:

1. Have Been To

Have Been To digunakan untuk membicarakan kunjungan seseorang ke suatu tempat, yang sudah selesai kunjungannya, dan orangnya SUDAH KEMBALI. Have Been To bisa juga untuk ngomongin tempat yang pernah dikunjungi selama hidup, tapi orangnya SUDAH ENGGAK TINGGAL DISANA LAGI alias sudah pindah.

2. Have Gone To

Have Gone To digunakan untuk membicarakan kunjungan seseorang ke suatu tempat, dan dia BELUM PULANG. Which means, kunjungannya BELUM SELESAI DAN DIA BELUM PULANG.

Jadi, kalau dibedah makna contoh kalimat diatas tadi:

1. I have been to the canteen
Artinya, “Saya barusan ke kantin”, lebih dalam lagi maknanya “Saya barusan dari kantin, dan sekarang aku SUDAH KEMBALI ke kelas.”

2. She has gone to the library
Artinya, “Dia sudah pergi ke perpustakaan”, atau lebih dalam lagi, “Dia sudah cus ke perpus dan BELUM KEMBALI ke kelas hingga saat percakapan ini berlangsung.”


Oke, jadi kita ambil contoh kalimat lebih simpel yang identik.
1. I have been to Jakarta.
2. I have gone to Jakarta.

Makna kalimat yang nomor (1) itu, artinya “Saya pernah tinggal di Jakarta”, yang artinya lagi, “Saya pernah disana, tapi SEKARANG ENGGAK LAGI. Saya SUDAH TINGGAL disini sekarang.”

“Ya, disini. Di hatimu.”

Oke, kembali ke topik utama.

Makna kalimat nomor (2) itu, artinya “Saya sudah ke Jakarta”, yang artinya lagi, “Saya sudah cus ke Jakarta, dan SEKARANG LAGI ENGGAK DISINI, dan aku BELUM PULANG.”

“Jadi, tunggu aku sampai pulang, ya.”


Bagaimana, sudah dapat perbedaannya?

Thursday, August 17, 2017

Apa Itu “To Be”?

Buat yang familiar dengan Bahasa Inggris pasti sudah tahu apa itu “to be”. Ya, kalau ditanya apa itu “to be” pasti jawabannya nggak lain nggak bukan adalah is, am, dan are. Namun, apakah to be hanya itu saja? Apa sebenarnya “to be” itu?



To be adalah auxilary verb atau kata kerja bantu yang biasanya digunakan pada kalimat dalam bentuk nomina. Sebutan “to be” sebenarnya berasal dari bentuk dasar dari kata kerja bentuk to infinitivebe”. Kalau kita melihat kamus dan menemukan ada sebentuk tabel yang menunjukkan perubahan-perubahan kata kerja dalam Bahasa Inggris, kita akan melihat sederetan kata kerja dengan bentuk to infinitive seperti to finish, to buy, to eat, dan lain-lain. Salah satunya, mungkin di deretan paling atas letaknya sesuai urutan abjad, adalah to be sebagai to infinitive form, be sebagai simple form atau yang kita kenal dengan verb pertama, was dan were sebagai simple past form atau yang kita kenal dengan istilah verb kedua, dan been sebagai past participle atau kita kenal dengan istilah verb ketiga.




Auxilary verb to be digunakan pada kalimat-kalimat nomina, yaitu kalimat yang tidak mengandung kata kerja seperti memasak, mencuci, menjahit, berjalan, berlari, menangis dan lain-lain. To be digunakan bila objek di dalam kalimatnya adalah kata benda atau kata sifat. Selain itu, to be sering diartikan sebagai “adalah” dalam Bahasa Indonesia, dalam pengertian penunjuk identitas kata benda yang akan dijelaskan setelah to be.

To be dalam Bahasa Inggris terbagi atas dua jenis waktu. Dalam bentuk Present Tense, kita mengenal is, am, dan are sebagai to be. Dalam bentuk Past Tense, kita mengenal was dan were sebagai to be. Penggunaan to be dalam kalimat juga tergantung dengan subjek dalam kata ganti orang atau pronoun.

Contoh penggunaan
to be dalam bentuk kalimat nomina yang simpel adalah:

I am a student
Saya adalah seorang siswa

You are a teacher
Anda adalah seorang guru

They are
good friends
Mereka adalah teman yang baik

We are English students
Kita adalah siswa Bahasa Inggris

He is a professor
Dia adalah seorang guru besar

She is beautiful
Dia cantik

It is a cat
Itu adalah seekor kucing

Jika memperhatikan contoh diatas, a student, a teacher, good friends, English students, a professor dan a cat semuanya adalah kata benda yang menunjukkan identitas. Sedangkan  beautiful merupakan kata sifat. Selain itu contoh diatas juga merupakan contoh kalimat dalam simple present tense. Kita dapat melihat bila to be yang ada diantara subjek dan objek berupa kata benda dan kata sifat tersebut merupakan kata kerja bantu yang dapat melengkapi kalimat.

Lalu bagaimana dengan yang dalam bentuk past tense? Perhatikan contoh ini.

I was a kid
Saya adalah anak-anak
Maknanya: Sekarang sudah dewasa

You were young
Anda muda
Maknanya: Sekarang sudah tidak muda lagi

They were bad guys
Mereka adalah orang jahat
Maknanya: Sekarang bukan orang jahat lagi

We were stupid
Kita bodoh
Maknanya: Sekarang nggak bodoh lagi, udah banyak belajar

He was sick
Dia sakit
Maknanya: Sekarang dia sudah sembuh

She was here
Dia disini
Maknanya: Sekarang dia sudah pergi

It was fun
Itu menyenangkan
Maknanya: Kemarin menyenangkannya, sekarang sudah biasa saja

Jika kita perhatikan, a kid dan bad guys adalah kata benda. Kemudian, young, stupid, sick, dan nice adalah kata sifat. Yang terakhir, here adalah sebuah kata tunjuk yang berarti “disini”. Karena was dan were merupakan auxilary verbs untuk Past Tenses atau tenses masa lampau, maka makna kalimat yang dijelaskan dengan fakta yang sekarang adalah kebalikannya.

Fungsi to be bisa dikatakan mirip dengan fungsi verb atau kata kerja dalam kalimat. Sebuah kalimat utuh membutuhkan predikat. Dengan pola yang mirip dengan Bahasa Indonesia, subjek – predikat – objek, to be menjadi predikat dalam kalimat ketika kalimat itu tidak mengandung kata kerja atau verb. Oleh karena itu, to be menjadi auxilary verb atau kata kerja bantu dalam kalimat nomina berbahasa Inggris.



Bagaimana? Kira-kira sudah bisa membuat kalimat simpel dalam Bahasa Inggris menggunakan to be?

Yang Benar Itu AM, a.m., PM, Atau p.m.?

Apaan AM dan PM itu? Mungkin dalam penulisan waktu dalam Bahasa Indonesia kita tidak menemukannya. Akan tetapi, dalam penulisan waktu dalam Bahasa Inggris, kita akan menemukan penulisan waktu seperti ini. Bagi yang familiar dengan penggunaan jam di ponsel, mungkin sebagian dari kita ada yang mengeset waktu di ponselnya dengan format 12 jam, tetapi tidak terlalu memperhatikan AM dan PM yang terletak dibelakang bilangan angka yang menunjukkan jamnya.

Jadi, apakah AM dan PM itu?



AM adalah singkatan dari Ante Meridiem, yaitu format  penunjuk waktu 12 jam, dari jam 00.00 malam sampai jam 11.59 siang. Ante meridiem sendiri artinya adalah before noon alias sebelum tengah hari. Tengah hari dalam format waktu 12 jam adalah jam 12 siang teng.

Sementara itu, PM adalah singkatan dari Post Meridiem, yaitu format penunjuk waktu 12 jam, dari jam 12.00 siang sampai jam 23.59 malam. Post meridiem artinya after noon atau setelah tengah hari.

Dalam penulisan yang sesuai dengan kaidah gramatikal Bahasa Inggris, penulisan AM dan PM menggunakan huruf kecil a, p, dan m yang dipisah dan diakhiri dengan tanda titik (.). Kemudian, angka yang digunakan sebagai penunjuk jam juga hanya dari 1 sampai 12. Bila jam masih menunjukkan angka satuan seperti angka 1 sampai 9, maka penulisan angkanya langsung ditulis saja tanpa dipasangkan dengan angka nol (0) di depannya. Yang terakhir, untuk memisahkan penunjuk angka jam dan angka menit, gunakan tanda titik dua (:).

Contohnya:
Pukul 5 pagi = 5:00 a.m.
Pukul 2 dini hari =
 2:00 a.m
Pukul 3 lewat 15 menit dini hari = 3:15 a.m.
Pukul 9 lewat 30 menit pagi = 9:30 a.m.
Pukul 11 lewat 59 menit siang = 11:59 a.m.
Pukul 12 tengah malam = 12.00 a.m.
Pukul setengah 1 malam = 12:30 a.m.
Pukul 5 sore = 5:00 p.m.
Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 p.m.
Pukul 6 lewat 15 menit petang hari = 6:15 p.m.
Pukul 8 lewat 30 menit malam = 8:30 p.m.
Pukul 11 lewat 59 menit malam =11:59 p.m.
Pukul 12 siang = 12:00 p.m.
Pukul setengah 1 siang = 12:30 p.m.

Dari contoh-contoh penulisan jam diatas, kita bisa lihat kalau penulisan jam tidak ada yang menggunakan angka 13, 14, 15, dan seterusnya untuk penunjuk jam 1, 2, 3 dan seterusnya. Dari contoh diatas juga kita bisa lihat tidak ada penulisan jam 00:00 dalam penulisan format 12 jam, melainkan ditulis dengan 12:00 a.m.. Selain itu, jam 11:59 p.m. adalah jam 11 lewat 59 menit di malam hari, alias satu menit sebelum tengah malam. Sementara itu, penulisan jam 12:00 p.m. artinya jam 12 siang. Begitu juga sebaliknya, jam 11:59 a.m. adalah jam 11 lewat 59 menit di siang hari, alias satu menit sebelum jam 12 siang bolong. Penulisan jam 12 malam teng adalah 12:00 a.m.

AM, a.m., PM, atau p.m.?

Jika kita melihat perkembangan cara penulisan format waktu 12 jam, kita juga sering melihat format 12 jam yang diketik dalam huruf kapital. Sebenarnya, yang benar adalah menggunakan huruf kapital yang ukurannya diperkecil. Contohnya:

Pukul 12 tengah malam = 12.00 AM
Pukul setengah 1 malam = 12:30 AM
Pukul 5 sore = 5:00 PM
Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 PM

Pukul 3 lewat 45 menit siang hari = 3:45 PM
Yang benar PM dengan ukuran diperkecil (small caps) atau p.m.



Bagaimana? Sudah tahu penulisan dan perbedaannya? Coba tulis jam berapa ini di dalam buku tulismu.

Monday, July 10, 2017

Kenapa Bahasa Jepang Menggunakan Tulisan Kanji?

Tertarik dengan bahasa Jepang?

Buat yang tertarik dengan bahasa Jepang, pasti mengenali kalau bahasa yang satu ini cukup unik dalam segi tulisannya. Jika kita melihat teks lirik dari sebuah lagu Jepang, kita akan menjumpai karakter yang bikin kita bingung bagaimana cara membacanya. Bagi yang sudah belajar sedikit dasarnya, kita akan mengenali di dalam sebuah teks bahasa Jepang ada tiga jenis tulisan yang digunakan yaitu hiragana, katakana dan kanji.

Hiragana dan katakana cukup mudah dikenali, namun lumayan sulit untuk dihafal dalam sehari. Kedua jenis tulisan ini mewakili satu bunyi pada masing-masing karakternya. Bedanya hiragana an katakana adalah hiragana digunakan untuk menulis kata-kata yang asli dari bahasa Jepang, dan katakana umumnya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari serapan bahasa asing, nama orang asing, dan judul-judul buku, film, anime, lagu, dan lain-lain. Selain itu, coretannya lebih simpel daripada jenis tulisan ketiga dalam bahasa Jepang, yaitu kanji.

Tulisan kanji sejatinya adalah simbol yang mempunyai satu makna tetapi cara membacanya bisa berbeda-beda tergantung konteks dalam kalimatnya. Bahkan orang Jepang sendiri belum tentu tahu satu simbol kanji bisa dibaca apa saja saking banyaknya. Kanji juga memiliki tulisan yang lebih kompleks daripada hiragana dan katakana, yang bahkan orang Jepang belum tentu bisa menuliskannya dengan tulisan tangan. Jumlah tulisan kanji yang digunakan dalam bahasa Jepang ada 2.136 karakter.

Nah, lalu, kenapa dalam bahasa Jepang sampai menggunakan tiga jenis tulisan seperti itu?

Menurut Yuta, ada beberapa sebab mengapa bahasa di negaranya menggunakan tiga tulisan. Salah satu sebabnya adalah readibility atau dapat dibaca. Jika sebuah kalimat bahasa Jepang hanya dituliskan dalam tulisan hiragana, mereka akan sangat mudah membacanya, akan tetapi membingungkan, sulit dimengerti apa maksud dari kalimat tersebut.

1.) Teks bahasa Jepang yang ditulis hanya dalam hiragana.
----


2.) Teks bahasa Jepang yang ditulis dengan menggunakan hiragana, katakana dan kanji.
-----
3.) Diberi warna agar bisa dibedakan. 
Sumber: That Japanese Man Yuta

Berbeda dengan sistem tata cara penulisan dalam bahasa Indonesia dan banyak bahasa lainnya yang menggunakan alfabet, bahasa Jepang tidak menggunakan spasi untuk memisahkan kata per kata. Jadi, penggunaan tiga tulisan dalam bahasa Jepang itu dapat membedakan antara satu kata dan kata lainnya sehingga akan lebih mudah dibaca dan dimengerti.

Sebab kedua yang diutarakan Yuta adalah untuk menghindari kesalahan makna dari kata yang memiliki cara pengucapan yang sama.

Kata-kata dalam bahasa Jepang banyak yang homofon dan homograf. Kalau dalam bahasa Indonesia, kata “bisa” mempunyai dua makna, bisa dalam arti dapat atau mampu dan bisa dalam arti racun ular, dalam bahasa Jepang kita akan banyak menjumpai kata dengan bunyi dan tulisan yang sama dalam hiragana, tetapi memiliki lima atau lebih arti yang berbeda! Wow.

1.) Kosakata dalam bahasa Jepang yang homofon dan homograf jika ditulis dalam hiragana.
----- 
2.) Kosakata homofon/homograf yang ditulis dengan tulisan kanji. 
------
 3.) Kosakata serapan bahasa asing yang homofon.
Sumber: That Japanese Man Yuta


Ya, sebenarnya kosakata dalam bahasa Jepang tidaklah sekaya kosakata bahasa Inggris atau bahasa Indonesia karena sebab-sebab linguistik yang tidak bisa dijelaskan disini.

Kembali ke soal homofon dan homograf, oleh karena itu tulisan kanji dapat membedakan kata yang memiliki bunyi atau cara baca yang sama. Karena kanji adalah simbol yang mempunyai makna tersendiri berdasarkan sejarahnya, maka kanji dapat membedakan makna satu kata walaupun cara bacanya sama.

Lalu, kenapa kata-kata dalam bahasa Jepang banyak yang homofon?

Menilai dari writing system yang digunakan dalam bahasa Jepang, pastinya kita dapat menduga kalau ini disebabkan karena banyak kata-kata yang mereka serap dari bahasa Mandarin/Cina. Tidak hanya itu, kata dalam bahasa Inggris yang diserap ke bahasa Jepang juga ada yang homofon dan homograf dalam bentuk tulisan katakana. Misalnya “light” dan “right”.

Jadi, kenapa dalam bahasa Jepang banyak sekali tulisan kanjinya? Apa nggak bisa dikurangi? Kan kita mau belajar bahasa Jepang, tapi kalau tulisannya banyak dan susah banget diingat gitu sampai kapan baru bisa menghafalnya?

Kata Yuta, sebenarnya tulisan kanji dalam bahasa Jepang sudah dikurangi dari masa ke masa. Bahkan tulisan kanji Jepang zaman sekarang sudah lebih sederhana ketimbang kanji Jepang berabad-abad yang lalu. Selain itu, seorang ahli bahasa bernama John C Pelzel mencoba membuat romaji atau latinisasi bahasa Jepang, namun hasilnya tidak seakurat sebagaimana cara pelafalan semestinya dalam writing system bahasa Jepang.

Selain itu, Yuta juga mengungkapkan sebab lain mengapa tulisan kanji tidak bisa dihapuskan dalam bahasa Jepang. Yang pertama adalah masalah integritas sejarah yang berkaitan dengan Jepang itu sendiri. Menurutnya, jika tulisan kanji benar-benar dihapus, orang Jepang kekinian tidak akan bisa membaca dokumen sejarah dan buku-buku jadul mereka. Hal ini otomatis akan memutuskan hubungan antara sejarah negeri mereka dan orang modern yang kekinian hanya karena tulisan kanji dihapuskan dan tidak dipelajari lagi.

Sebab keduanya adalah fungsi semantik dalam ungkapan-ungkapan bahasa Jepang yang sering dijumpai dalam tulisan. Kita ambil contoh kata-kata dalam bahasa Indonesia seperti metafisika atau metagenomika. Bagi kita yang baru saja menemukan kedua kata itu, kita mungkin bisa mengira-ngira apa maknanya dengan mengartikan meta dan fisika, misalnya. Begitu juga hal yang berlaku dalam bahasa Jepang. Tulisan kanji dapat membantu mereka menduga makna kata atau ungkapan yang baru saja ditemukan dalam sebuah teks.

Dengan tulisan kanji, pembaca dapat mengira-ngira makna dari kata/ungkapan tersebut.
Sumber: That Japanese Man Yuta

Selanjutnya adalah ekspresi dalam menulis. Jika kita menemukan sebuah tulisan berbahasa Jepang yang full ditulis dalam tulisan hiragana, kita bisa menduga tulisan tersebut seperti ditulis oleh seorang anak kecil yang belum hafal katakana dan kanji. Tapi, kalau kita menemukan teks yang ditulis full dalam tulisan katakana justru kelihatannya seperti diketik oleh robot.

Hm, kedengarannya rumit sekali untuk benar-benar menghapus penggunaan tulisan kanji dalam bahasa Jepang, ya?

Selanjutnya Yuta mengungkapkan sebab terakhir yang mengapa bahasa Jepang menggunakan tulisan kanji dan tidak bisa semudah itu ditiadakan adalah keterikatan antara orang Jepang itu sendiri dengan identitasnya sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang indah dan unik. Tulisan kanji merupakan unsur dari salah satu kebudayaan mereka, bahasa mereka. Jadi, jika sudah ada keterikatan antara masyarakat dan budayanya, pastilah ini jadi identitas mereka dan tidak bisa dihapuskan begitu saja dengan mudah.

Wuah, ternyata kalau sudah terikat, sudah cinta, akan susah dilepas walaupun tulisan kanji itu sulit dipelajari, bahkan bagi masyarakat Jepang sendiri.


Bagaimana dengan kita dengan budaya Indonesia kita? Adakah kita secinta masyarakat Jepang dengan kebudayaan mereka?

Tuesday, June 06, 2017

Kosakata Bahasa Inggris Yang Berkaitan Dengan Bulan Puasa

Bulan Ramadan tiba lagi! Bagi umat muslim, bulan ini memang ditunggu-tunggu sekali karena bulan ini begitu spesial. Karena pintu pengampunan dibuka dan kalau kita beribadah dan melakukan hal-hal yang baik, maka pahala kita akan digandakan berkali-kali lipat dari bulan-bulan biasanya. Bahkan, saking spesialnya bulan Ramadan ini, beberapa daerah memberlakukan pemendekan jam kerja di beberapa kantor pemerintahan dan libur bagi anak-anak sekolah agar bisa belajar dan menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Yah, namanya juga anak-anak. Walaupun diajarkan puasa, tetap banyak main-mainnya juga.

Walaupun begitu, bukan berarti karena libur kita berhenti belajar. Justru, karena adanya libur ini, kesempatan kita untuk belajar lebih terbuka di bidang-bidang tertentu, misalnya keagamaan dan bidang lain yang lebih diminati. Kali ini, kita akan membahas tentang beberapa kosakata dalam Bahasa Inggris yang berkaitan dengan bulan puasa.

ilustrasi: www.niashank.com

1. Buka puasa
Bagaimana caranya kita bilang “buka puasa” dalam Bahasa Inggris? Mungkin kita pernah dengar atau baca tweet bule muslim menggunakan kata “iftar”. Yah, “iftar” sih dari bahasa Arab, lalu kita dengar teman kita yang sama-sama belajar Bahasa Inggris bilangnya “happy iftar”. Kemudian kita juga ada dengar dengan istilah “breakfast” atau “breakfasting” dari “break” membuka dan “fast” atau “fasting” puasa. Istilah ini hampir benar, tetapi artinya juga masih salah. Bahkan, English native speaker akan bingung kalau kita bilang “breakfasting” sebagai buka puasa, malah mereka akan menangkapnya sebagai “sedang makan sarapan” karena makna “breakfast” adalah sarapan. Jadi, istilah buka puasa dalam Bahasa Inggris sederhananya adalah “break the fast” atau kita bisa menambahkan possessive pronoun di tengahnya dengan “break my fast” atau “break our fast”. Penggunaaannya menjadi benar karena ada verb “break” dan noun “fast” puasa.

Sementara itu, “breakfast” adalah noun.  Jarang sekali dijumpai noun ini digunakan sebagai verb. So, there is no “breakfasting”. Bahkan “breakfasting” bukanlah gerund. Jadi kalau mau pakai –ing, maka yang benar adalah “breaking the fast”.

2. Waktu-waktu salat
Salat itu ada lima waktunya, subuh, zuhur, ashar, magrib dan isya’. Nah, kalau mau bilang salat subuh itu “fajr prayer” atau “dawn prayer”. Sedangkan zuhur “dzuhr prayer” atau “noon prayer”. Kalau ashar, “ashr prayer”. Magrib juga “magrib prayer” atau “dusk prayer”. Isya’ ya “isya’prayer” atau ada juga yang bilang “evening prayer”. Intinya, prayer itu artinya salat. Kalau do’a biasanya disebut dua atau du’a.

3. Sahur
Kita orang Indonesia menyebutnya sebagai sahur. Namun, beberapa bule muslim menyebutnya sebagai “suhoor” yang diambil dari bahasa Arab. Istilah Bahasa Inggrisnya “pre-dawn meal”. Jadi kalau kita mau bilang “ini adalah waktu sahur”, kalimatnya yang benar adalah “this is pre-dawn meal time.”

4. Ngabuburit
Kosakata yang satu ini adalah kosakata gaul Bahasa Indonesia, yang artinya melakukan sesuatu sambil menunggu berbuka puasa. Kata Mr. Danish, istilah Bahasa Inggrisnya adalah “killing time before magrib” atau “passing time before magrib”.

5. Bau mulut
Ada kata bau dan mulut, lalu “mouth smell”? Bukan ya. Bau mulut itu bahasa Inggrisnya “breath smells”. Jadi kalau mau bilang “mulut saya bau karena sedang berpuasa” yang benar adalah “my breath smells due to fasting.” Jadi kalau ada yang tanya kenapa kita nggak banyak bicara tapi tetap banyak nulis, kita bisa jawab dengan, “it is because I have a bad dragon breathe that you can die if you smells it.” Hayo, artinya apa?

6. Mengganti puasa atau Qada puasa
Ada saatnya kita nggak bisa puasa. Seringnya ini terjadi pada para cewek-cewek. Menurut Mr. Danish, istilah yang tepat buat mengatakan qada puasa adalah “make up the fast”. Jadi kalau mau bilang kita akan mengganti puasa kita di hari yang lain adalah “I will make up the fast later”.

7. Mohon maaf lahir dan batin
Normalnya para muslim bule akan bilang begini, “forgive me for any mistakes I have made against you”. Kita bisa improvisasi lebih baik dengan menambahkan kata lain seperti “disengaja atau tidak disengaja (intentionally or unintentionally)” dan lain-lain dengan tambahan emoji mewek untuk dramatisasi di broadcast message kita. Hahaha.

8. Kurma
Bahasa Inggrisnya “date”. Iya, “date”. Bukan hanya tanggal dan kencan saja yang bahasa Inggrisnya “date”, buah kurma juga. Agar tidak membingungkan, biasanya dibuat sebagai “date fruit” atau “palm fruit”. Selain itu, karena buah kurma itu tumbuh bergerombol seperti anggur, kurma sering disebut sebagai “dates” dengan penambahan –s yang menyatakan sebagai kata jamak (plural). Sedangkan “a date” lebih tepatnya diartikan sebagai “sebutir kurma”.

So, will you go on a date with me?

Tunggu, ngajak pergi kencan atau pergi naik kendaraan kurma, nih? Hahaha. Anyway, happy fasting buat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga tetap kuat dengan musim panas yang super ini.

Thursday, May 11, 2017

10 Strategi Belajar Bahasa Asing

Kita merasa bahasa kita saja sudah cukup. Tetapi, semakin berkembangnya zaman, kita akan merasa banyak kosakata baru yang dipakai oleh orang-orang di sekitar kita. Tentu saja, kosakata itu datangnya dari bahasa asing. Dengan mengetahui hal ini, kita pun mulai merasa kalau bahasa kita, Bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing yang kita bisa ternyata tidak cukup. Kita harus belajar bahasa asing supaya ikut update kayak orang-orang!

Akan tetapi, belajar bahasa asing itu nggak mudah bagi setiap orang. Selain itu, kita juga butuh waktu yang lama untuk mempelajari bahasa asing. Bahkan, bahasa Inggris yang sudah kita pelajari di sekolah dari SD sampai tamat SMA saja kita belum mahir.

Yang namanya belajar, pastinya kita harus pasang niat dulu. Jika memang sudah pasang niat dan mau belajar, kita bisa mulai dengan strategi belajar bahasa asing yang bahkan bisa kita lakukan sendiri dengan bantuan audio dan video. Ya, nggak harus panggil guru. Buku, rekaman audio dan video juga bisa jadi guru kita. Berikut adalah 10 strategi belajar bahasa asing yang diadaptasi dari JapanesePod101.

ilustrasi: rizuniverse

1. Dengarkan dan perbanyak membaca agar dapat mengerti bahasa asing yang kita pelajari.
Ya, dan lakukan berulang-ulang. Practice makes better, kan? Kita bisa melakukannya dengan bantuan rekaman audio yang kita dapat dari internet di situs-situs belajar bahasa asing. Jika kita inginnya belajar bahasa Inggris, kita bisa mendengarkan sekaligus menonton pelajaran bahasa Inggris yang ada di Youtube misalnya. Selain itu, untuk mengasah skill membaca kita, kita juga harus berlatih dengan membaca teks atau cerita pendek dalam bahasa Inggris. Kalau sudah terbiasa, kita akan merasa ringan saja melihat artikel berita yang ditulis dalam bahasa Inggris di internet. Dijamin, deh!

2. Rekam suara kita dan bandingkan dengan cara pengucapan kita dengan native speaker (penutur asli) bahasa asing yang kita pelajari.
Ini kalau kita ingin mengasah kemampuan speaking atau berbicara kita. Mungkin waktu kita belajar bahasa asing, tetangga kita nggak belajar bahasa asing. Jadi, kita cuma belajar sendiri. Tidak apa-apa, dengan cara ini kita tetap bisa belajar speaking dan pronunciation (pelafalan). Atau, jika kita punya rekaman audio, coba kita menirukan apa yang dikatakan dalam audio tersebut. Rekam dan bandingkan. Kalau kedengarannya sudah mirip, berarti speaking-nya A!

3. Unduh rekaman percakapan dalam bahasa asing yang kita pelajari, dengarkan baik-baik dan dipelajari.
Nah, jangan selalu mengunduh lagu barat galau saja, ya. Karena bedanya lagu dengan rekaman percakapan itu benar-benar beda. Dengan lagu, kita akan terganggu dengan suara musik yang mengiringi lirik yang dinyanyikan. Dengan rekaman percakapan, kita tidak terlalu terganggu dengan musik latar, atau bahkan memang tidak ada musik latar sama sekali. Pelafalan bunyi juga terdengar lebih jelas di rekaman percakapan daripada di lagu. Kemudian, kita juga bisa memperhatikan intonasi yang digunakan pembicara dalam rekaman percakapan. Intonasi cara bertanya dan berseru itu beda, bukan?

4. Ucapkan dan ulangi kembali kalimat yang kita dengar di rekaman audio.
Tentu saja, tujuannya agar kita terbiasa mengucapkan kalimat itu. Ini adalah cara kalau menggunakan rekaman audio. Jika dengan buku, mungkin kita bisa menghafal kalimat yang kita pelajari, tentu saja dengan pronunciation yang benar.

5. Review kembali semua pelajaran yang sudah dipelajari untuk memperdalam ilmunya secara keseluruhan.
Setelah kita belajar di sekolah, pasti ada ujian. Nah, seperti itulah, kita juga perlu meninjau kembali pelajaran yang sudah kita pelajari supaya tidak lupa. Selain itu, ilmu berbahasa asing kita jadi bertambah secara keseluruhan.

6. Tingkatkan listening skill kita dengan me-review setiap baris dalam percakapan.
Untuk meningkatkan listening skill atau kemampuan mendengar kita, kita bisa meninjau kembali setiap baris kalimat dalam percakapan. Untuk apa? Supaya kita tahu kosakata yang digunakan di dalam percakapan itu apa saja dan apa artinya, begitu juga dengan struktur bentuk kalimat dan grammar-nya. Kita bisa menggunakan video yang ada teks baris per baris seperti yang ada di dalam video karaoke. Atau dengan subtitle. Dengan begitu, kita nggak hanya meningkatkan listening skill, tetapi juga reading skill.

7. Tetap semangat dan bermotivasi dengan proses belajar yang kita jalani.
Ini juga penting, karena kalau semangat kita putus dan motivasi kita hilang, maka kita tidak akan mau belajar apapun lagi.

8. Awalnya, bacalah kalimat satu baris dengan pelan. Kemudian, baca ulang kembali dengan meningkatkan kecepatan berbicaranya hingga kira-kira sama dengan kecepatan bicara native speaker bahasa yang kita pelajari.
Yah, ini sebagai pembelajar pemula, kita pasti punya kesulitan dalam mengucapkan kalimat dalam bahasa asing dengan kecepatan sesuai dengan normalnya penutur asli bahasa asing itu berbicara. Oleh karena itu, salah satu caranya adalah ini.

9. Buat tujuan belajar yang didukung dengan deadline. Tidak perlu yang berat-berat, cukup sedikit tetapi bisa diukur dan mampu dilakukan.
Contoh kecilnya, kita buat beberapa daftar kalimat yang ingin kita pelajari yang berisi kosakata baru. Kemudian, kita bisa menghafalnya satu hari satu atau dua kalimat dengan lima kosakata baru dan mencoba membuat kalimat dengan hafalan kosakata yang ada. Yah, semacam kalimat “This is apple” dan 5 kosakata benda “table”, “door”, “book”, “cup” dan “paper” misalnya. Kemudian, rangkai kalimat dengan kosakata baru itu. Nggak berat tapi ada yang dipelajari, kan?

10. Coba pelajaran yang lebih sulit tingkatnya untuk menantang diri kita dengan kemampuan yang sudah kita punya, dan tingkatkan terus menjadi lebih baik.
Nah, kalau sudah bisa satu topik pelajaran, kita bisa mengambil topik pelajaran yang lebih sulit sedikit agar kemampuan kita makin bertambah dalam belajar bahasa asing.

Sekian dulu, semoga bermanfaat dan selamat mencoba!


10 Kata Gaul (Slang) Dalam Bahasa Jepang

Ada yang tertarik belajar Bahasa Jepang? Ada dong, apalagi yang akrab dengan dorama (drama Jepang), manga (komik Jepang) dan anime (film animasi Jepang). Buat kita orang Indonesia, bahasa Jepang lebih mudah diucapkan daripada bahasa Inggris. Akan tetapi dalam tulisan dan struktur kalimat, susahnya sama dengan bahasa Inggris. Walaupun begitu, bahasa Jepang juga menarik buat dipelajari apalagi buat kamu yang suka dengan boyband atau girlband Jepang dan lagu-lagunya yang (bagi yang suka) gemesin.

Sama dengan bahasa Indonesia dan Inggris, bahasa Jepang juga punya banyak kata-kata gaul atau slang. Kali ini, kita akan belajar tentang 10 slang dalam bahasa Jepang yang bisa jadi berguna buat kita ketahui. Walaupun kita nggak aktif bicara bahasa Jepang, setidaknya kita bisa tahu kalau slang ini digunakan pada percakapan di dorama yang kita tonton. 10 slang bahasa Jepang yang banyak digunakan menurut JapanesePod101 adalah sebagai berikut:

ilustrasi: rizuniverse

1. Yabai ヤバい
Yabai adalah kata yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan tanda-tanda bahaya. Contohnya:
Yabai! Chikoku shita!” (Oh, tidak! Aku telat ke sekolah!)

Namun, “yabai” ini juga bisa digunakan tergantung pada kondisi dan situasi tertentu. Kita bisa bilang “yabai” di kondisi yang baik juga, tidak harus yang buruk atau berbahaya. Misalnya jika kita mendengar teman kita menang olimpiade, kita juga bisa bilang “yabai” dengan ekspresi wajah senang. “Yabai” dalam keadaan demikian bermakna “keren” atau “awesome”. Ya, sama artinya dengan sugoi すごい.

Intonasi dan ekspresi wajah kita saat menggunakan kata “yabai” ini juga mempengaruhi makna. “Yabai” bisa bermakna sesuatu yang buruk terjadi jika kita mengucapkannya dengan ekspresi wajah takut dan terkejut. Maknanya menjadi “oh tidak”, atau “ya ampun”, atau “oh no!”

2. Maji de? マジで?
Maji de?” sepadan dengan ekspresi “yang bener, sih?” atau “masa iya?” dalam Bahasa Indonesia dan “ciyus?” dalam bahasa alay gaul Indonesia. Contohnya dalam dialog seperti:
A: “Nee, sekai-isshuu ryokou ga atatta yo!” (Cuy, aku menang tur keliling dunia, lho!)
B: Maji de?” (Serius?)

3. Chou  (ちょう)
Chou” artinya sangat. Kita bisa menggunakan kata “chousangat dengan adjektif lainnya seperti besar, kecil, luas, sempit dan lainnya. Contohnya:
超狭い” (Chou semai!)
Artinya, “kecil sekali” atau “kecil banget”.

4. Meccha めっちゃ
Meccha” artinya juga sangat. Dalam beberapa keadaan, sangatchou” tidak selalu bisa digunakan. Contoh penggunaan “meccha” adalah ketika kita sedang mencicipi kue buatan teman kita, kemudian rasanya enak banget. Kita bisa bilang:
Meccha umai!” (Enak banget!)

5. Charai チャラい
Charai” bisa berarti “playboy” atau “gatel”. Contohnya:
Ano hito kakkoii kedo, demo charai nee.” (Orang itu cakep sih, tapi playboy.)

6. Iya da いやだ。
Iya da” berarti “nggak mau” atau bisa juga berarti “jangan” pada konteks tertentu. “Iya da” seringnya digunakan untuk menekankan sesuatu yang tidak ingin dilakukan oleh penuturnya. Contoh:
Ashita gakko ikitakunai. Iya da!” (Besok nggak mau pergi ke sekolah. Nggak mau!)

7. Baito  バイト
Baito” sebenarnya versi singkatnya dari “arubaitoアルバイト, kosakata yang diserap dari bahasa Jerman, yang berarti kerja sampingan atau part-time job. Contohnya:
Baito wo sagasu.” (Aku akan mencari kerja sampingan.)

8. Hara heru 腹減る (はらへる)
Hara heru” berarti “lapar”. Bentuk akhiran kata kerja dasar dalam bahasa Jepang –ru bisa berubah menjadi –tta った jika sudah berada di dalam kalimat. Contohnya:
Kyou nanimo tabete nai. Hara hetta yo.” (Hari ini belum makan apapun. Aku lapar.)
Catatan: Dalam percakapan bahasa Jepang, seringnya tidak memakai subjek. Jika kita mengucapkan kalimat seperti ini kepada orang Jepang, dia langsung tahu kalau yang lapar itu yang ngomong, dia tidak akan tanya siapa yang lapar. Hara hetta sering digunakan oleh cowok dan tidak digunakan oleh cewek, karena kesannya kasar.

9. Hidoi ひどい
Hidoi” berarti “berbahaya”, “mengerikan” juga bisa berarti “keterlaluan” dalam beberapa konteks. Misalnya kita mendengar kalau pemuda kampung tawuran dengan pemuda kampung tetangga. Maka, kita bisa bilang “hidoi” yang berarti “mengerikan”. Contoh lainnya:
“Naisho de watashi no totte oita aisu-kuriimu tabeta. Hidoi!”
(Kamu diam-diam makan eskrim yang kusimpan. Keterlaluan!)

10. Saikoo 最高 (さいこう)
Saikoo” berarti “keren”, “terbaik” atau “the best” atau “awesome”. Contohnya:
Ashita kara yasumi da ze. Saikoo!”
(Mulai besok libur. Keren!)

Inilah 10 slang dalam bahasa Jepang, dan masih banyak lagi! Sekian dulu dan terima kasih.